Letting Go?; Park Chanyeol

1.3K 160 28
                                        

But I wonder if this kind of relationship even means anything?

Because I'm afraid of facing reality. I choose to pretend that I don't know anything, so that I can have more time.

***

Chanyeol menghela napasnya yang terasa berat, entah sudah yang keberapa kalinya dalam satu menit ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chanyeol menghela napasnya yang terasa berat, entah sudah yang keberapa kalinya dalam satu menit ini. Chanyeol sengaja tidak menyalakan lampu kamarnya juga tidak menyibak tirai seperti yang biasa dia lakukan. Tubuhnya terbaring diatas tempat tidur, kedua matanya terbuka melihat dengan seksama hiasan yang berada dilangit-langit kamarnya.

Chanyeol tersenyum tapi ada suatu perasaan yang membuatnya merasa sedih. Chanyeol tidak tahu kenapa dia harus merasakan sedih ketika dia baru saja bertemu dan menghabiskan waktunya bersama Kyungsoo.

"Sekali-kali sendirian didalam kegelapan itu tidak apa-apa Chanyeol."

Chanyeol masih ingat dengan sangat jelas saat Kyungsoo datang ke apartemennya dengan membawa satu kantong belanja yang penuh dengan hiasan. Saat itu Kyungsoo tersenyum begitu lebar hingga membuat kedua matanya membentuk sebuah lengkungan. Dengan semangat Kyungsoo menerobos masuk kedalam apartemennya, tidak seperti biasanya Kyungsoo segera berjalan menuju kamar Chanyeol.

"Kamu itu bawa apa?" Chanyeol dengan suara beratnya bertanya kepada Kyungsoo yang tengah sibuk menguncir rambutnya tinggi-tinggi.

"Kamu pernah bilang kalau kamu takut gelap." 

"Iya lalu apa hubungannya dengan kamu membawa hiasan ini?" Chanyeol mengambil kantong itu dan dia angkat sambil menunjukkan kepada Kyungsoo.

"Eh, ini bukan sekedar hiasan biasa ya." Kyungsoo berjalan mendekati Chanyeol lalu merebut kantong itu dari tangan Chanyeol. "Namanya glow in the dark. Aku mau pasang dilangit-langit kamar kamu. Supaya ketika kamu tidur bisa lihat hiasan ini. Dan yang terpenting kamu tidak takut gelap lagi." Lanjut Kyungsoo dengan nada semangatnya.

Agaknya akhir-akhir ini mengingat dan memutar kenangan bersama Kyungsoo sudah menjadi salah satu kebiasaan wajib yang selalu Chanyeol akukan disela-sela waktunya.

Benar. Dulu Chanyeol takut dengan kegelapan. Kakinya bisa bergetar. Keringat bisa membasahi tubuhnya. Sejak kecil Chanyeol memang takut berada diruangan gelap. Tapi jika berpikir saat ini ketakutan Chanyeol pada ruangan gelap memang sudah tidak separah dulu, tetap saja masih ada.

Kadang seperti yang Chanyeol lakukan saat ini. Memberanikan dirinya berada sendirian didalam kamarnya yang gelap. Ternyata juga bukan sebuah ide yang buruk.

"Sendirian dalam gelap itu tidak buruk Chanyeol."

Jika ada yang bertanya apa arti Kyungsoo untuk hidupnya. Chanyeol akan menjawab, dengan sangat yakin. Kyungsoo segalanya untuk Chanyeol. Segalanya.

Segala-galanya.

Karena enam tahun Chanyeol sudah melewatkan hidupnya bersama Kyungsoo. Karena enam tahun yang Chanyeol tahu dan yang Chanyeol cari adalah Kyungsoo. Karena selama enam tahun nama Kyungsoo selalu ada dalam setiap lantunan doa Chanyeol.

First LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang