Memandangmu... 🎵🎼🎶 Walau selalu...
Tak akan pernah beri...jemu di hatiku...🎶🎵🎼🎤🎹
😅😅
Jeni POV
"Kamu betah kerja di sana Jen?"
Aku menoleh ke arah suara, mama sedang menyendokkan nasi goreng ke atas piring dan mengulurkan piringnya ke arahku.
Hari ini hari Jum'at, tepatnya hampir sebulan aku bekerja di kantor Dimas.
"Betah" Jawabku cepat.
Mama tersenyum lalu mengambil duduk di depanku, tangannya menuangkan teh manis ke dalam gelas, kulihat asap masih mengepul.
Air liurku menetes menatap hidangan yang tersedia di hadapanku, nasi goreng dengan irisan telur dadar dan teh manis panas adalah menu sarapan favoriteku.
"Gak ada keinginan buat lanjutin kuliah lagi?" Tanya mama sesaat kemudian.
Suara motor yang sedang di panaskan terdengar, tidak perlu melongokkan kepalaku ke arah samping rumah karena dari tempat ku duduk terlihat jelas si bapak berkaus singlet sedang menggas-gas motornya, tanganku reflek menutupi sebelah telingaku walaupun tidak menolong mengurangi suara berisik knalpot motornya.
Aku berdiri dan menutup jendela yang mengarah ke halaman rumah tetanggaku, tersenyum menanggapi perkataan mama.
"Pengen sih ma, mungkin nanti kalau uangnya kekumpul" Kataku lalu kembali duduk dan mulai menyendokkan nasi ke dalam mulutku.
Suara ketukan pintu membuat kami menoleh bersamaan ke arah pintu.
Dimas berjalan masuk langsung ke ruang makan, tersenyum ke arahku, menyium punggung tangan mama lalu mengambil duduk di sebelahku.
"Nasi goreng Dim?" Tawar mama.
Dimas mengangguk.
"Biar Dimas aja yang ngambil tant, porsinya tante Chika kalo ngambil makanan buatku kaya porsi kuli" Katanya sambil berdiri meraih piring.
Mama tersenyum.
"Dim, menurut kamu universitas di Jakarta yang bagus di mana ya?" Tanya mama begitu Dimas kembali duduk dan memulai sarapannya.
Suapan yang hampir masuk ke mulut Dimas terhenti.
"Tergantung mau ngambil jurusan apa dulu, masing-masing universitas ada keunggulannya masing-masing tant, ini siapa yang mau kuliah?" Tanya Dimas.
Mama melirikku, Dimas ikutan menoleh ke arahku.
"Kamu mau lanjutin kuliah lagi?" Tanyanya sambil mengusap lenganku.
Aku meletakkan sendok dan menyesap teh manis secara perlahan karena masih terasa panas.
"Pengennya, cuma belum tau juga, biayanya aja belum ada" Jawabku.
Dimas terdiam, tangannya aktif menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.
"Gak usah kuliah Jen, ujung-ujungnya kamu bakalan ngurusin aku sama anak-anak kita nanti" Katanya tiba-tiba.
Suara batukanku terdengar berbarengan dengan suara batukan mama, kulihat mama sibuk menuangkan teh ke gelas untuk dirinya sendiri.
Dimas menyodorkan gelasku sambil mengusap-usap punggungku.
"Kenapa pada batuk sih? Bener kan ujung-ujungnya kamu bakal ngurusin aku, memangnya kamu pengen kerja pas udah nikah? Aku sih maunya kamu di rumah aja"
Mama kembali terbatuk.
"Minum lagi tant" Kata Dimas sambil menggeser gelas milik mama ke hadapan mama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Catch You
HumorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 23/3/18 - 12/5/18
