20 First kiss

1.1K 124 23
                                        

"Yak.. saem.. eottohke?"

.
.
.
.
.
.
.

"Kau kan bisa pakai alarm. Seharusnya kau yang membangunkanku" ucap Xiumin.

"Terserah kalian, yang jelas dorm harus rapi dan ada makanan untuk kami" tukas Suho.

Masing-masing dari mereka mulai berdiskusi dengan partner masing-masing. Menyusun rencana agar mereka tidak terkena hukuman. Ini sangat mudah untuk pasangan yang sama-sama rajin seperti Lay-So Hyun atau Suho-Irene. Krystal dan Kai pun sama, Kai si tukang tidur harus bangun lebih pagi jika tak ingin dapur berantakan karenanya.

"Oppa, aku benar-benar tidak bisa memasak." Ucap Rose malu.

"Nanti aku akan mengajarimu" balas Kyungsoo singkat.

"Gomawo oppa"

"Cheonmaneoyo" jawab Kyungsoo.

Sebenarnya Rose sedikit segan dengan Kyungsoo. Namja pendiam itu sedikit ketus jika berbicara, berbeda sekali dengannya yang sangat cerewet.

Beberapa dari mereka memang sedikit sungkan dengan partner yang ditetapkan Irene dan Suho, terutama para yeoja yang baru bergabung itu. Tapi Irene dan Suho sengaja melakukan itu agar mereka semua bisa kompak. Seperti Xiumin dan Jennie yang selalu bertengkar, Jisoo yang pendiam dengan Chen yang cerewet, Baekhyun si penakut dengan Lisa yang tomboy dan juga Rose yang cerewet dengan Kyungsoo yang pendiam. Irene berharap mereka bisa saling melengkapi. Dia ingin membangun The Universe yang kompak dan solid. Suho pun setuju dengan semua itu, cukup sekali persahabatannya hancur, dia tak ingin The Universe berantakan seperti persahabatannya dulu. Itu terlalu berat buat dia, Lay dan juga Xiumin.

❤❤❤❤❤

Pagi ini Jennie bangun lebih awal. Setelah mencuci muka dia turun untuk melaksanakan tugasnya. Dengan mata yang masih mengantuk dia berjalan menuruni tangga untuk menuju dapur dorm. Aroma kopi tercium dari arah dapur.

"Saem sudah bangun?" Tanya Jennie melihat Xiumin sedang menyeduh kopi.

"Kau masih mengantuk? Mau kopi?" Tawar Xiumin yang langsumg diiyakan Jennie.

"Apa kita tidak akan terlambat jika minum kopi dulu? Kita masih harus membersihkan dorm"

"Aku tak butuh waktu lama untuk membersihkan tempat ini sendirian" jawab Xiumin.

"Kau mau pakai krim?" Tanya Xiumin pada Jennie.

"Aku suka banyak krim"

"Ini, kau makan dulu" ucap Xiumin memberikan sandwich untuk Jennie.

"Setidaknya kau tak mengantuk ketika memasak dan membersihkan dorm." Tambahnya.

Xiumin dan Jennie mulai membersihkan dorm. Dan benar saja Xiumin sangat cekatan dalam hal bersih-bersih. Tak butuh waktu lama buat Xiumin menyelesaikannya. Mereka bergegas ke dapur untuk membuat sarapan. Jennie menyeka peluh di dahinya lalu memcuci tangannya, bahkan dia hanya membantu sedikit karena Xiumin lebih cekatan darinya.

"Dasar payah, baru sedikit saja sudah lelah" sindir Xiumin.

"Kenapa harus membuat jadwal membersihkan dorm jika kita sudah punya cleaning service" sahut Jennie meledek

"Mwo? Katakan sekali lagi"

"Kau cocok jadi cleaning service" ucap Jennie tanpa takut.

Xiumin sebenarnya tidak ingin ambil pusing, namun kali ini Jennie harus di beri pelajaran. Bibir tipisnya tersebut kadang tidak bisa menyaring kalimat dengan benar.

|01| Hacked Heart X EXOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang