chapter 8

833 106 5
                                    

~can you stay here? I need to breathe~
.
.
.
.
.

Masih ditempat yang sama dengan posisi yang sama. Mark sangat ingin memeluk dan menenangkan Jinyoung sekarang ini. Mark bukanlah orang yang tak punya hati untuk sekedar menyadari bahwa Jinyoung sekarang sedang benar-benar drop dengan situasi sekitarnya.

Bisakah sekarang Mark meminta pada tuhan untuk memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan? Tapi Mark juga berharap setelahnya dia dan Jinyoung akan kembali seperti dulu.

Bukankah pepatah mengatakan bahwa setelah turunnya hujan pasti ada pelangi? Bisakah Mark meminta pembuktian itu sekarang?

"Jinyoungie, kau bisa sakiti aku sepuasnya. Balas apa yang aku sekerasnya. Dan mintalah padaku apapun yang kau mau, bahkan jika kau ingin aku membunuh diriku sendiri. Aku akan melakukannya, asal bisa melihatmu kembali tersenyum padaku. Aku merindukan itu"

Jinyoung sudah mulai bisa berpikir jernih sekarang. Dia sedikit bingung harus menjawab apa. Tapi, tekadnya seakan mulai ia perkokoh.

"Bagaimana jika aku ingin kau pergi dari hidupku?"

"Aku akan melakukannya. Tapi, asal kau selalu tersenyum saat aku pergi dari si-"

Pembicaraan mulai berhenti, karena Mark kembali merasakannya. Rasa hangat yang dia rindukan selama ini. Rasa nyaman yang selalu ia cari-cari.

Back hug dari Jinyoung adalah yang terbaik bagi Mark.

Jinyoung benar-benar sudah memeluk erat tubuh Mark, dengan seluruh tubuhnya yang menempel pada bagian belakang tubuh Mark. Jinyoung masih memejamkan matanya, merasakan hangat tubuh Mark.

Semua mata bahkan sudah tertuju pada dua sejoli yang masih diambang kebimbangan, tapi mereka tak hiraukan semua tatapan itu. Yang ada di pikiran mereka hanyalah Mark yang memeikirkan Jinyoung, dan Jinyoung yang memikirkan Mark.

"Mark, bisakah kau berjanji untuk tidak meninggalkan aku lagi?"

"Aku tak bisa berjanji-"

"Kalau begitu tidak usah"

"Aku belum selesai bicara Jinyoungie. Aku memang tak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha sekeras-kerasnya. Saat ada hal apapun yang ingin me-misahkan kita, aku akan berdiri di garis paling depan untuk mem-pertahankan hubungan ini"

"Like a bullshit. But, i'll try to trust you. If you leave me again, i'll kill you, Mark"

"Jika aku meninggalkanmu, aku juga akan melakukan hal yang sama, Jinyoungie. Aku tak akan melakukan tindakan bodoh itu dua kali"

"Kalau begitu setidaknya kau bisa ceritakan padaku tentang segalanya. Awal dari rencana bodoh itu"

"Ne, aku akan menceritakannya. Tapi, apa kau mau ke apartemenku?"

"Untuk apa?"

"Supaya aku bisa, bisa, mm... Aku bisa cerita dengan leluasa"

"Mark apa yang kau pikirkan?! Aku tak mau, kau pasti memikirkan sesuatu yang aneh"

"Aniyaa, aku tak berpikir yang aneh. Jinyoungie, ayolah sekali saja ke apartemenku, jebal"

Oxygen [Markjin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang