Hari ini Kyungsoo sudah izin pada Mia untuk pulang sedikit terlambat. Yang membuat pekerjaan rumahnya menjadi ekstra karena Kyungsoo takkan membantunya banyak. Biasanya suaminya itu akan membantu Mia untuk menjaga anak-anak setelah pulang kerja, atau minimal dia akan memasak kalau anak-anaknya manja ingin bersamanya.
Gio siang ini belum pulang, karena dia sedang ia titipkan pada Mira dan Chanyeol. Gio sedikit rewel akhir-akhir ini. Tapi beberapa menit yang lalu ia sudah menghubunginya untuk meminta tolong agar Gio segera dipulangkan. Yah, mau bagaimana lagi? Walau tak enak, ia sangat membutuhkan temannya sekarang.
Beruntung soalnya rumah temannya itu tak jauh dari rumah Mia, itulah alasannya kenapa Mia tak menitipkan Gio ke orang tua atau mertuanya.
Sebenarnya Mia ingin istirahat setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus Sofia, tapi ia sungguh punya rasa malu menitipkan Gio ke Mira.
“Eomma!!!” teriak Gio dengan suara yang nyaring. Mia segera saja tersenyum dan menerima pelukan Gio yang berlari ke arahnya dengan penuh keceriaan.
“Chanyeol? Kau yang mengantarnya ke sini?” tanya Mia sambil berdiri karena kehadiran lelaki tinggi itu. “Terima kasih banyak, maaf merepotkanmu.”
“Tenang saja, aigoo~”
Setelah basa-basi sebentar, akhirnya Chanyeol pulang. Mia mendudukkan Gio yang sedang bercerita panjang lebar soal harinya. Ternyata dia asyik bermain dengan Minji dan seperti biasa akan menyombongkan Sofia yang tak lain adalah teman sekongkolnya.
Namun di sela-sela itu, Gio seakan ingat sesuatu.
“Ah, eomma! Tadi Gio melihat orang gila di depan!” serunya membuat Mia membulatkan mata. Pasalnya, Mia tak pernah mengajarkan atau memberitahu apa itu yang disebut orang gila. Dia langsung menuduh bahwa Chanyeol yang memberitahunya.
“Terus?”
“Tadi orang itu kotor sekali. Tidak memakai baju, celana dan bahkan tidak memakai celana dalam!” serunya sambil memainkan bonekanya. “Gio malu, eomma. Jadi Gio melihat ke Chanyeol ahjussi.”
“Laki-laki atau perempuan?” tanya Mia khawatir.
“Laki-laki.”
Mia menghela napas. Setidaknya Gio tidak melihat pemandangan yang aneh-aneh, yah … walaupun itu juga sudah bukan tontonan yang baik untuknya. Lagipula untung saja Gio malu dan segera mengalihkan pandangannya, Mia bersyukur akan hal itu.
Akhirnya Mia memutus obrolan dengan mengajak Gio makan siang. Walau anaknya sudah banyak makan camilan di rumah Mira, tapi dia tetap menyuapkan nasi ke Gio. Untung saja Sofia sedang tidur, jadi kini fokus Mia bisa mengalir ke si sulung.
Biar bagaimanapun juga, dia sedang berusaha untuk bersikap adil. Agar Gio tak menganggapnya pilih kasih.
Setelah selesai makan siang dan mencuci piring serta membereskan meja makan dan mainan Gio sebentar, Mia baru saja ingin mempersiapkan untuk tidur siang kalau saja Gio tak mengajaknya mengobrol di dekat jendela.
“Eomma, Gio ingin menjadi pahlawan untuk eomma.”
“Kenapa tiba-tiba?” tanya Mia sambil terkekeh, ia memutuskan untuk duduk sebentar di depan TV.
“Tadi Minji dan aku bermain perang-perangan, tapi Chanyeol ahjussi bilang aku harusnya jadi pahlawan. Melindungi perempuan.” Mia tertawa sambil mengangguk. Dia juga menjelaskan kalau apa yang Chanyeol ucapkan benar adanya, bahwa Gio harus bisa melindungi perempuan. Bukan malah mengajaknya berperang-_-

KAMU SEDANG MEMBACA
D.O's Family
FanfictionKisah keseharian keluarga kecil Do Kyungsoo dan Do Mia. Yang seiring dengan berjalannya waktu, berubah menjadi keluarga besar. 🌻07 Agustus 2017 - 01 November 2018