Sepulang sekolah, Angel harus bergegas menuju parkiran. Nanti malam adalah malam yang sangat penting bagi Angel.
Angel mengernyitkan dahinya, ketika melihat junior yang masih kelas sepuluh berdiri tepat di belakang mobilnya.
Junior itu berjenis laki-laki. Berjalan mendekat ke arah Angel.
"Kakak yang punya mobil itu ya?" tanya junior yang bernama Fari. Terlihat dari badge nama yang di kenakan oleh nya.
"Iya kenapa?" tanya Angel dingin. Seolah-olah berusaha tidak ingin berbicara dengan pria di hadapannya. Karena bagi seorang Angel, berbicara panjang dengan orang asing tidak begitu penting.
"Mmm anu kak" jawab Fari terbata-bata.
"Am um am um! Cepetan apaan!" ucap Angel tak sabar.
"Mobil kakak parkir nya terlalu mepet sama mobil aku. Jadi mobil aku gabisa keluar" ucap Fari
"Udah gitu doang?" respon Angel cuek. Didalam hati, Fari berusaha menahan gejolak amarah! Kalo bukan senior dan bukan most wanted di sekolah nya, sudah pasti Fari ingin mencabik-cabik cewek macam Angel.
Angel masuk ke dalam yaris nya. Meninggalkan Fari yang masih berdiri di belakang mobilnya.
"Tuh cewek sarap!" ucap Fari memaki
**************
Suasana malam di sebuah gedung terbilang sangat ramai. Pada malam ini, acara perkenalan model terbaru milik agensi model terkenal di Indonesia sudah di mulai. Acara di mulai dengan masuk nya sepuluh model baru yang akan bekerja sama dengan agensi model ini. Di sana, berdiri Angel. Sebagai salah seorang member baru.
Perasaan bahagia kini sedang menjalar di seluruh tubuh Angel. Selama ini, Angel hanya seorang model biasa yang tidak terlalu aktif di dunia permodelan, mungkin hanya sekali pemotretan atau dua kali. Tapi, dengan bergabung nya Angel dengan agensi model ini, bisa menjadi peluang emas bagi Angel.
Di bangku para penonton, terdapat keluarga Hartono. Ada ayah, bunda, Liam dan adiknya. Membuat perasaan Angel semakin bahagia.
Seusai acara, tepat di backstage keluarga Hartono datang memberikan ucapan selamat pada Angel.
Angel memeluk bunda dengan perasaan bahagia. Tak kuasa, air mata Angel tumpah membasahi pipi mulus miliknya. Menbuat bunda menatap Angel bingung.
"Angel kenapa sayang?" tanya Reni dengan khawatir. Bukan nya apa, kan aneh juga kan kalo misalkan nangis gaada sebab. Jangan-jangan otak Angel sudah geser se senti lagi!
"Makasih ya bunda. Karena ayah sama bunda, Angel bisa ngerasain bahagia punya keluarga" ucap Angel tulus.
Tak kuasa, air mata Reni juga ikut luruh. Seolah merasakan kesedihan yang Angel tanggung selama ini. Bersama dengan itu, Viktor dan Liam juga ikut memeluk Angel. Seolah memberikan kehangatan dan keteduhan bagi Angel. Sementara adik Liam, Zayn. Sudah tidak tau ada dimana.
"Acara nya udah selesai kan sayang? Kita makan di restoran deket sini mau?" ajak ayah.
Angel sangat senang. Baru ia ingin menjawab namun sebuah suara mengurungkan niat Angel.
"Angel" terdengar suara yang sangat tidak ingin Angel dengar. Sebuah suara yang Angel ingin hilangkan. Angel menoleh ke sumber suara, mendapati Wiliam sedang berjalan ke arahnya.
"Selamat ya sayang" ucap Wiliam pada Angel. Lelaki paruh baya itu hendak mengentuh rambut Angel. Namun dengan sigap, Angel menepisnya.
"Maaf yah, Angel gak bisa" ucap Angel lalu berlari dari hadapan semua orang yang ada disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
HURTED
Teen FictionTentang semesta yang terkadang membuat dunia nya. Seperti bumi yang membutuhkan poros nya, dan prihal hati, yang berusaha menepikan ke egoisan nya.
