"Duh yang mana yah tas nya" bingung Valetta sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"Malu banget lagi diliatin" ucap Valetta lalu menutupkan mulutnya menggunakam baju Dave yang dipegangnya karena dilihatin oleh murid murid yang belum pulang
"Mau ngapai dek? " ucap Julian mengagetkan Valetta
"Astaga, lo bikin gue kaget mulu deh kayaknya. Cinta yah lo bikin gue kaget!? " kesal Valetta memutar bola matanya malas
"Iya cinta, sama orang nya juga" cengir Julian
"Gombal lo receh! Minggir" ketus Valetta lalu melihat tas Dave yang masi ia ingat saat Dave memakai nya kemarin
"Ah iya pasti ini. Tuhkan bukunya aja nama Boy, gasalah lagi" ucap Valetta tersenyum bahagia
"Hati hati Val, banyak fans nya yang mau nerkam lo. Sorry yah gue gak bisa kawanin soalnya mau tanding, lo nonton kan" ucap Julian berbisik pada Valetta yang dianggukan oleh Valetta
"Iya gapapa, gue kuat kok" canda Valetta padahal mah dalam hati takut liat kaum hawa yang sudah menatap nya tajam karna berada dibangku pangeran mereka
"Yaudah hati hati lo, gue cabut" ucap Julian tersenyum lalu mengacak rambut Valetta
"Oke" jawab Valetta lalu memasukkan baju Dave dan tidak lupa ia sekalian memasukkan buku dan peralatan Dave yang belum rapi kedalam tas nya
"Akhirn-"
"Ngapain lo?! " bentak seorang cewe yang tiba tiba berada disamping Valetta
"Eh Vania" gumam Valetta menatap Vania sambil menundukkan kepalanya
"Lo ngapain gue tanya?! " bentak Vania sekali lagi sambil mendorong Valetta hingga terjatuh kebangku Dave
"I ini gu gue mau kasi baju Dave" gugup Valetta sambil meremas kedua tangannya
"Terus ngapai lo pegang pegang tas pacar gue ha?! " tanya Vania sekali lagi sambil mengaku bahwa Dave itu miliknya
"Maaf, gu gue gak maksud"
"Lo itu yah! " gertak Vania lalu menyiram Valetta dengan air minum yang berada ditangannya
"Aw" rintih Valetta saat Vania langsung mendorong tubuhnya tiba tiba disaat dia lagi membersihkan mukanya yang terkena air mineral milik Vania
"VANIA! " gertak seseorang dari arah belakang Vania lalu berjalan memuju mereka
"Dave" lirih Vania
"Kamu kenapa sih? Kenapa kamu apain dia sampe kek gini? " tanya Dave lembut meskipun ia sudah marah
"Dia yang kegatelan sama kamu! " ucap Vania sambil menghentakan kakinya seperti anak kecil
"Maksud kamu? "
"Dia pegang pegang tas kamu terus dia masukin ntah apa gitu ke tas kamu" tuduh Vania lalu memegang tangan Dave
"Dia mau kembaliin baju aku Van karna aku tadi yang suruh " ucap Dave lembut
"Kamu kok gini sih Dave? Biasa juga tiap kali cewe yang aku labrak karna deketin kamu, kamu gak pernah belain mereka walaupun aku yang salah, tapi kok dia kamu apain sih? " kesal Vania
"Kamu udah dijemput sama papa diluar makanya aku cariin kamu, udah pulang gih" ucap Dave mengalihkan pembicaraan lalu mengacak rambut Vania lembut
"Gapapa kan aku gak kawanin kamu tanding? Soalnya aku mau check up" ucap Vania yang lupa akan kejadian barusan hanya karna Dave mengacak rambutnya
"Iya gapapa. Hati hati yah" senyum Dave manis lalu dihadiahin pelukan dari Vania
"Mereka gak nyadar apa gue masih disini" kesal Valetta yang hanya bisa berbicara dalam hati
"Dadah" ucap Vania lalu keluar dari kelas Dave
"Hm bajunya udah gue masukin ke tas lo, makasih yah dan sorry sekali lagi" ucap Valetta pelan sambil menundukkan kepalanya dan berjalan meninggalkan Dave
"Lo bicara sama siapa? " tanya Dave langsung mencekal tangan kanan Valetta
"Ha? " bingung Valetta lalu menghadap ketangan yang dipegang Dave
Dia tersenyum, bukan fake smile kali ini yang Valetta berikan
"Sa sama lo" jawab Valetta gugup
"Mana bajunya? " tanya Dave yang masih memegang tangan Valetta
"Di tas lo" jawab Valetta yang masih tersenyum
"Nih ambil " ucap Dave membuka jaket yang ia pake yang langsung menampakkan kaus putih polosnya
Valetta pun langsung mengambil jaket tersebut dan menatap Dave bingung saat memakai baju yang ia cuci tadi untuk Dave
"Pake" ucap Dave datar setelah memakai baju nya
"Pake? " tanya Valetta bingung
"Ck, baju lo kan basah jadi pake nanti lo masuk angin" ucap Dave datar
"Bu buat gue? " tanya Valetta tidak percaya, ini yang kedua kalinya Dave perhatian padanya astaga
"Kok gue degdegan gini yah, duh gak mungkin kan gue suka sama dia sedangakn gue juga suka sama Devan" batin Valetta berdegup kencang
"Hm" jawab Dave lalu memakai tas nya kebahu kanannya
"Tapi-" ucap Valetta berpikir
"Gak usah deh, nanti gue jadi buat masalah lagi" sambungnya lalu tersenyum padahal ia sangat mau tapi ia tidak mau membuat masalah lagi terhadap Vania
Tidak ada jawaban dari Dave sama sekali "Jangan senyum gue mohon" lirih Dave dalam hati sambil melihat muka Valetta dan teringat akan dia
"Boy Boy? " tanya Valetta bingung memanggil Boy dengan nama Dave didepannya karena ia takut Dave akan bentak dia lagi
Valetta pun mengipaskan tangannya dihadapan Dave tetapi sama sekali tidak ada reaksi, lalu ia mencubit pipi Dave agar sadar dari lamunannya dan berhasil. Yes!
"Kok lo manggil Boy? " tanya Dave tiba tiba
.
.
.
Vote and comment yah
Trima saran dan kritikan :)
KAMU SEDANG MEMBACA
BOY IS MINE!
Roman d'amour"Gue disini didepan lo! " Valetta Glarge "Gue benci sama lo! " Boy Stardave Blexander ⚠ (ada kata kata kasar dan adegan kasar) Baca aja yuk pasti suka! Jangan lupa vote sama comment 🖤
