Nijuuyon

63 5 7
                                    

Ku minta maap kalo ada yang lupa sama cerita ini:v

Beberapa minggu ini terasa berjalan lambat. Aldi bingung ia harus apa sekarang. Ia sudah mendaftar di universitas yang ia tuju. Tapi semuanya terasa hampa. Seperti ada yang kurang.

Oh ya, chat balasan dari Nisa.

Itu yang ia tunggu selama ini.

Ia sudah berkali-kali mengechatnya tapi tidak ada tanda-tanda Nisa membacanya. Apa mungkin HP Nisa sedang rusak kali ya? Bisa jadi.

Hubungannya dengan Diva tidak bisa dibilang berjalan baik semenjak kejadian itu.

Sebenarnya yang Aldi ceritakan pada Nisa tak seluruhnya dusta. Memang benar adiknya Aldi meninggal. Namun, tak lama setelah adiknya meninggal, sahabatnya juga meninggal.

Namanya Puan. Aldi, Puan, Diva, dan Arkan sejak SD sudah bersahabat.

Kalian pasti mengerti jika cowo dan cewe bersahabat, besar kemungkinannya mereka menyukai sahabatnya sendiri. Begitu pula dengan Aldi dan Puan.

Mereka sama-sama saling memendam rasa dan sama-sama tak berani untuk mengungkapnya. Bagi mereka, melihat dan melindungi dari jauh saja sudah cukup.

Arkan dan Diva tahu mereka saling memendam rasa. Setiap mereka berdua membantu Aldi pdkt-in Puan, Aldi selalu menolak. Aldi terlalu teguh pendirian. Puan juga sama.

Puan seorang violinis. Dia sering bermain dengan adiknya Aldi. Hal itulah yang membuat Aldi jauh lebih sedih. Apalagi dihari terakhirnya Puan bermain, ia seperti bermain lagu yang mengisyaratkan perpisahan.

Beberapa bulan sebelum Puan meninggal, ia didiagnosis mengalami kanker otak dan sudah kronis. Puan sudah berusaha yang terbaik, pada akhirnya ia menyerah. Diva yang pertama kali tahu tentang hal ini. Namun, tidak dengan Aldi dan Arkan. Puan meminta Diva untuk merahasiakannya.

Puan ingin mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama tanpa adanya rasa kasihan yang ditujukan kepada dirinya. Ia ingin semuanya berjalan seperti biasa tanpa ada gangguan. Jika sudah waktunya, ia siap.

Padahal Puan sering terlihat kesakitan. Namun, Aldi tetap tak sadar. Ia pikir hanya sakit biasa. Dan ia pun baru tahu setelah 5 bulan Puan meninggal. /temennya ulan ini mah/

/saya harap kalian g muntah baca cerita penuh drama ini/

Yah nasi sudah menjadi bubur. Waktu tak bisa diulang kembali dan Aldi menyesali kenapa ia tak sadar sama sekali.

Pada akhirnya, Diva dan Arkan membantu Aldi untuk move on dari Puan. Diva meminta mereka menjalin hubungan pura-pura dan Arkan membuat Aldi sibuk dengan kegiatan sekolahnya. Walaupun pada akhirnya hal itu tak berhasil.

Yang ada, Diva malah terjatuh terlalu dalam dengan perasaan semunya itu.

***

Nisa sudah selesai mengepak barangnya dan siap berangkat. Lusa Nisa akan berangkat ke negara tujuannya.

Ia sudah berbicara mengenai kejadian saat upacara kelulusan itu walaupun Diva tidak menceritakan kejadian sebenarnya karena Nisa yang meminta. Ia tidak tahu sudah memaafkan Diva atau belum. Lagipula untuk apa dia marah?

Hari ini setelah mengepak barang, ia pergi ke rumah Firda untuk menginap sebelum ia pergi. Ia tidak berkata kepada kedua sahabatnya itu kalau ia tak akan kembali dalam jangka pendek. Hanya bilang kalau ia akan kuliah cukup jauh.

"Ish, Nisa mau masuk mana emang? Mesti gitu ya jauh-jauh?" tanya Firda sambil cemberut.

"Hehehe, kalian tenang aja. Kangen tinggal chat-an kan?"Firda mencibir.

"Cih, kek ada yang bakal kangen aja. Eh tapi ada si, yang ono noh." Alis Firda naik turun. Diva sedari tadi diam memperhatikan.

Nisa ga ngerti maksudnya Firda siapa.

"Hah maksudnya siapa?" Firda mencibir.

"Dih pura-pura ga tau. Itu loh yang dulu lo jadi babu." Serius mukanya ngeselin. Nisa pun melirik Diva yang mulai menundukkan kepalanya.

"Apa si Fir."

###

I'm back!

Jangan lupa tinggalkan VOTE dan COMMENT.

Terima kasih

09Apr18-17Mei2018                                 

Piano dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang