Seorang gadis cantik nan pintar yang berprofesi sebagai white hat hacker dengan topeng penampilannya yang terlihat polos, nerd dan juga introvert. Kepintaran yang tak bisa membuatnya lekas mendapat pekerjaan yang dianggap normal oleh keluarganya.
Se...
Suasana kantor The Universe terasa sangat sibuk. Semua berkutat pada pekerjaan masing-masing. Tumpukan dokemen di meja mereka seakan tak habis untuk hari ini. Mungkin seperti itulah gambaran kesibukan mereka di mata Lay.
Tanpa Lay tahu seberapa banyak pekerjaan mereka sebenarnya.
drrrtttt--drttt.--drrrttt.
Suara ponsel yang tergeletak di meja menginterupsi pekerjaannya. Lay menatap nama yang tertera di layar ponselnya, ia mendesah kesal.
Incoming call from Woo Bin ➡➡➡
Dengan malas, Lay pun terpaksa mengangkatnya.
"Yeobseo?"
"Yeobseo chingu-ya"
Lay beranjak dari kursinya dan berjalan menuju balkon, ia tidak ingin jika temannya tahu Woo Bin menelfonnya.
"Kau mau apa?" Desis Lay pelan namun terdengar tajam.
"Betemu dengan mu"
"Kau.. kau mau apa lagi?" Geram Lay.
"Satu jam lagi, kafe biasa"
Tut...tut..tut..
Panggilan diputus sepihak oleh Woo Bin, Lay menggeram kesal. Ia menghela nafas panjang meredam emosinya. Tangannya mencengkram erat besi pembatas balkon gedung, menopang tubuhnya yang mendadak lemas. Ia kembali menghela nafas panjang, berusaha mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi kawan lamanya itu.
Lay kembali masuk ke dalam ruangan kerja mereka, ia meraih kunci mobilnya dan segera pergi.
"Hyung mau kemana?" Tanya Taehyung.
"Keluar sebentar, jangan mengacaukan kantor. Arraseo?" Jawab Lay tegas dan langsung pergi dari kantornya. Ia pergi dengan tergesa, karena jarak kantor dengan cafe tempat dirinya biasa bertemu Woo Bin cukup jauh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lay melajukan mobilnya menuju cafe, dia sudah bertekat menghadapi semua, move on dari bayangan masa lalunya.
Lay berjalan menuju meja di sudut ruangan. Meja tempat mereka berkumpul -dulu-. Meja yang sama ketika beberapa waktu lalu mereka bertemu.
Di sana, Woo Bin sudah duduk dengan dua cangkir kopi di depannya. Lay berjalan menghampiri pria itu. Ia berdiri di depan meja,
"Kau mau apa lagi?" Tanya Lay tanpa basa-basi.
Seolah pertemuan ini hanya membuang waktunya, jika Lay bisa memilih, Lay mungkin lebih memilih membuat antivirus bersama Jisoo, atau membuat game dengan Kai.
Bertemu dengan rekannya -dulu- adalah hal yang paling dibenci Lay melebihi apapun.