Kisah keseharian keluarga kecil Do Kyungsoo dan Do Mia. Yang seiring dengan berjalannya waktu, berubah menjadi keluarga besar.
🌻07 Agustus 2017 - 01 November 2018
Apa kalian berekspetasi bahwa keluarga kecil DO itu menyenangkan dan teramat bahagia? Kalian salah besar.
Baiklah, mungkin keduanya cukup pintar saat masa pacaran. Tapi urusan setelah menikah itu beda, kan? Tidak ada yang namanya langsung bisa, semua pasti membutuhkan proses. Menyedihkan, menjengkelkan, frustrasi, menyenangkan bahkan mungkin unik.
Let’s start, guys.
Hari ini, tepatnya malam Minggu. Di mana salah satu problem seorang Mia Melody mencuat ke permukaan. Jam sudah menunjukkan pukul kurang lebih satu malam, tapi putranya yang bernama Gio Cam –Putra yang murah hati dan manis- belum juga memejamkan matanya. Bahkan dia malah asik bermain mobil-mobilan di karpet di samping kasurnya dan Kyungsoo, sang suami.
Kyungsoo sendiri? Ohh, dia sedang enak-enakkan tertidur di sana sambil mendengkur pelan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kesal? Cih. Bayangkan saja, walaupun Mia itu seorang ibu yang perjuangannya tiada terkira saat mengurus sang anak, tetap saja melihat pemandangan ini membuatnya ingin murka.
“Ugh, menyebalkan sekali ...” rutuk Mia sambil merangkak ke atas kasur dan menepuk-nepukkan bantal ke wajah suaminya. “Bangun! Gantian!”
Kyungsoo malah bergumam pelan lalu membalikkan badannya agar bisa membelakangi sang istri. Nah, kan? Yang satu sibuk tertidur, yang satu berusaha terjaga, dan satunya lagi masih melek.
“Kyungsoo, aku mengantuk! Sana gantian temani Gio, salah sendiri sih tadi sore malah membuatnya tertidur, jadi dia bangun kan jam segini?! Bahaya tahu kalau nanti pola tidurnya mulai kacau!” omel Mia membuat Kyungsoo menutup telinganya dengan bantal. “Ihhh!!!”
“Berisik, Mia. Ini sudah malam,” sahut Kyungsoo seadanya.
“Iya, aku tahu! Aku juga mengantuk! Buat Gio tidur, sana!” Kyungsoo membuka sedikit matanya dan tersenyum tipis. “Kenapa? Tak mau?”
“Kalau setelah itu membuatmu ‘tidur’ boleh?” tanyanya dan Mia langsung saja melemparkan bantal lagi pada wajahnya. “Ck, iya. Kau ini bawel sekali.”
Kyungsoo beranjak dan turun dari kasurnya. Dia sudah jengah karena dari setengah jam yang lalu, istrinya tidak berhenti merengek ingin tidur. Dia mendekati putranya yang berumur dua tahun dan berjongkok tepat di depan mobil yang ia mainkan.
“Tidur, boy.”
‘Kalau Gio menurut, aku pasti akan melakukannya daritadi!’ rutuk Mia dalam hati sambil memakai selimut. Ia tahu betul Kyungsoo sangat payah dalam menidurkan Gio, tapi ia benar-benar mengantuk sekarang.
Saat perlahan Mia pergi ke alam mimpi, Kyungsoo menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung harus menidurkan Gio seperti apa. Dulu, ia pernah melakukan segala cara tapi pada akhirnya Gio tetap akan tidur jika Mia yang bertindak.
“Gio, ayo tidur. Kau tidak kasihan pada ayah, apa?” tanyanya dan Gio malah tertawa sambil menyerahkan mobilnya yang lain pada Kyungsoo.
“Biimmmm~ mbimmmm~” serunya semangat dan sang ayah hanya menghela napas sambil ikut duduk dan memainkan mobil tadi. Walau perlahan ia mulai memutar otak bagaimana caranya agar bisa menidurkan Gio.