"Ben!" Seseorang menepuk bahu ku ketika aku sedang fokus pada komputer di hadapan ku. Aku pun menatap orang itu, ternyata itu Boss ku. Pak Radhya. "Nih bimbing yaa!" Perintah nya sembari menunjuk wanita berpakaian serba hitam di belakang nya.
"Sip Pak!" Aku mengacungkan kedua ibu jari ku. Ini adalah pertama kali nya aku bertemu dengan...
"Sarah!" Ucap Wanita itu setelah Pak Radhya pergi. Tatapan nya teduh dan hangat, kesan pertama melihat nya, aku menyukai nya.
"Benni." Ucap ku, seraya bersalaman dengan nya sekilas. "Udah dapet tugas?" Tanya ku sembari menunjuk kubik kosong di depan kubik ku.
"Belum." Jawab nya sembari menaruh tas ke atas kubik baru nya. Aku mengangguk.
"Di samping kita itu kubik nya Mbak Vera dan Bang Lucky..." Ucap ku memberi informasi. Ia mengangguk, lalu duduk di kursi nya.
"Umur lo berapa Ben?" Tanya nya.
"Dua puluh dua."
"Wah seumuran!" Seru gadis itu seraya berdiri.
"Mau kemana lo?" Tanya ku penasaran. Ia mengambil tas nya.
"Pameran di Kuningan, mau ikut?" Aku berfikir sejenak dan aku pun ingat bahwa aku memiliki janji dengan penulis, kebetulan satu arah, mungkin aku bisa mengantar nya.
"Gak deh." Jawab ku. "Tapi kebetulan nih Sar, gue ada janji sama penulis. Satu arah, mau bareng?" Tawar ku. Ia langsung tersenyum sumringah.
"Boleh." Ucap nya dengan manis.
"Tapi gue naik motor..." Ucap ku lemas. Ia tetap manis, bahkan kini ia tersenyum.
"Gak apa-apa, emang harus nya naik apa?" Ucap nya di akhiri kekehan. Ku kira ia akan menolak, karena menurut ku ia terlalu cantik untuk menjadi wanita yang tidak takut dengan matahari. Lihat lah kulit nya, putih bersinar seperti mutiara. Mungkin ia memakai lotion bermerk Citra. Haha! Bahkan dalam narasi pun aku suka bercanda. Aku pun tersenyum semangat.
"Yuk!" Dan kami pun berjalan hingga parkiran. Wajah nya memerah begitu terkena sinar matahari, sama dengan ku. Beginilah derita menjadi orang-orang yang memiliki sedikit pigment di kulit nya. "Untung aja tadi pagi nganterin Ayu." Gumam ku saat memberikan salah satu helm yang tersampir di stang motor ku kepada Sarah.
"Ayu siapa tuh? Pacar ya?" Tanya nya dengan nada gurauan. Aku tertawa.
"Bukan. Teman SMA." Elak ku cepat. "Kalau lo... udah punya pacar?" Tanya ku penasaran. Seperti nya aku akan terlihat aneh, aku baru saja mengenal nya tapi sudah bertanya terlalu jauh. Tapi, yang nama nya baru kenal memang harus bertanya bukan? Agar kenal lebih dekat maksud ku... ah! Aku nya saja yang berharap ingin dekat.
"Gak punya." Jawab nya sembari menautkan kunci helm nya. Aku membulatkan mulut ku sembari memasangkan helm ku juga. "Emang lo janjian sama penulis siapa?" Tanya nya setelah naik di jok belakang motor ku.
"Raelee Chandra." Ia langsung memukul bahu lebar ku dari belakang.
"OH MY GOD!" Seru wanita itu dengan antusias. "Lentera tengah malam memang selalu redup, tapi selalu ada harapan yang tak pernah mati pada cahaya nya." Lanjut nya mengucapkan sepenggal kalimat dari buku penulis yang akan bertemu dengan ku. Aku menepukkan tangan ku beberapa kali.
"Pernah baca?"
"Ya!"
"Buku itu gue yang ngedit." Ia kembali memukul bahu ku dari belakang.
"Aaaa! Keren!" Seru nya. Aku tertawa sembari menyalakan mesin motor Mega Pro merah lama ku. Perjalanan kami pun berjalan menyenangkan. Aku tahu dia menyukai penulis siapa saja, dan dia pun tahu aku pernah menjadi editor penulis siapa saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Foolish Love! (COMPLETED)
RomanceNama ku Sarah Darmawan, aku senang membagi kebetulan-kebetulan yang menyenangkan dan keputusan-keputusan Semesta yang mengejutkan. Ini kisah cinta ku bersama nya, yang entah bagaimana ujung nya.
