empat

3.8K 362 12
                                        

My Dream

"Anak-anak ayo kita makan malam bersama!" Seru eomma dari lantai bawah.

Mereka berlima bergegas turun menuju ruang makan.

Terlihat di meja makan sudah ada sang appa yang tengah mengobrol dengan eomma.

Semua sudah duduk di tempatnya masing-masing.

My Dream

"Hun-ie ayo kita pamit pulang.Sudah malam." Ajak Yoongi pada Sehun yang tengah dijahili Taehyung dan Jungkook di ruang keluarga.

"Nde hyung,"

Sehun lalu beranjak dari duduknya dan menatap tajam kedua kakak beradik JEON ini.

"Kalian berdua diam, jangan menggangguku terus!"

"Jangan menatapku seperti itu, kamu terlihat seperti akan membunuhku Sehun-ah." Ejek Taehyung membalas tatapan Sehun.

"Berlebihan." Monolog Jimin yang menghampiri Yoongi dengan sebuah flashdisk di tangannya.

Taehyung terdiam mendengar ucapan Jimin yang pastinya ditujukan padanya itu.

"Ah...baiklah, aku dan Sehun pamit pulang.Sampaikan salamku pada eomma dan appa." Ucap Yoongi mengacak rambut Taehyung gemas.

"Baik hyung.Yoon hyung jangan lupakan flashdiskmu." Jimin menyerahkan sebuah flashdisk ke Yoongi.

"nde gomawo." Ucap Yoongi.

Setelah Yoongi dan Sehun pulang, mereka bertiga masih terdiam di ruang keluarga.

"Kookie kembali ke kamarmu dan tidur, besok kamu harus sekolah." Perintah Jimin dengan mengusap rambut hitam adik bungsunya itu.

"Nde Jim hyung, jaljayo hyung!" Ucap Jungkook memeluk Jimin sebentar lalu pergi ke kamarnya.

Senyum sendu menghiasi wajah tampan itu.

My Dream

Jimin.

Yoongi hyung dan adiknya Sehun sudah pulang beberapa menit yang lalu.Kami bertiga masih disini, di ruang keluarga.

"Kookie kembali ke kamarmu dan tidur, besok kamu harus sekolah!" Perintahku dengan mengusap rambut hitam adik bungsuku itu.

"Nde Jim hyung, jaljayo hyung!" Ucap Jungkook memelukku sebentar lalu pergi ke kamarnya.

Senyum sendu itu, aku melihatnya.

Senyum yang memperlihatkan bahwa ia yang paling sedih dan tersakiti di dunia ini.

Senyum yang sangat aku benci darinya.

Apa dia tidak berfikir bahwa ada yang lebih tersakiti disini.

Entah mengapa aku sangat merindunkan pelukannya, pelukan dari adik pertamaku itu.

Aku ingin memeluknya seperti aku memeluk Jungkook.

Memeluk sebagai tanda kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.

Hah...

Bocah aneh yang kubenci sekaligus aku sayangi.

Yakk, apa maksudku itu?

Mollayo, aku pun bingung pada diriku sendiri.

Kenapa Jungkook tidak memberi ucapan selamat malam padanya?

Aku pergi meninggalkannya yang masih berdiri diam di ruang tengah.

"Jaljjayo saeng." Gumamku lirih entah dapat didengar atau tidak.

End.

My Dream

Pagi menjelang, semua anggota keluarga JEON sudah duduk manis di ruang makan untuk sarapan pagi.

"Appa Eomma, besok adalah hari libur nasional, bisakah kita berlibur ke taman bersama?" Panggilan Jungkook menghentikan kegiatan sarapan sejenak.

Appa meletakkan peralatan makan dan menegak setengah gelas air putih.Sedikit berdehem  sebelem mulai bicara.

"Kookie ingin berlibur ke taman?" Tanya appa lembut memandang Jungkook.

Binar cerah di kedua manik kembar Jungkook nampak terlihat jelas.

"Nde appa!" Serunya bersemangat.Senyum sumringah menghias wajah tampannya dengan gigi kelinci yang melengkapinya.Sungguh terlihat manis dan imut sekaligus.Kiyowo♡.

"Kita di taman akan duduk bersama di atas tikar dan memakan makanan yang eomma buat.Aku juga akan bermain bola dengan Jim hyung dan Tae hyung.Kita juga--"

Appa dan eomma tersenyum melihat Jungkook yang terlihat bersemangat.

"Kookie," potong eomma.

Jungkook memperhatikan eommanya tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.Semua terdiam.

"Dengarkan eomma nde! Emm... Bagaimana jika kita undur jadwal kita berlibur ke taman? Minggu depan mungkin?"

Senyum di wajahnya sirna.Raut datar menggantikannya.Seakan sudah tahu apa yang akan dikatakan eomma selanjutnya.

"Wae?" Tanyanya memberanikan diri.

"Taehyung diundang oleh presiden untuk mengisi acara peringatan Hari Nasional besok.Gwaenchana Kookie?"

"Aah...Gwaenchana." jawabnya dengan senyum palsunya.

"Jeongmal Mianhae Kookie.Hyung merusak rencanamu." Ucap Taehyung angkat bicara melihat senyum palsu adiknya.

"Gwaenchana hyung.Kita bisa berlibur lain waktu." Senyumnya nampak tulus dengan gigi kelincinya.

Appa dan eomma menghela nafas lega mendengar ucapan anak bungsunya.

Jimin(?)

Dia ada disana diantara mereka.Dia hanya terdiam tanpa berucap sepatah katapun dan senyum sendu juga turut hadir diwajah tampannya.

My Dream

Tbc.

Tijel seperti biasa:)
Konflik belum terlihat? Pelan-pelan aja dulu, nikmatin cerita yang ringan-ringan dulu baru persiapkan metalmu untuk chap2 kedepan, masih lama sih kayakknya.Tenang aja nanti lalak buat yang nista senistanya hahhaa:)

Voment kuy ^-^








my dreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang