"Lihat saja nanti! Kalian akan rasakan akibatnya karena melawan kami"
.
.
.
.Perkataan Terasaka masih menggema di kepala mereka, namun mereka tetap melanjutkan perjalanannya.
Suasana alam saat itu menggambarkan suasana hati mereka. Daun-daun berterbangan seperti bunga sakura yang tertiup angin. Tanpa disadari oleh mereka, ada banyak sosok sedang menatap lekat mereka. Jauh, sangat jauh. Mereka menjaga jarak dengan murid akademi agar tidak diketahui jika mereka sedang mengawasi para murid akademu. Namun, persembunyian itu percuma karena insting sang raja tidak bisa dimanipulasi siapapun. Saat sedang berjalan, Mika tiba-tiba berhenti dan membuat para temannya melihat ke arahnya. Ia mengamati sekelilingnya, pohon-pohon masih menari dengan riangnya. Cahaya mentari masuk melalui celah-celah daun yang rindang, keadaan sunyi seakan tidak ada musuh disekelilingnya. Mika melanjutkan kembali perjalanannya. Mata birunya memang tenang dan santai tapi tetap mengawasi. Ia bisa melihat banyak sekali orang sedang mengintai mereka. Hanya saja ia ingin membuat sedikit kejutan dengan mereka.
"Ne, Yato. Kau merasa ada yang tidak beres dengan Mika kali ini?" Yukine yang bertanya tiba-tiba membuat pandangan Yato mengarah padanya. Ia bisa merasakan adanya hal yang mengganggu pikiran titisan raja bersurai pirang didepannya.
Jika ia disuruh memilih, kali ini ia akan mengatakan hal yang bukan jawaban yang sebenarnya. Namun, ia sekarang sedang merasa sesuatu yang janggal terjadi diantara mereka semua.
"Aku punya firasat buruk" ucap Yato pelan yang masih bisa di dengar oleh Yukine dan Generasi Keajaiban di samping kirinya
"Aku juga merasakan hal yang sama, Yato-san. Tapi sepertinya kita harus tetap seperti ini agar tidak menimbulkan kecurigaan" ucap Akashi dengan tenang namun tajam.Mereka mengangguk setuju. Mika berjalan dengan penuh kewaspadaan menyusuri seluk-beluk hutan yang makin lama makin gelap itu.
"Sepertinya mereka belum menyadarinya" seorang pria surai abu sedang berbisik pada rekan disebelahnya yang sedari tadi mengamati Mika.
"Kau harus terus memperhatikan mereka,Chihiro. Kita tidak boleh lengah, merekalah yang harus lengah terhadap keadaan. Kita tetap memantau mereka sampai keadaan itu terjadi"Chihiro terkekeh mendengar perkataan sang rekan itu. Ia tidak menyangka bahwa temannya akan memiliki banyak rencana di kepalanya hanya untuk menculik Mika dari rombongan.
"Jangan bersikap seperti itu! Kali ini kita harus benar-benar berhasil,ayo Chihiro" Sang surai hitam berkata dengan tegasnya.
Mereka menyelinap. Terus menyelinap dari semak satu ke semak lain. Dari satu pohon ke pohon yang lain. Para Generasi keajaiban dan Mika serta Yato dan kawan-kawan mulai curiga akan semua situasi yang mereka hadapi termasuk Yuu. Ia terlihat gelisah sejak perjalanan mereka memasuki hutan itu.
"Ada apa Yuu, kau terlihat gelisah sejak tadi" ucap Koro-sensei
"Ntahlah Koro-sensei, perasaanku hanya tidak enak. Mika sejak tadi hanya diam tak berbicara sepatah kata pun"Yuu menjelaskan yang ia rasakan seraya menatap Mika yang berjalan di depan para rombongan. Koro-sensei menatap Yuu dan Mika bergantian. Ia juga merasakan hal yang sama. Anak di depan mereka terlihat pendiam seakan ada sesuatu yang akan terjadi.
Tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat ke arah Mika. Namun belum sempat panah itu menancap padanya, Mika menghindarinya dan berhenti. Ia memperhatikan lekat panah itu. Begitu pula dengan Yuu dan kawan-kawan saat melihat Mika hampir terkena anak panah.
"Dari mana asal anak panah ini?" Seorang berambut navy blue berkulit tan memulai pertanyaan. Ia benar-benar penasaran darimana asal panah itu.
"Dai-chan itu benar-benar bodoh ya? Tentu saja panah itu datangnya dari musuh kita!" Gadis surai pink protes dengan kesalnya melihat tingkah teman masa kecilnya itu
"Mungkin maksud aomine-kun adalah arahnya" Kuroko berbicara tiba-tiba membuat semua orang berteriak
"KUROKO SEJAK KAPAN KAU DISANAAA?!!!" teriak semua orang tentu saja kecuali Akashi, Kuroko, Mika, Yuu, Nagisa,Karma, Momoi.
"Sejak tadi kok" Sang pelaku berkata dengan santainya tanpa rasa bersalah.Kuroko memang memiliki hawa keberadaan yang tipis. Namun bagi Kuroko itu sudah biasa dan merupakan keuntungan baginya.
Yuu masih terlihat gelisah. Serangan tadi benar-benar membuatnya makin khawatir. Mika menatap Yuu khawatir karena ia tahu apa alasan Yuu gelisah saat ini. Ia pun menghampiri Yuu dengan menyembunyikan kekhawatirannya.
"Yuu, ada apa?" Mika bertanya dengan santainya seperti biasa.
"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa!" Yuu menjawab dengan kekagetannya dan membuat Mika semakin khawatir
"Jangan bohong, Yuu! Kita kembar, kita saudara! Aku tau kau sedang memikirkan sesuatu, katakan padaku. Apa yang sedang kau pikirkan?" Mika menaikan sedikit nadanya dan membuat Yuu tersentak.Tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Yuu sehingga membuat Mika semakin khawatir karenanya. Ia pun berjalan semakin dekat ke arah Yuu dan memeluknya.
"Dengar Yuu, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir atau pun cemas sama sekali. Aku melakukan ini demi membuktikan sesuatu. Aku mohon jangan khawatir, semua akan baik-baik saja" Mika berkata dengan nadanya yang sangat menyesal. Seakan-akan saat ini ia ingin menangis.
Yuu yang mendengar nada Mika pun mengerti. Bahwa bukan hanya ia yang khawatir tapi juga Mika. Melihat Mika seperti itu pun Yuu tak tega. Ia pun segera memegang pundak Mika dan menjauhkannya dari posisinya tadi. Ditatapnya lekat mata yang berubah menjadi dwiwarna Merah - Biru dengan lekatnya. Ia bisa merasakan bahwa Mika merasa terganggu dengan keadaan.
"Aku mengerti Mika, mulai sekarang kita harus tetap waspada kan? Kau tak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Karena aku tau, aku tidak sendiri. Oleh karena itu, Janganlah kau bangkitkan matamu itu. Sebelum perkelahian dadakan terjadi" ucap Yuu
"Mulai dari sini, kalian harus semakin waspada. Karena aku yakin mereka mengincar salah satu dari kita!" Kazuma berteriak dengan tegasnya. Ia benar-benar merasa khawatir dengan kondisi kedua saudara kembar itu. Yuu dan Mika sangat misterius bagi seorang Kazuma dan murid lain terkecuali para Generasi Keajaiban.
"Kenapa harus mulai dari sini? Kalau bisa untuk sekarang" ucap seorang di depan mereka "aku benarkan, Chihiro?" SambungnyaSeketika seluruh pasukan akademi terdiam. Ia tahu siapa yang mereka hadapi. Yuu dan Mika kembali terkena serangan, kepala mereka sakit mendadak. Muncul berbagai gambaran disana. Melihat hal itu sang pelaku dan partnernya hanya tersenyum tipis.
"Lama tak berjumpa, Nijimura-san" sapa Kuroko dengan nada biasanya
"Lama tak berjumpa juga, Kuroko" Nijimura membalas dengan nada sinisnya pertanda ia merencanakan sesuatu
"Tetsuya.." ucap Chihiro sedikit kesal
"Ara? Ada sepupu Tetsu disini rupanya" ucap Aomine yang membuat para murid lain terkejut kecuali Mika,Yuu dan anggota generasi keajaiban lain.
"Ahomine ya?" Ucap Chihiro
"Bukan Ahomine, tapi Aomine!" Aomine membantah perkataan Chihiro yang membuatnya kesal "selain itu Midorima, bagaimana keadaan anak kembar itu?" Sambung Aomine tanpa melihat Mika dan Yuu di belakangnya
"Mereka seperti sedang mengingat sesuatu, nanodayo" Midorima menjelaskan kondisi Yuu dan Mika secara pasti
"Ayo Kise, Murasakibara temani aku bermain dengan mereka" ucap AomineTbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire King Generation
Fiksi PenggemarCast : Mikaela, Yuuichiro, Shinoa, Guren [ Owari no Seraph ] Yatogami (Yaboku), Yukine, Hiyori, Kazuma [ Noragami ] Shintaro, Ayano, Ene [ Mekakucity Actors ] Nagisa, Karma, Koro-sensei, Sugino, Isogai [Ansatsu Kyoushitsu ] Kuroko, Akashi, Kagami...