Bagaimana jadinya seorang w erewolf membenci mate nya karena ia seorang manusia tapi ia juga mencintainya.
Irina seorang gadis yang ramah juga pandai, harus bertematu dengan seorang werewolf yang sangat kejam dan sadis. Bagaimana mana takdir bis...
Kata orang, seseorang akan berubah kalau ia menyadari sebuah kesalahan. Baik itu kecil atapun besar. kadang kala,orang akan berubah apabila menemukan cinta yang mampu merubah hidupnya, yang dulu.
Esok..
Daniel, bangun dengan posisi tidur yang salah. Bagaimana tidak, ia tidur dengan kepala diatas meja itu membuat lehernya sakit. Ia bangun, tatkala ada suara yang memanggil namanya dari luar pintu kamar. Sedikit mengusik ditelinga sang alpha.
"masuk". Perintah daniel. Seseorang itu adalah irina,ia sedari tadi ingin membangungkan daniel tapi pintu kamarnya terkunci. Itu membuat irina, membangunkan daniel dengan sedikit mengedor pintu daniel sedikit keras.
"Ada apa?". Tanya daniel. Irina menghela nafas sebentar lalu,berkata " ini sudah pagi, dan cepat-cepatlah membersihkan tubuhmu lalu turun kebawah untuk sarapan". Perintah irina. Daniel sedikit bingung, apa yang irina katakan. Karena, dirinya belum terasadar atau tepat masih setengah sadar.
Ini cukup,keterlaluan.
"Kau,bicara apa?". Dengan mata sedikit menutup. Irina,membelalakan matanya tak percaya. Padahal, ia berbicara dengan satu hentakan nafas agar tidak gugup. Akhirnya,mau tidak mau irina harus mengulangi perkatanya.
"Ini sudah pagi,dan cepat-cepatlah membersihkan tubuhmu lalu turun kebawah untuk sarapan". Dengan sekali nafas. Daniel hanya mengangguk lalu pergi kekamar mandi,setelah ia benar-benar sadar karena tidurnya yang kurang.
Daniel telah selesai, ia mengambil baju diatas kasur lalu memakainya baju pilihan irina. Yap, saat daniel masih mandi. Irina mengambil baju daniel, lalu meletakan baju itu diatas kasur dan pergi meninggalkan kamar daniel.
"Tidak, buruk". Puji daniel, dengan baju pilihan irina. Ia berjalan keluar kamar dan turun melewati tangga-tangga dengan karpet merah sebagai alasnya.
Tepat dirunga makan, irina sudah menyiapkan makanan untuk daniel. Semua makanan itu, irina yang membuatnya.
Daniel,melihat makanan itu. Lalu duduk mengambil salah satu makanan yang dibuat irina.
"Kenapa,kau tak makan?". Tanya daniel. Irina yang sedari tadi memperhatikan daniel makan,sedikit terkejut. Ia senyum,sembari mengambil makanannya itu," aku akan makan". Jawab irina.
Mereka makan,dengan keheningan. Hanya dentuman sendok mengisi keheningan itu.
Daniel teringat akan sesuatu," hari ini,kita akan pergi ke acara pernikahan".
Irina mengangkat mukanya,"pesta pernikahan?, pernikahan siapa?". Tanya irina. Daniel sedikit menghela nafasnya," pernikahan salah satu perusahaan yang bekerja sama denganku". Irina hanya mengangguk menadakan ia mengerti.
"Kita akan pergi, jam 6 sore".
"Acaranya,jam berapa?".
"Jam 7".
. . . . . . . . . . . .
17.00
irina, telah siap-siap untuk pergi ke pernikahan. Irina mengambil sebuah gaun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia berusaha untuk tampil maksimal mungkin,saat daniel telah jemput.Ia turun, memakai gaun itu semua orang melihatnya sangat kagum para maid memuji irina yang bertampilan berbeda. Irina hanya menundukan malu sajah, tak lama daniel datang menghampiri irina dan berbisik.
"Tak buruk".
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Irina tersipu malu, dan mengikuti daniel keluar disan terpampang mobil mewah terparkir tepat didepan pintu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Irina masuk kedalam mobil mewah, daniel mengemudi mobil itu dengan kelajuan sedang sajah. Menerobos hutan-hutan dan pohon besar disamping kiri kanan dengan sedikit beberapa lampu di samping jalan. Sangat sepi hanya mobil daniel yang ada.
"Kenapa, jalan ini sepi ?". Tany irina. Tapi,daniel hany diam sajah tak butuh lama irina dan daniel sampai dikota. Irina,melihat jam tangannya tepat pukul 18.45 sedikit lagi akan jam 7 tepat.
Mereka masuk berdua seperti layaknya sepasang kekasih, daniel menyuruh irina menggandeng tangannya. Irina terpukau dengan hiasan pesta pernihakan,bagaimana tidak semua rungan dihiasau dengan bunga berwarna putih, bisa dibilng pesta ini mengeluarkan biaya sangat banyak.
"Daniel, tapi ini masih belum banyak orang". Kata irina memperhatikan sekelilingnya. Masih cukup sepi, hanya merek berdua saja didalam gedung pernikahan itu.
"hn, tidak apa-apa". Jawan daniel tenang.
Mereka lalu duduk disebuah kursi, irina masih memperhatikan sekelilingya, sedang daniek sibuk dengan hp. Tiba-tiba ada seseorang yang datang, tak lain adalah orang yang mengundang mereka.
"Ah, makasih daniel. Kau sudah mau datang jauh-jauh untuk pesta pernikaham ku".
"Yah". Hanya jawaban singkat. Irina hanya dapat tersenyum saja.
"Calonmu yah, dia cantik sekali". Kata seseorang itu sambil merunduk menyamakan tingginya dengan irina. Memperhatikam irima sedatail mungkin. "Halo, gadis siapa namamu?".
"Na-n-na ku irina". Jawab irina dengan gugup. Daniel yang memperhatikan itu, menyingkirkan laki-laki itu dan menatapnya tajam.
"Oke-oke,rupanya sahabatku satu ini cukup possesive juga yah". Sambil mengedipkan mata sebelahnya.
Daniel menatap irina tajam, lalu duduk kembali. Ia juga tidak tau kenapa tidak suka melihat irirna diperlakukan seperti itu.
Hhh,maaf maaf yah baru apdet sekrang. Oh,yah terimakasih yah sdh mau baca ceritaku yg gaje ini. 😊😊😊😊😀😀😀😁😁☺☺. Dah sampai jumpa di part selanjutnya.