12

464 52 0
                                    

"Ayo Kise, Murasakibara temani aku bermain dengan mereka"

.
.
.
.

"Bermain apa Aomine-cchi?"tanya Kise kebingungan
"Kalau tidak ada makanan, aku gak mau ikut. Itu menyusahkan" Ucap Murasakibara dengan nada malas
"Tenang, akan kupastikan saat pulang nanti Himuro akan membuatkanmu kue yang enak" ucap Aomine
"OI AHOMINE! JANGAN BAWA-BAWA KAKAKKU DISINI!" teriak Kagami
"APA MASALAHNYA BAKAGAMI?! KALAU PAS MAINNYA GAK ADA MURASAKIBARA GAK SERU!" teriak Aomine
"TETAP SAJA AKU TIDAK TERIMA!" teriak Kagami
"Taiga, turuti saja kata Aomine. Atsushi, kau tenang saja akan ada banyak maibou dariku dan kue dari Himuro jika kau ikut bermain" Akashi berkata dengan kewibawaannya yang tinggi. Ia sebenarnya punya rencana untuk dua orang di depan mereka yang tidak disadari ketiga orang berambut pelangi itu.
"Hm..Ok, aku ikut" Murasakibara menjawab dengan malasnya
"Oi oi, ada apa dengan tampangmu itu?"tanya Nijimura
"Aku tak peduli dengan tampangnya, tapi yang pasti kita akan membawa si rambut pirang bermata biru itu kan?" Chihiro berkata dengan tenangnya. Sementara yang dimaksud mulai memandanginya
"Yang kau maksud itu aku?"tanya Mika yang kepalanya masih terasa sakit
"Siapa lagi kalau bukan kau? Kau akan kembali ke rumah. Itulah yang aku katakan bukan? dan ya panggil aku Mayuzumi" ucap Mayuzumi dan saat itu pula kepala Mika merasakan sakit kembali saat mendengar nama marga 'mayuzumi' itu.

Yuu melihat Mika kesakitan merasa sangat khawatir. Namun ia juga tak berdaya kepalanya semakin sakit dan lama kelamaan pandangannya memudar. Yuu pingsan karena rasa sakit yang teramat sangat di kepalanya.

Mika yang melihat Yuu pingsan mulai pasrah dengan keadaan yang menimpanya. Lama kelamaan pandangan Mika ikut memudar dan tak sadarkan diri. Sementara Nijimura dan Mayuzumi hanya tersenyum sadis seakan mengatakan bahwa semuanya akan mudah bagi mereka.

Selama pingsan, Mika dan Yuu terlihat baik-baik saja di luar tapi tidak bagi mereka di dunia lain. Di depan Yuu dan Mika saat ini telah berdiri sosok yang persis seperti mereka hanya saja kedua sosok itu terlihat seperti bangsawan dan menatap Yuu dan Mika dengan sangat lekat.

"Aku tak menyangka mereka akan merasakan kesakitan karena kedua orang itu" ucap pria yang mirip dengan Yuu di depan mereka
"Sepertinya kini sudah saatnya, kalian berdua kemarilah" Pria mirip Mika kembali bersuara

Mika yang asalnya melamun jadi mengingat sesuatu. Ia teringat kembali dengan pertemuan pertamanya dengan orang yang mengajak mereka sementara Yuu saat ini mulai percaya dengan cerita Mika pada hari itu.

"Val.." gumam Mika

Kedua orang di tempat itu terkejut kecuali bagi si pemilik nama. Sementara yang dipanggil hanya tersenyum tipis. Ia tak menyangka bahwa orang di depannya telah mengingatnya.

"Arara... Kau tahu aku tapi kau tidak tau siapa dirimu?"

Mika dan Yuu terdiam mendengar perkataan orang didepannya. Mereka tidak bisa mengerti maksud dari perkataan kedua orang di depan mereka.

