18

360 38 1
                                    

"Aku punya rencana, kalian semua berkumpulah!"
.
.
.
.

Mereka pun mulai berdiskusi  mendengar rencana Mika agar keadaan kembali berpihak pada tim Akademi.

"Kita harus bisa menekan mereka bagaimanapun caranya" ucap Akashi
"Kau bilang kau punya rencana Mika, apa rencanamu?" ucap Yuu
"Begini, nisa kita lihat saat ini pertarungan mereka semakin bertempo cepat. Lama-kelamaan Yato, Levi dan Eren akan kehabisan tenaga mereka" ucap Mika
"Oleh karena itu, jika tadi kau biarkan aku membantu mereka mungkin keadaannya tidak begini!" ucap Kazuma yang tidak bisa menahan dirinya
"Niat awalku memang begitu tapi kekuatanmu saja belum cukup untuk melawan mereka semua. Kita harus bekerja sama untuk mengalahkan mereka semua. Matahari akan segera tenggelam beberapa jam lagi. Kita masih punya sedikit waktu untuk perubahan rencana dan, aku perlu bantuan kalian semua. Termasuk kalian anggota generasi keajaiban" ucap Mika

Mereka semua mengangguk. Mika menjelaskan rencana-rencana yang kapan saja bisa berubah. Setelah selesai berdiskusi, Mereka pun kembali ke posisi mereka. Menatap tajam dan menunggu kesempatan mereka masuk ke dalam pertarungan.

"Hm.. sepertinya mereka semua sedang memperhatikan pertarungan ini dengan seksama. Apa kalian punya rencana baru, hm?" ucap sang raksasa
"Aku sendiri tak tau, tebak saja sendiri!" ucap Levi

Pertarungan terjadi semakin sengit. Tidak ada satupun celah bagi para murid akademi untuk masuk. Yato sudah mulai kelelahan begitu pula dengan Levi dan Eren.

"Sial, gak ada kesempatan" keluh Sugino
"Mika-kun, bagaimana menurutmu?" tanya Nagisa
"Sebentar lagi, keseimbangan pertarungan akan runtuh. Kita bisa menerobos setelah itu" jawab Mika
"Itu kelamaan!" protes Kazuma
"Kalau begitu keadaannya, kami maju duluan" ucap Tsubaki
"Kalau gitu ini rencana C kan? Serahkan pada kami. Akan kami buat celah untuk kalian" ucap Fujisaki
"Lagipula, kita tidak bisa diam saja kan?" ucap Onizuka
"Kalau begitu, Kuserahakan serangan awal pada kalian!" ucap Mika

Pasukan Fujisaki dan Tsubaki pun bergerak. Tidak ada seorangpun dari kedua kubu yang bertarung menyadari pergerakan mereka. Tak lama kemudian mereka menyerang diam-diam pasukan musuh dan membuat celah di medan pertarungan.

"Apa yang terjadi? dari mana asal batu-batu kerikil ini?!" ucap Raksasa itu dengan kesalnya
"Aduh, sakit! Ini kerikil dari mana datangnya sih?!" ucap sang ketua bandit dengan kesalnya, lebih kesal dari raksasa itu

Mika dan yang lainnya pun bersiap menyerang. Mereka bergerak secara perlahan tanpa disadari oleh siapapun. Kerusuhan mulai terjadi di tempat pertarungan karena serangan batu kerikil secara tiba-tiba dari Fujisaki dan Tsubaki beserta teman-temannya demi membuat celah. Mereka bergerak sesuai rencana. Mika dan Yuu sedang berada agak jauh dari tempat pertarungan untuk mendiskusikan sesuatu sementara para murid akademi lain mempersiapkan diri mereka.

"Mika, kau yakin sekarang saat yang tepat untuk memberitahu mereka. Kita bahkan belum bisa membuktikannya" ucap Yuu
"Aku tau, tapi kita harus mengatakannya. Cepat atau lambat pasti mereka akan tahu segalanya" ucap Mika
"Bagaimana kalau mereka tidak percaya?" tanya Yuu
"Kita akan membuktikannya tepat di hari kita mendapatkan kembali apa yang harusnya menjadi milik kita" jawab Mika
"Kau ini memang benar keras kepala" ucap Yuu
"Aku memang begitu kan?" balas Mika

Yuu tersenyum tipis mendengar hal itu. Mika tidak pernah berubah. Sifatnya masih seperti dahulu. Mereka pun kembali ke posisi mereka seperti di dalam rencana. Merasa ada yang aneh, raksasa itu pun memperhatikan sekelilingnya.

"Kemana para murid akademi itu?!" teriak sang raksasa
"Wah, sepertinya kita harus menggunakan rencana D" bisik Karma
"Aku tidak tau alasannya, tapi aku setuju denganmu kali ini" balas Akashi
"Kalian yakin?" tanya Nagisa
"Sekarang bukan waktunya yakin atau tidak, Nagisa-kun" ucap Kuroko
"Kau benar" ucap Nagisa
"Kalau begitu" ucap Isogai menjeda kalimatnya sebelum melanjutkan "SERANG!" teriaknya kemudian dengan semangat.

Isogai dan pasukannya menyerang sang Raksasa beserta para bandit itu dan membuat keadaan mereka sedikit kewalahan.

'Sial, harus kuakui mereka kuat' batin Isogai
'Apaan lagi ini?! Mereka tadi hanya menonton dan sekarang ikut bertarung juga?!' batin sang raksasa dengan kesalnya
'Ini sih namanya pengeroyokan!' batin ketua bandit dengan amarahnya karena kesal

Melihat pertarungan itu, Mika dan Yuu mulai berpikir. Apa yang akan dilakukan pasukan Kazuma sekarang. Saat ini, Mika dan Yuu hanya fokus pada pertarungan para murid akademi dan menunggu kapan bagian mereka masuk ke pertarungan.

"Tch, kita tak akan bisa dapat apa-apa jika hanya diam disini" ucap Kazuma
"Apa yang mau kau lakukan, Kazuma?" tanya Karasuma
"Entahlah" jawab Kazuma singkat

Tiba-tiba saja aura di sekitar mereka berubah. Mika dan Yuu pernah merasakannya, begitu pula dengan Yato dan Yukine beserta Kazuma. Mereka yang bertarung pun menghentikan pertarungan itu secara mendadak.

"Apa ini?" ucap sang raksasa
"Kalian bawa pasukan lagi ya?!" tuduh sang ketua bandit
"Tidak... aura ini... bukan berasal dari pasukan kami"  ucap Yato

Tbc

Vampire King GenerationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang