chapter 26

532 56 2
                                    

~can you stay here? I need to breathe~
.
.
.
.
.

Jinyoung masih terus memeluk Jackson tak berhenti. Air matanya yang sudah mulai surut tak lagi bisa mengeluarkan air. Jinyoung memeluk Jackson sangat-sangat erat, tak ingin sebentar saja melepaskan Jackson. Hanya Jackson yang ada untuknya saat ini. Mark? Dia sudah kembali ke LA, tanpa pamit dengan Jinyoung.

Lalu apa maksudnya malam panas kemarin? Apa itu hanya sebuah permainan untuk Mark? Jinyoung sudah mati-matian berjuang agar Mark tidak pergi, tapi dengan seenak jidat Mark pergi begitu saja. Hanya lelah yang Jinyoung dapatkan.

Jinyoung tak bisa berhenti mengingat kejadian kemarin. Apakah benar-benar jadi yang terakhir? Itu bahkan sudah sangat mengikat. Tak ada janji apapun sih, hanya saja, yang benar saja, setelah menyetubuhi Jinyoung apakah Mark dengan mudahnya pergi begitu saja? Hell, dia kira Jinyoung se- murahan itu?

Jinyoung lebih rela memberikan tubuhnya pada orang yang akan jadi masa depannya daripada memberikan pada orang yang bahkan sudah jelas akan meninggalkannya. Bodoh memang Jinyoung sudah memberikan tubuhnya secara cuma-cuma.

Tapi rasanya itu seperti tidak bisa ditolak. Maksudnya, Jinyoung benar-benar reflek melakukannya. Hanya mengikuti insting dan kata hatinya. Menyuruhnya untuk melakukannya dengan Mark.

Jadi sebenarnya Mark atau Jinyoung yang bodoh disini? Atau mereka berdua bodoh? Entahlah, mereka bahkan saling mengatakan bahwa diri mereka bodoh.

"Jackson hyung, apa kau akan meninggalkanku juga seperti Mark?"

"Aniya, kau gila? Aku adalah satu-satunya orang yang tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun. Jika aku bertemu dengan Mark Tuan itu, kupastikan aku akan mematahkan lehernya"

"Hyung, kau kejam sekali!"

"Dia lebih kejam. Berani-beraninya menyakiti dongsaengku. Dia tak tau seberharga apa dirimu, bagiku. Dengan seenaknya dia menyakitimu"

"Sudahlah, hyung. Tak ada gunanya merutuki namja itu. Kajja, kita bisa tertinggal pesawat!"

"Kajja!"

Jackson memberikan lengannya untuk dirangkul oleh Jinyoung.

Mereka berdua sudah bilang pada manager bahwa akan kembali ke Seoul berdua saja. Dan lagi mereka benar-benar sudah bebas untuk photoshoot musim panas. Jadi setidaknya mereka punya waktu libur cukup panjang.

Ingatkan Jinyoung bahwa Jackson adalah Hyungnya. Karena daritadi Jinyoung memperlakukan Jackson seperti seorang kekasih. Mulai dari menyuapi makanan, mengelus tangan Jackson, dan mencium pipi Jackson.

Memang Jinyoung menganggap Jackson sebagai hyungnya. Hyung yang paling dia sayangi. Wajarkanlah jika Jinyoung memperlakukan Jackson seperti itu. Toh, Jackson juga tidak terganggu dengan perlakuan Jinyoung. Jackson malah menyukainya, sangat menyukai 'warm heart dongsaeng' seperti Jinyoung.

.

Jinyoung dan Jackson menunggu pesawat mereka, dan Jinyoung sedang membeli kopi untuknya dan Jackson. Hingga tiba-tiba Jackson memeluk Jinyoung sangat-sangat erat. Sebuah back hug lebih tepatnya.

Oxygen [Markjin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang