So Let Me!

834 35 1
                                        

"Sumpah? Demi tuhan Aldio itu anak nya Om Andy Sardi?" Baru dua menit mata wanita itu terbuka, ia langsung heboh sendiri mendengar cerita Sarah sepulang dari rumah nya. Sarah yang sedang berkaca langsung membalikan badan nya.

"Iya..." jawab nya malas.

"Kok bisa sih?" Ratu bangun dari posisi tidur nya menjadi duduk.

"Bisa lah... kan dia di lahirkan dari isteri nya om Andy." Celetuk Sarah dengan polos nya. Ratu memutar kedua bola mata nya malas. "Eh! Lo bangun jam segini, kerja malem?" Sarah melihat keluar jendela. Matahari mulai bersembunyi, langit mulai gelap tapi nyala lampu kendaraan semakin ramai menyelimuti kota Malam ini.

"Iya... tau deh bakalan dapet berita apaan?" Ratu mengangkat kedua alis nya. "Gue sama Reno bakalan Stay di Mabes Polri aja, siapa tau kan ada kejadian yang bisa di liput?" Lanjut nya. Sekarang kalian tahu kan siapa Ratu? Dia adalah Jurnalis lepas yang jatuh cinta dengan kameramen si partner kerja nya. Begitulah pekerjaan nya, tak memiliki waktu yang menentu. Di mana ada kasus, di situ ada Ratu. Mungkin itu slogan yang tepat untuk nya. Sarah mengangguk mendengar penjelasan tersebut.

"Kalau ada yang seru, ceritain ya!" Ratu mengangguk mengerti maksud Sarah. Jadi, teman nya ini selalu setia mendengarkan cerita-cerita dari Ratu untuk menjadi bahan tulisan nya. Ketika Ratu menuliskan paragraf demi paragraf untuk berita koran, Sarah akan menuliskan lembar demi lembar secara detail tentang liputan Ratu. Tentu nya di tambah dengan digresi sekaligus tokoh-tokoh catchy sehingga cerita nya menjadi menarik. Terkadang tulisan Sarah di terbitkan oleh Media Massa sebagai Cerpen pilihan bertemakan politik.

"Terus, ntar malem lo mau ngapain di Apartemen?" Tanya Ratu mengenai rencana penghabisan waktu yang akan di lakukan oleh Sarah.

"Ya tidur, besok gue kerja." Jawab nya cepat. Ratu menghelakan nafas nya panjang.

"Kenapa gak nyari baju aja ke Mall buat first day work?" Usul Ratu dengan semangat nya. Sarah menimbang-nimbang.

"Gak usah deh, belum paham juga kan pakaian yang pas apaan." Ucap Sarah.

"Iya sih..." Ratu menyetujui ucapan Sarah. "Eh! Besok bukan nya lo dapet undangan pameran dari Ghanyleo?" Tanya Ratu kepada Sarah.

"Wah iya!" Sarah menepuk jidat nya. Besok ia harus menghadiri pameran lukisan teman nya sepulang ngantor. "Pake baju apa ya?" Tanya Sarah kepada Ratu.

Dan berakhirlah Sarah di wardrobe ala-ala Ratu.

-

Aku pernah terpuruk. Saat itu usia ku baru menginjak bangku SMP. Tidak ada adaptasi yang begitu cepat, tapi percayalah jika semua nya bisa kita hadapi. Sejak lahir aku sudah hidup dengan segala fasilitas yang terpenuhi. Tapi semua nya berubah sejak Om Andy kembali.

"Kenapa kita pindah ke sini Yah?" Tanya ku sambil menatap heran rumah setengah jadi dengan halaman yang sangat luas. Tak pernah terbayang bagi ku untuk tinggal di sebuah rumah bertembok batako kasar tanpa langit-langit. Ayah ku tersenyum.

"Suatu saat nanti, rumah jelek ini akan berubah jadi rumah super nyaman bagi kita." Itu kalimat jawaban termenyedihkan bagi ku. Bagaimana? Bagaimana kita bisa nyaman tinggal di rumah seperti ini? Ini sangat jauh dengan penthouse mewah milik kita.

Kata orang, dunia ini selalu berputar. Dan beruntung nya aku berada di perputaran yang menyenangkan. Sekitar dua bulan aku mulai terbiasa dengan segala nya, mengoleskan obat anti nyamuk ke kulit, menyalakan kipas angin hingga full, yang terakhir memutar kunci rumah ku sendiri. Memang sih, semua awal nya semua nya terasa aneh. Biasa nya aku hanya perlu menyalakan AC tanpa memperdulikan pintu... kini setidaknya aku mempunyai pintu yang menjadi teman cerita hidup ku.

Foolish Love! (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang