Bab 38 : "Japanese Restaurant."
Hari ke-28 (Minggu)
"De, buruan keluar temenin gue ke toko Mama nganterin tepung." Harris berdiri didepan pintu kamar Hazel yang tidak ditutup, Hazel sedang berbaring diatas sofa panjang didalam kamarnya tepat disamping jendela besar dengan gorden panjang berwarna putih ke abu-abuan.
"Iya," Hazel duduk lalu mengambil jaketnya, beberapa detik kemudian ia sudah siap dan menyusul bersama Harris datang ke toko cake Mamanya.
Pada saat diperjalanan menuju toko Cake yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka, Harris membuka percakapan.
"Oh iya, Kok Keanu gak jemput lo kesekolah lagi sih de?" Harris melihat Hazel yang sedang bermain dengan ponselnya. Hazel yang mendengar pertanyaan itu lantas langsung melihat Harris, memindahkan titik fokus matanya dari Ponsel.
"Enggak apa-apa."
"Udah berapa hari gue gak liat dia jemput lo. Kemarin lo naik bus sekolah kan?"
"Iya,"
Harris mengamati Hazel, ia melihat ada rasa tidak suka saat dirinya menjadikan Ken sebagai bahan pembicaraannya dengan Hazel. Harris lantas mengangguk dalam diam, ia sempat berpemikiran mungkin Hazel sedang dalam masa pertengkaran dengan pasangan yang menurutnya wajar dialami anak muda yang sedang pubertas.
"Hari ini mau kemana?" Tanya Harris lagi, menjauhi materi tentang Ken yang mungkin tanpa sadar membuat mood adiknya menurun drastis.
"Gak kemana-mana sih? Kan Minggu, disekolah juga gak ada kegiatan." Sahut Hazel santai dan rileks, mulai nyaman dengan arah pembicaraan ini.
"Nanti sore keluar yuk, ngapain kek kan gue juga udah setahun gak pulang. Kota ini udah banyak berubah tau gak."
"Yaudah, mau kemana kak?" Hazel menegakkan posisi duduknya. Sebenarnya ia memang sudah lama tidak hang-out dengan Harris. Selama Harris pulang, Hazel juga terlalu sibuk dengan urusan sekolahnya. Setidaknya sampai tahun baru ia punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama Harris sebelum akhirnya Harris kembali berangkat ke Amerika, untuk menyelesaikan kuliahnya.
"Jalan-jalan? Makan? Ke wahana bermain?"
"Seru banget kalau gitu kak!" Hazel melonjak kegirangan.
"Lo masih kayak Hazel 5 tahun yang lalu yaa?" Harris terkekeh.
"Iyadong."
******
Hazel memperhatikan lingkaran pipih yang tersusun kue-kue diatasnya, lingkaran pipih itu berputar lambat membuat kue-kue yang tersusun disana seolah-olah telah siap dihidangkan. Harris datang lalu mengambil satu kue dari lingkaran pipih itu lalu memasukannya kedalam mulutnya.
"Kok dimakan sih kak?" ucap Tirsa, ia memukul pundak Harris membuat pria itu memperlihatan deretan gigi-giginya dan kue didalam mulutnya. Tirsa meletakan kue lagi untuk menutupi tempat kosong disana.
"Abisnya enak sih mah." Goda Harris membuat Mama nya terkekeh.
"Hazel, kamu gak mau tart?" Tanya Tirsa, ia mengangkat piring yang berisi setumpuk kue tart disana.
"Enggak, aku baru aja ngabisin setoples kue Nastar."
"Yang rasa nanas lebih enak loh Mah, nanti buatin yang banyak ya supaya bisa jadi bekal dibawa ke LA."
KAMU SEDANG MEMBACA
21 DAYS WITH MY ICE BOYFRIEND
Teen FictionHazel, seorang cewek yang Begitu Normal. Dia gak cengeng, bawel, alay, cerewet tapi dia itu bersikap ditengah rata-rata cewek Remaja pada umumnya. Tahun 2017 adalah tahun dimana Hazel duduk dibangku SMA. Tiga bulan bersekolah di SMA Victory. Bertepa...
