Jantungnya berdegup kencang ketika Kyungsoo mulai melangkahkan kedua kakinya menuju luar rumah. Dia yakin melihat mobil Jongin yang terparkir tidak jauh dari rumahnya saat mengantar Chanyeol tadi.
Dengan ponsel yang masih berada ditelinga Kyungsoo menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk mencari keberadaan Jongin. Dia tidak memperdulikan pertanyaan yang Jongin ajukan.
Napasnya memburu ketika kedua matanya bisa melihat tubuh Jongin yang berjalan mendekatinya. Jantungnya semakin berdebar hebat dan tiba-tiba saja kepalanya terasa pening.
Kyungsoo tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini karena saat melihat Jongin yang sedang berjalan mendekatinya Kyungsoo tahu kenangannya bersama Jongin muncul kembali dan tidak bisa dia cegah.
Semuanya terasa nyata dan sangat jelas, seolah-olah kini Kyungsoo tengah kembali kemasa lalu.
Jongin berjalan mendekatinya dengan senyuman yang membuat jantungnya berdebar. Dengan kedua mata tajamnya itu yang sama sekali tidak pernah melepaskan pandangannya dari wajah Kyungsoo.
Kyungsoo memainkan setangkai bunga yang entah dia tidak ketahui namanya. Kyungsoo sedang menunggu Jongin datang disebuah taman yang tidak jauh dari tempat pemberhentian bus.
Tadi sebelum Kyungsoo pulang kerumah dari kedai ayam milik orang tuanya, Kyungsoo menerima pesan dari Jongin.
Sebenarnya Kyungsoo sangat malas jika harus berhubungan dengan Kim Jongin tapi setelah genjatan sentaja mereka kumandangkan Kyungsoo seakan tidak bisa menolak kemauan Jongin.
Benar kata teman-teman yang lain, jika Jongin sudah menginginkan sesuatu maka sesuatu itu selalu bisa dia dapatkan.
Jika ditanya apa alasan Kyungsoo membenci Jongin.
Maka jawabannya adalah tidak ada. Kyungsoo sama sekali tidak menemukan suatu alasan kuat untuk membenci Jongin.
Jongin jahil sama seperti teman laki-laki Kyungsoo yang lainnya.
Jongin juga baik dan bersikap sopan kepada orang-orang yang mempunyai umur jauh darinya, bahkan Kyungsoo tahu jika Jongin tidak segan bercengkrama dengan salah satu petugas kebersihan disekolah.
Tapi satu yang juga perlu Kyungsoo akui adalah betapa tampannya seorang Kim Jongin.
Iya, Kyungsoo sebagai perempuan mengakui hal itu. Tidak heran sih kalau teman-teman perempuannya akan berteriak atau bersikap sedikit berlebihan jika sedang ditatap oleh Jongin.
"Ya! Do Kyungsoo!"
Kyungsoo mengangkat kepalanya dan kini dia melihat Jongin berjalan menghampirinya.
Suasana taman disore hari ini sangat sepi bahkan cuma ada dirinya dan Jongin disini.
Tapi bukan itu yang sedang Kyungsoo pikirkan saat ini.
Yang Kyungsoo pikirkan adalah kenapa jantungnya berdegup saat melihat Jongin berjalan menghampirinya dengan sebuah senyuman yang bahkan bisa Kyungsoo akui bisa membuat Jongin bertambah tampan.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Fanfiction[COMPLETED] Ini cerita tentang mereka yang mencoba menjadi tokoh antagonis. Tentang mereka yang mencoba menjadi egois. Tentang mereka yang mencoba menjadi sempurna. Jadi jangan benci Jongin untuk menjadi egois. Jadi jangan benci Chanyeol untuk berhe...
