02

1.6K 150 3
                                    

Mereka pun sampai di ruang perawatan dan langsung masuk untuk menaruh Mika di tempat tidur. Akashi yang sedikit panik pun langsung berteriak memanggil dokter disana.

"Shinya-sensei!!! Apakah kau ada disini?!!" teriak Akashi
"Yo Akashi... Jarang-jarang kau datang kesini. Oh siapa anak laki-laki berambut pirang yang terbaring disana? Dan juga siapa anak laki-laki berambut hitam di sebelahmu?" tanya Shinya
"Sudahlah!! Itu tidak penting, cepat kau periksa dia agar kami tenang" Jawab Akashi dengan sedikit panik
"Ceritakan dulu kejadiannya" ucap Shinya dengan nadanya yang Jaim sambil membenarkan posisi kacamatanya

Akashi menceritakan semuanya dari awal sampai akhir secara mendetail. Shinya yang mendengar penjelasan Akashi yang kedetailannya tingkat dewa itu sampai mengantuk dan hampir tertidur.

"Sudah cukup! Langsung ke intinya saja!" ucap Kuroko di sampingnya
"Berisik!" ucap Akashi kesal
"Oh, Kuroko... Sejak kapan kau disana?" tanya Shinya
"Sejak mereka datang kemari" jawab Kuroko santai
"Hee... Terus kau bisa beritahu inti dari perkataan Akashi tadi?" tanya Shinya lagi
"Ya, intinya adalah Mika pingsan karena mendengar kalimat 'dewa iblis dan ajudannya' sepertinya ia ada masalah dengan hal itu di ingatannya sehingga ia memegang erat dada dan kepalanya" jawab Kuroko singkat namun jelas
"Hee, begitu ya. Baiklah mari kita periksa" ucap Shinya yang kemudian beranjak dari kursinya

Shinya menatap wajah Mika yang tampannya melebihi dirinya. Ia bisa merasakan kalau aura di sekitar tubuhnya kacau dan tidak beraturan. Ia pun mencoba menarik Hipotesis.

"Menurut hipotesis ku, kemungkinan dugaan Kuroko itu benar. Ingatan bisa mempengaruhi kondisinya saat ini. Namun aku merasakan sesuatu yang lebih" ucap Shinya
"A-apa itu?" tanya Yuu
"Yuu... Kenapa kau dan Mika memiliki aura yang berbeda?" ucap Shinya
"Apa maksudmu?! Seharusnya aura mereka kan sama karena mereka kembar!!" ucap Akashi
"Memang, seharusnya keturunan Vampire yang lahir kembar memiliki gen dan aura yang sama. Namun aku melihat garis Gen dan Aura kau dan Mika itu berbeda. Yuu, siapa kalian sebenarnya?" ucap Shinya dengan memperlihatkan matanya yang berwarna Merah darah
"I-itu tidak mungkin" ucap Yuu tidak percaya
"Mika dan Yuu siapa sebenarnya kalian? Apakah kalian orang yang harus kami lindungi atau kalian adalah musuh yang harus kami habisi?" tanya Shinya dengan tatapan tajam.

Yuu hanya mematung. Ia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia bisa merasakan aura di dekatnya aura Mika yang tenang berubah drastis karena ingatannya sementara aura Shinya berubah karena rasa penasarannya.

"Sudahlah sensei, jangan buat dia ketakutan!" ucap Kuroko dengan santainya
"Diam kau!" ucap Shinya menahan marah

Tiba-tiba saja sebuah pisau melintas di samping Shinya dengan cepat.

