Yesterday I was thinking magic didn't exist
Today I met you and suddenly I believe that magic exists
Because how strange these feelings are to dream about you even when I wake up
***
Oh Sehun, dia adalah sahabat yang sudah terasa seperti seorang saudara. Meskipun tidak selalu bersama, Jongin rasa dia dan Sehun memiliki ikatan batin yang kuat. Kenal sejak semasa kecil membuat mereka akrab melebihi seorang saudara, meskipun dikenal sebagai si baik dan si jahat karena kepribadian yang bertolak belakang yang mereka miliki. Bahkan tidak pernah sekalipun terlintas dipikiran Jongin bahwa Sehun adalah laki-laki jahat -seperti yang kebanyakan orang katakan, mungkin karena sikap dan wajah Sehun yang kelewat kaku dan dingin itu.
"Aku sedang jatuh cinta."
Itu adalah kalimat yang pertama kali Sehun ucapkan setelah kurang lebih satu setengah tahun mereka tidak saling memberi kabar.
Waktu itu musim dingin. Jongin ingat bagaimana dinginnya hari itu tapi perasaannya menghangat saat mendengar suara Sehun yang sudah lama ingin Jongin dengarkan setelah sekian lama.
"Akhirnya gunung es di kutub utara mencair juga."
Tidak ada sapaan halo yang mereka ucapkan diawal percakapan tersebut. Jongin dengan semangat mendengarkan cerita Sehun tentang seorang perempuan bernama Luhan. Anehnya saat itu ketika Jongin tersenyum kemudian tertawa, Jongin merasa sedikit iri dengan Sehun.
Jongin iri karena dia tidak bisa memperjuangkan cintanya kepada Kyungsoo seperti apa yang tengah Sehun lakukan untuk Luhan.
"Maaf karena telah meremekanmu dulu."
Jongin mengerutkan keningnya. "Meremehkan apa?"
"Meremehkan cintamu kepada Kyungsoo."
Jongin menahan napasnya ketika dia mendengar nama Kyungsoo lagi. Jantungnya berdegup cukup kencang, dadanya terasa sesak juga perutnya terasa tergelitik.
"Jongin."
Jongin tidak menjawab, pikirannya masih sibuk menerka-nerka kenapa tubuhnya masih saja merespon seperti ini ketika nama Kyungsoo terdengar.
"Jongin."
"Jongin."
Di panggilan ketiga, Jongin akhirnya tersadar bahwa masih ada Sehun diseberang panggilan yang sedang berlangsung ini.
"Apa kamu tidak tahu sama sekali kabar tentang Kyungsoo?"
Sekian lama Jongin tahan, akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulutnya. Ini juga yang menjadi alasan Jongin untuk tidak menghubungi Sehun maupun teman-temannya yang lain.
"Tidak."
Satu kata yang keluar dari mulut Sehun itu membuat Jongin merasa seperti orang paling bodoh. Karena Jongin masih saja seperti ini setelah hampir tiga tahun berpisah.
"Hiduplah dengan baik disana."
Ya, aku harap juga.
"Baiklah."
Ingatan itu adalah yang pertama kali terlintas dalam kepala Jongin saat membuka kedua matanya yang mengerjap untuk membiasakan dengan cahaya pagi ini. Lengan yang semalam memeluk tubuh Kyungsoo saat ini hanya memeluk angin. Tampat tidur disampingnya juga kosong dan terasa dingin tanpa adanya Kyungsoo.
Jongin bangun, menyingkap selimut. Kedua matanya mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar yang biasanya terlihat berantakan, tapi kali ini kamarnya begitu rapi dan bersih. Kedua telinganya juga sayup-sayup mendengar suara dari luar kamar. Hidungnya pun mencium bau harum masakan yang seketika bisa membuat perutnya kelaparan.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Fanfiction[COMPLETED] Ini cerita tentang mereka yang mencoba menjadi tokoh antagonis. Tentang mereka yang mencoba menjadi egois. Tentang mereka yang mencoba menjadi sempurna. Jadi jangan benci Jongin untuk menjadi egois. Jadi jangan benci Chanyeol untuk berhe...
