Aku akan menceritakan tentang malam sebelum nya, di saat aku tak sengaja melihat dia lewat depan Cafe Capulus bergandengan dengan pria berambut cokelat yang tak dapat ku lihat wajah nya. Aku menyikut Arsyen yang sedang duduk di samping ku sembari menatap bayangan yang ku kenal tanpa mau melepas nya.
"Kenapa?" Tanya Arsyen heran. Nelin yang duduk di hadapan ku langsung memutar badan mengikuti arah pandangan ku.
"Licia?" Gumam Nelin dengan nada bertanya nya. Aku langsung berdiri, tapi di tahan oleh Arsyen.
"Udah lah Yo..." Ucap nya menenangkan ku. "Percuma di mintain kejelasan kalau udah jelas dia jalan sama laki-laki lain." Lanjut nya. Aku terdiam mencerna tiap kata yang terucap dari mulut Arsyen, benar juga. Semua tak perlu di pertanyakan. Karena kenyataan nya... aku sudah melihat jawaban tersebut di depan mata ku sendiri. Menyakitkan. Aku pun menelan ludah ku dengan susah payah.
"Ada undangan ke Premiere buku nya Sore, sekalian pameran dia... mau datang?" Tanya Nelin sembari menatap ku yang tengah duduk kembali.
"Dateng lah..." Jawab ku cepat.
"Gimana Sarah?" Tanya Arsyen mengalihkan topik pembicaraan. Aku tau dia dulu pernah menjadi sahabat nya Sarah, wajar jika ia menanyakan perihal Sarah. Tapi... entahlah aku tak mengerti apa maksud nya? Dan apa tujuan dari pertanyaan? Gimana Sarah? Terdengar ambigu bukan? Ini maksud nya ia menanyakan kabar Sarah? Atau tentang kemajuan hubungan kami?
"Kenapa Sarah?" Aku memang tak tahu kemana arah obrolan nya. Terlalu menggantung.
"Gimana? Baik kan? Cantik pula! Gak lo deketin?" Tanya Arsyen penuh penekanan.
"Apaan? Suka kok dia sama Sarah!" Timpal Nelin. "Nih ya Sen! Sampe lihat Sarah di ajak makan siang sama Client aja cemburu!" Lanjut nya menjelaskan kecemburuan ku pada Sore saat mengajak Sarah makan siang di restoran Kyochon. Aku tertawa renyah.
"Cantik ya..." gumam ku mengomentari Sarah.
"Bukan cuma cantik Yo! Baik banget..." Arsyen menatap langit-langit, berusaha mengingat segala kenangan SMA nya dengan Sarah.
-
"Sen!" Aku langsung menatap orang yang memanggil ku. Ratu, teman sekelas Sarah yang sedang berlari menghampiri ku di tengah hari yang terik. "Lu... tau gak sih... Sarah di deketin Andre anak sekolahan sebelah!" Ucap nya dengan nafas tersengal-sengal.
"Yang bandel itu?" Ratu mengangguk. "Yang suka nongkrong di Warkop belakang sekolah?" Tanya ku lagi. Ia mengangguk lagi. "Dia kan bandel banget Rat!" Ucap ku.
"Emang! Larang dong Sen! Lu kan sahabat kesayangan dia!" Ucap Ratu penuh perintah. Aku mengangguk, aku tak mau sahabat tersayang ku pun tersakiti. Apalagi dengan Andre si playboy cap kapak terebut.
"Yaudah! Makasih info nya ya Rat!" Ratu mengangguk.
"Lo gak ada niat nembak Sarah?" Saat itu juga aku mematung, aku tidak pernah berfikir untuk menjalin sebuah hubungan dengan sahabat ku sendiri. Apa semua nya akan baik-baik saja jika kita menjalin sebuah hubungan? Hey! Apa mungkin Sarah menyukai ku dan mengharapkan lebih? "Dia suka sama lo bego!" Ratu menjawab semua pertanyaan ku. Aku melipat kedua tangan ku di depan dada.
"Bohong lu!" Ucap ku setelah beberapa detik berfikir. Wanita itu memutar kedua bola mata nya.
"Kaga lah!" Ucap wanita itu meyakinkan. "Perempuan sama laki-laki itu gak bisa sahabatan Sen!" Lanjut nya heran. Mungkin di dalam hati nya ia sedang memaki ku karena terlalu bodoh menjadi laki-laki. Gak peka. Haha.
"Gak percaya gue..." Aku mengibaskan kedua tangan ku dengan polos nya. "Noh... buktinya dia deketan sama Andre." Lanjut ku.
"Ya gara-gara lo gantung mulu bego!" Ucap Ratu kesal. "Emang lo suka gak sih sama Sarah?" Tanya nya dengan serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Foolish Love! (COMPLETED)
RomanceNama ku Sarah Darmawan, aku senang membagi kebetulan-kebetulan yang menyenangkan dan keputusan-keputusan Semesta yang mengejutkan. Ini kisah cinta ku bersama nya, yang entah bagaimana ujung nya.