"Kau beruntung Val dia bisa mengingatmu daripada anak berambut hitam di depanmu itu, Dia terlalu bodoh! Dia bahkan belum mengingatku sama sekali" Pria yang mirip dengan Yuu kembali angkat suara. Ia memprotes pada Yuu kenapa hanya ia yang tidak ingat dengan dirinya.
"Hahaha.. makanya kau harus sering berkomunikasi dengan reinkarnasimu Valero" Val tertawa dengan kerasnya melihat reaksi sang panglima
"Apa yang kau maksudkan?! Kau sendiri tidak terlalu sering berinteraksi dengannya, kan. Aku hanya melihat kau berinteraksi dengannya selama beberapa hari saja!" Valero memprotes apa yang dikatakan oleh Val padanya.

Sementara Val dan Valero berdebat, Mika dan Yuu hanya bisa sweatdrop melihat tingkah laku kedua orang di depan mereka.

'Entah kenapa tingkah laku mereka mirip dengan kami. Tunggu! Tadi mereka bilang apa? reinkarnasi?' Batin Mika

"Ada apa Mika? Daritadi kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu" ucap Yuu
"Etto...." gumam Mika
"Ada apa Mika?" Tanya Val
"Apa yang kalian maksud dengan reinkarnasi? Siapa reikarnasi kalian? Dan apa maksud perkataan kalian tentang kami yang belum mengetahui diri kami yang sebenarnya?" Mika memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi. Ia masih penasaran dengan apa yang terjadi. Ia juga tidak sepenuhnya mengerti dengan situasi yang mereka hadapi saat ini.

Sementara itu, Yuu ikut berpikir siapa dirinya dan Valero. Kenapa mereka sangat mirip dan siapa yang mereka maksud reinkarnasi dan dari pertanyaan-pertanyaan di kepalanya, Yuu menyadari sesuatu.

"Mungkinkah..." ucap Yuu
"Hm?" Kali ini Valero angkat suara karena penasaran apa yang akan reinkarnasinya itu katakan
"Mungkinkah kami..." Yuu berkata dengan rasa gugup yang tak bisa ia kendalikan.
Mika yang memperhatikan dan mengerti maksud dari perkataan Yuu segera menduga apa yang ingin dikatakan sang kembaran kepada dua sosok di depan mereka.
"Reinkarnasi.. kalian?" Mika bertanya dengan nada biasa karena ia masih belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi
"Ya" Val menjawab singkat

Mika yang sedari tadi bertingkah biasa mulai membelaklakan matanya tak percaya. Begitu pula dengan Yuu yang ekspresinya sudah menandakan keterkejutannya.

"Hanya saja..." Valero angkat suara seakan mengerti kondisi yang terjadi di dunia nyata.

Mika dan Yuu menatap Valero kebingungan. Ia tidak mengerti dengan apa yang ingin diucapkan oleh sang panglima saat ini.

"Hanya saja ada sesuatu yang harus kalian lakukan sebelum mengingat semuanya. Mulai dari tempat ini, kalian akan mengalami masa-masa sulit dalam perjalanan panjang demi mencari senjata kalian. Dan saat senjata itu ditemukan, kita bisa bersatu kembali. Bukan sebagai arwah raja dan arwah budak melainkan menjadi satu arwah kehidupan yang sebenarnya" ucap Val
"Aku mengerti" ucap Mika
"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?" Yuu bertanya dengan kebingungan yang sedang melandanya saat ini
"Bukankah tadi kalian sedang diserang oleh Nijimura dan Mayuzumi?" Valero bertanya dengan nada mengintimidasi.

Mika dan Yuu mengangguk membenarkan. Mereka memang sedang diserang saat mereka belum berada disini.

"Kalian kembalilah, bangun dan kendalikan kekuatan yang kami berikan. Lawan mereka, percayalah kalian akan menang dengan berkerja sama" ucap Val

Setelah Val mengucapkan kalimat itu, seketika semua ruangan itu menjadi putih dan membuat mata Mika dan Yuu kesakitan akan sinar yang dihasilkan oleh ruangan itu.

Tbc

Vampire King GenerationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang