32

86 9 3
                                    

Kino saat ini tidak mengerti apa yang terjadi. Ayato yang melihat reaksi Kino kini mulai paham bahwa mereka sama-sama korban dari kekejaman Akane. Sementara Yuu masih menatap Kino dengan sangat marah.

"percuma saja" ucap Ayato "orang yang ingatannya telah dihapus tak akan mengingat apapun" sambungnya

Kino yang mendengar perkataan Ayato terkejut bukan main. Ia menundukkan kepalanya. Ia ingin mengingat semuanya kembali tapi tak bisa. Ia tak bisa mengingat apapun.

"aku tak peduli kalau kau lupa denganku. Tapi tega sekali kau melupakan Mika. Padahal kau sudah berjanji untuk menjadi temannya untuk selamanya. Pada saat awal kita bertemu aku beharap itu bukanlah Kino yang kami kenal. Tapi ternyata aku salah. kau adalah Kino yang kami kenal. Kenapa kau mengkhianati kami seperti ini?!" ucap Yuu sambil menahan amarahnya

"memangnya kau tahu apa? Kerajaan kami diserang kalian pun tak datang menolong! Gara-gara kalian orang tua kami tiada!" ucap Kino

Diantara perdebatan itu, ada seseorang yang terus mencerna perkataan Kino dan ia pun menyadari satu hal.

"bukan seperti itu kejadiannya, Kino" ucap seseorang yang kini melangkah mensejajarkan diri dengan Yuu

"apa maksudmu Ayato?! Orang tua kita―" ucapan Kino terpotong dengan perkataan mengejutkan dari Ayato

"KITA SEMUA SUDAH DIMANIPULASI INGATAN!" teriak Ayato "Ingatan kita yang lama dihapus lalu kita diberi ingatan palsu agar kita saling membenci. Dengan begitu mereka akan dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan!" sambungnya

"kalau begitu" ucap Kino yang kemudian berlari dengan cepat kearah hutan yang terdekat dari tempat mereka

"ayo kita ikuti Kino" ajak Ayato yang kemudian mendapat tatapan serius dari Yuu "Mika dalam bahaya" sambungnya

Semua yang mendengar itu pun terkejut. Mereka dengan cepat menyusul Kino dengan kecepatan maksimal mereka.

Sementara itu, seorang pria berambut pirang kini sedang dikelilingi sekelompok bandit. Pria itu tampak kelelahan dengan matanya yang dingin dan sayu menatap kearah para bandit itu.

"serahkan senjata dan pakaianmu baru kami akan biarkan kau pergi" ucap ketua bandit itu

"kalau aku tidak mau?" tanya pria itu

"TEME!!" ucap ketua bandit itu kesal

Tiba-tiba saja sebuah belati melesat kearah para bandit itu. Mika yang melihat hal itu langsung melirik kearah belati itu datang.

"gomen mengganggu waktu kalian berpesta, tapi orang itu milik kami"

Para bandit melihat kearah belati dan terkejut melihat siapa yang datang dan mengganggu pemburuannya.

"kau?!!" teriak ketua bandit itu

"ada apa tuan bandit?" jawab orang itu dengan angkuh "apa kau tak senang dengan kehadiranku?" sambungnya

"apa yang membuat seorang bangsawan sepertimu bersusah payah pergi kedalam hutan ini, Kibutsuji Muzan?" tanya sang ketua bandit

"bukankah sudah kubilang tadi, aku punya urusan dengan orang berambut pirang itu" ucap Muzan "atau haruskah aku memanggilmu Mika?" sambungnya

Para bandit yang melihat hal itu pun mengerti dan hanya terdiam, sementara Mika menggertakkan giginya dengan pelan supaya tak terdengar ia sedang kesal.

"atau aku panggil saja kau, Val?" ucap Muzan lagi

Seketika para bandit terkejut setelah mendengar nama Val tak terkecuali dengan ketua bandit itu.

'Val? Maksudnya sang raja legendaris itu?' batin ketua bandit itu

'kudengar dia sudah tiada, tapi kenapa―' batin para bandit

'tapi kenapa ia hadir kembali dengan penampilan yang berbeda?!' batin para bandit dan ketua mereka secara bersamaan

"Kibutsuji Muzan" panggil Mika "sebenarnya apa yang kalian rencanakan?" tanya Mika

"entahlah, menurutmu bagaimana?" jawab Muzan

Mereka saling menatap dengan sangat tajam. Para bandit yang merasakan perubahan atmosfer diantara mereka merasa ketakutan.

"kalau begitu, bagaimana kalau kita lanjutkan pertempuran ini, dan akan kupastikan bahwa aku akan membawamu kehadapan Mr. AI " ucap Muzan

"kita lihat saja siapa yang akan menang" balas Mika

Pertarungan pun tak terelakkan. Mereka saling mengeluarkan kekuatan mereka tanpa terlihat sedikitpun celah. Para bandit yang melihat pertempuran itu segera bersembunyi ditempat yang aman termasuk sang ketua.

Dari kejauhan terlihat beberapa orang sedang menuju tempat pertarungan. Wajah mereka tampak tegang, bukan karena mereka berada didalam hutan. Namun karena mereka dapat merasakan kekuatan yang besar sedang beradu dan tak jauh dari tempat mereka.

"Ayato, ini... " panggil Yuu

"ya, Muzan dan Mika sedang bertarung" jawab Ayato

"kenapa Muzan ikut turun tangan dalam hal ini?!" tanya Kino tak percaya

"kenaikan pangkat" ucap Hiyori

"kenaikan pangkat?" tanya semua serentak kecuali Kou

"ya, kenaikan pangkat" jawab Hiyori

"tepat setelah kerajaan diambil alih oleh Ishikawa, ia mengubah semua sistem pemerintahan termasuk sistem kenaikan pangkat. Dulu, saat Val menjadi raja, kenaikan pangkat masih didasari oleh kontribusi dan rekomendasi serta etika perbuatan yang mereka lakukan. Namun, setelah Ishikawa merebut kerajaan, ia mengubahnya menjadi 'siapapun yang dapat menangkap musuh dia akan mendapatkan kenaikan pangkat' itu yang saat ini tertulis dalam undang-undang" ucap Kou

"tapi bukankah itu artinya para prajurit akan berlomba-lomba untuk mendapat itu meski nyawa taruhannya?!" ucap Len

"kalau begitu kita harus cepat ke tempat mereka berada!" ajak Miku

"tapi kita tak punya rencana" balas Kaito

"Aku punya, hanya saja ini cukup berbahaya" ucap Yuu

"kau yakin akan hal itu, Yuu-sama?" tanya Kou

Yuu pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka sambil mendengar rencana Yuu.

Vampire King GenerationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang