Kisah keseharian keluarga kecil Do Kyungsoo dan Do Mia. Yang seiring dengan berjalannya waktu, berubah menjadi keluarga besar.
🌻07 Agustus 2017 - 01 November 2018
Menginjak bulan Maret atau bulannya Mia melahirkan, Kyungsoo makin memperhatikan istrinya yang bisa melahirkan kapan saja. Tapi ia tetaplah manusia, bisa merasa jengkel pada Mia karena tingkat kejahilannya yang menjadi-jadi.
Bukannya apa-apa, tapi terus merintih kesakitan saat Kyungsoo menggantikannya mengerjakan pekerjaan rumah itu benar-benar keterlaluan. Setiap kegiatannya jadi terus terhambat karena mengkhawatirkannya, tapi Mia malah sibuk tertawa karena itu hanya sebuah candaan.
“Kyungsoo, kalau Orenji lahir kita beri nama apa?” tanya Mia saat ia tengah memasak makan malam.
“Orenji.”
“Ish …” Mia mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban itu. “ … aku serius, Kyungsoo.”
Tak ada sahutan yang berarti dari sang empu. Kyungsoo terus fokus pada masakannya dan mengabaikan semua ocehan Mia yang menjadi kebiasaannya sejak dulu. Dan Mia sangat peka akan hal itu, maka pasti dia akan langsung berhenti bicara dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
Namun tiba-tiba, Gio mendekat sambil berseru seakan dia adalah pahlawan yang melawan Mia. Istri Kyungsoo itu meringis dan menegurnya untuk diam. Tapi Gio masih saja asyik dengan khayalannya.
“Gio diamlah …” ujar Mia pelan. “ … Hei, sejak kapan kau tidak mendengar eomma?”
“Eomma adalah musuh yang patut dihancurkan. Karena sudah menculik Orenji dari Gio!” serunya membuat Kyungsoo terkekeh pelan di sela-sela masakannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah itu Mia meringis cukup keras dan meminta tolong pada Kyungsoo, “Kyungsoo perutku mulas.”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Hmm.” Kyungsoo mengangguk sambil memasukkan beberapa bumbu ke atas wajan. Ia bisa mendengar Gio sedang asyik berseru untuk melawan ibunya sendiri, sedangkan Mia meringis meminta bantuan. Pikirnya, paling Mia mencoba meminta tolong agar Gio menjauh darinya.
“Kyungsoo …” Suami Mia itu menoleh sebentar ke jam dinding, waktu makan malam sudah siap. Ia segera mematikan kompor dan memindahkan masakan. Sepertinya enak.
“Eomma, kau kenapa?”
Kyungsoo mengunyah masakannya yang sempat ia cicip sebelum memindahkannya ke dalam piring, dan saat itu juga Mia berteriak.