Tinggal satu ruangan yang belum diperiksa.....
GUDANG!!!!!
•~•
"Apa mungkin suara itu berasal dari gudang?" terkaku sedikit gemetar.
"Lagi pula, kemana perginya semua orang sih?" imbuhku.
Aku mulai meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya pasti baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mana mungkin rumah ini ada hantunya? Itu mustahil!
Tapi, kemungkinannya.... bisa jadi, ada.
Aku memberanikan diri untuk pergi sendiri ke gudang di sebelah dapur. Di dapur lampunya mati, aku segera menekan saklar untuk menghidupkan lampu dapur. Lampunya pun menyala. Kulangkahkan kakiku terus maju menuju gudang dengan rasa takut yang sudah menggunung tinggi mencapai angan.
Akhirnya dengan langkah gemetaran, akupun berhasil sampai dekat gudang, lebih tepatnya di depan pintu gudang.
"Aku harus berani dan hadapi apapun yang terjadi di dalam sana?" batinku meyakinkan diri ini.
Aku meraih gagang pintu, memutarnya sedikit. Pintunya tidak bisa dibuka. Kucoba sekali lagi, ternyata pintunya memang terkunci dan seperti tergembok dari luar.
"Sh*t.. Pintunya dikunci!" umpatku kesal.
Suara piano itu sudah tidak terdengar lagi.
"Ah masa bodoh dengan pintu gudang yang terkunci! Toh, suara piano itu juga sudah hilang. Mungkin memang benar, ada yang sedang jail padaku!" dugaku kemudian.
Aku berpikir untuk kembali lagi ke kamar dan melanjutkan tidur. Saat aku berbalik badan dan menjauh dari gudang. Tiba-tiba,
Rengkkkretek... kretek... kretek... tek.. tek... tek..
Terdengar suara deritan pintu kayu yang dibuka. Secara reflek aku menoleh ke belakang dan ada sesuatu di dalam gudang. Akupun bergegas kembali ke gudang. Well, dengan rasa tak percaya, pintu gudang itupun bisa terbuka dengan sendirinya. Jantungku semakin tak karuan, tatkala melihat seorang bocah lelaki tengah duduk sendirian dengan posisi membelakangiku di dalam gudang yang gelap itu.
Aku yang sedang berdiri diambang pintu, segera memberanikan diri dan masuk ke dalam gudang. Aku terus melangkah maju dan maju sampai akhirnya, aku sudah berada tepat di belakang bocah lelaki itu. Jarak kami saat ini kurang lebih satu meter. Aku bisa melihat punggung kecil bocah itu, tapi...
Baju yang dipakainya kotor dan sangat kumal, rambutnya juga tak beraturan, berantakan sekali. Dia memakai kaos pendek berlengan dan celana pendek selutut. Aku tak bisa melihat jelas tangan dan kakinya karena di gudang tidak ada lampu, hanya kegelapanlah yang menyelimuti sekeliling kami.
Siapakah dia?
Apa mungkin dia itu anak tetangga yang tersesat? Mana mungkin dia bisa tiba-tiba berada di dalam gudang rumahku.
Atau, mungkinkah dia seorang pencuri cilik? Jika memang benar begitu, tega sekali orang tuanya menyuruh anak itu untuk mencuri di rumahku.
Daripada sibuk dengan lamunanku sendiri lebih baik aku segera menginterogasinya. Akupun memberanikan diri untuk bertanya pada bocah itu.
"Dek!! Adeeekkk!?" panggilku pada bocah lelaki itu.
Dia tidak menjawab, hanya diam saja.
"Kamu kok bisa ada di gudang rumah kakak?" lanjutku.
KAMU SEDANG MEMBACA
PianoQuarium(END)
Gizem / Gerilim[Mystery x (minor)Horor] #1 on Girls Fantasy Series(GFS) Ada yang bilang, bahwa karma akan terus berjalan sampai ke keturunan terakhirnya. Sampai semuanya habis tak tersisa, dendam yang sungguh mengerikan. Kesalahan di masa lalu membuat seorang roh...