"Jangan coba-coba kau..... Me-menyakiti Yuu" ucap Mika yang warna matanya sudah berubah seperti Shinya
"Hoho... Mika, kau sudah bangun rupanya" ucap Shinya dengan nada licik
"Mi-mika.." ucap Yuu tidak percaya
"Kau menantangku ya, bocah?" tanya Shinya dengan sombongnya
"Jangan panggil aku bocah!" teriak Mika memperingatkan Shinya
"Terus aku harus memanggilmu apa, Hm?" tanya Shinya
"Aku adalah kematianmu. Kaki tangan Dewa Iblis, Shinya Hiiragi!" jawab Mika menunjukan mata merahnya
"Mata.... Mata merah itu, tidak mungkin..." ucap Shinya mulai takut dan tanpa sengaja menabrak Yuu di belakangnya
"Hoo... Jadi kau ingin membunuh kami ya?" ucap Yuu sambil menatap Shinya dan memperlihatkan mata merahnya
"Kalian berdua!!! Tidak... Tidak mungkin" ucap Shinya tidak percaya
"Mata keturunan Mika dan Yuu berbeda namun sangat terang" gumam Kuroko
"Melebihi mata kita" gumam Akashi melanjutkan
"Wah wah wah, lihatlah siapa yang tercyduk disini" ucap suara di belakang Akashi dan Kuroko
"Kazuma!!" teriak Akashi
"Yo Akashi-kun, Kuroko-kun" ucap Kazuma ramah

Dengan santainya Kazuma berjalan menuju tempat Yuu dan Mika.

"Kalian sudah menangkap tikus yang masuk kemari dengan cepatnya, sepertinya kalian harus bekerja sama dengan kami secepatnya Yuu-kun, Mika-kun. Dan untukmu yang sudah tercyduk disini, Shinya Hiiragi, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu atas para murid yang kehilangan kendali" ucap Kazuma
"Kau hanya seorang murid! Kau tak bisa menghukumku!" teriak Shinya
"Tapi kau lupa, Aku adalah anak dari pemilik sekolah ini" ucap Kazuma

Tiba-tiba saja, Mika dan Yuu kembali ke kondisi mereka sebelumnya. Warna mata mereka kembali normal.

"Apa.. Apa yang... telah terjadi?" tanya Mika dengan kondisinya yang masih lemas
"Mika! Jangan dulu banyak bergerak, Keadaanmu masih belum pulih!" ucap Yuu dan menompang Mika berjalan menjauhi Shinya
"Yuu..." lirih Mika
"Hm? Ada apa?" tanya Yuu
"Kepala dan dadaku sakit" jawab Mika
"Tunggulah sebentar lagi, sekarang aku akan meminta ijin untuk mengantarmu pulang" ucap Yuu
"Tidak, kau tidak perlu mengantarku" ucap Mika menolak "Aku masih bisa berjalan sendiri" sambungnya
"Jangan memaksakan diri,Mika!" ucap Yuu yang kekhawatirannya mulai muncul
"Aku tidak memaksakan diri, lagipula rasanya sudah agak mendingan dari sebelumnya" ucap Mika
"Tapi akan lebih baik jika ada yang mengantarmu kembali ke mansion. Bagaimana kalau terjadi sesuatu di perjalanan?" tanya Yuu
"Aku.... Bisa jaga diriku" ucap Mika sambil berjalan menjauh dari Yuu
"Tidak!! Kau tidak bisa melakukannya!!! Dari dulu, kau paling tidak bisa menjaga dirimu. Kau hanya bisa melindungi orang lain!! Tanpa... Tanpa memperhatikan dirimu... Sendiri" ucap Yuu beberapa menit kemudian sambil menahan tangisnya

Mika yang asalnya sudah berjalan jauh dari Yuu mulai berjalan kembali kearahnya.

"Kalau begitu aku akan disini" ucap Mika sambil mengelap mata Yuu "sebagai adikku, kau tidak boleh menangis. Bukankah begitu yang diajarkan papa Ferid pada kita?" sambungnya

Yuu hanya mengangguk sebagai jawabannya. Sementara Shinya sudah di tangkap oleh Organisasi kedisiplinan dan dibawa ke sebuah ruangan untuk dimintai keterangan.

=========================
Tbc

Yah segitu dulu ceritanya :v
Bingung mau ngasih apa lagi :v

Jangan lupa Vote & Comment nya yaa~~
See you next time~~

Vampire King GenerationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang