BAGIAN 27

3K 97 4
                                    

"Hanya saja kau berubah seperti ada maksud".

IRINA

Dia memanggilku kekantornya, sungguh itu membuat ku heran. Tapi, setiap tingkah dan cara bicaranya dia berubah,bukan berubah semua dirinya melainkan ada sesuatu dibalik itu. Namun,kuharap itu hanya perasaanku sajah, ku lihat sara menatapku dengan ragu seakan tak percaya omongannya tadi.

" apa kau mau kekantor daniel?,sebab daniel memanggil kesana!".

Aku menimbang-nimbang ucapan sara, sedikit bingung tapi dengan mantap mengangguk iyah menyetujui perkataan sara.

"Aku akan kesana".

.     .     .     .      .

Kami sampai, saat ku turun kantor menjulang tinggi semua orang memberi hormat aku mengangguk iyah, sara memimpin jalan. Setiap menuju ruang daniel dilantai atas, mereka memandangku tanda tanya.

"Maklum mereka mungkin heran".

"Heran?".

"Iya, karena saat aku kesini tidak pernah membawa siapa-siapa".

"Oh, berarti--". Kata ku terpotong, karena seseorang memanggil namaku.

"IRINA!". Aku menoleh kearah sumber suara itu. Beta terkejutnya aku saat melihat michel ada disini, dia menghamburkan pelukannya aku kaget ditambah lagi ada sara disini.

"Mic-michle". Aku melepaskan pelukan terlihat diwajahnya tak suka,"apa kau tak kangen?".

"Bukan begitu, kau memelukku didepan umum!".

"Oh,maaf".

"Apakah kalian akan tetap berbicara saat mengacuhkanku?,aku bukan makhluk halus disini!". Kata sara berkacak pinggang. Lalu tertawa bersama.

"Perkenalkan michel ini sara". Kulihat mereka dua berjabat tangan dan terseyum satu sama lain.

"Sara". Kata sara.

"Michel". Kata michel.

Mereka sedikit berbincang, kemudian berpamitan.

"Apa kau punya hubungab spesial sama michel". Introgasi sara pada ku, aku menganggak alis bingung dengan perkataannya tadi.

"Apa makdusnya?".

"Maksud ku apa kau sama michele punya hubungan gitu".

"Aku, michel sahabat saja tidak lebih".

"Benarkah itu". Aku mengangguk mantap, kami sudah sampai diruangn daniel. Aku melihatnay tidur dikursi, sara mengagetkan daniel raut wajah kesal.

Mereka berdepat kecil, aku heran sama kakak beradik ini tidak pernah akur. Sedikit aku tersenyum atas tingkah mereka. Setelah selesai sara mendapat telvon yang mengharuskannya meninggalkan aku bersama daniel.

"Duduklah". Katanya aku duduk,melihat sekeliling satu kata terucap untuk memuji rungan itu," perfect".

Tanpa sadar, aku tertidur pulas disofa daniel.

.     .     .      .

"Ehg". Erangku pelan, mengerjapkan mata berkali-kali setelah semuanya kembali satu kata yang kutangkap " kamar?".

Aku melihat sekeliling, benar ini kamar tapi bukanya aku dikantor. Saat aku sadar,"jangan-jangan dia menggendongku". Cepat-cepat ku tutup mulutku membulat sempurna saat ku sadar, aku tidak sendiri melainkan ada daniel disampingku, dia tertidur sangat damai berbeda dengan saat ia tidak tidur.

"Tunggu". Ucapku kaget, ku lihat tak memakai sehelai benang dibadanku, ku tertegun menahana tangis yang mau pecah.

"Kau sudah bangun?". Katanya pelan, entah apa aku harus membalasnya atau diam.

"Ishk". Isak ku pelan, daniel melihatku terlihat dimatanya seperti penyesalan tapi ada tersirat sesuatu.

"Maaf". Ucapnya lirih, akhirnya tangisan ku pecah. Dia cepat memelukku sungguh aku nyaman diposisi itu, tapi tidak dia merenggutnya semua entah aku harus marah atau apa. Sekarang pikiran kacau, sedikit bergerak membuat selangkang ku sakit.

"Ahgk".

"Pelan-pelan". Ucanya daniel khawatir.

Dia membantu menuju kamar mandi, aku masuk membersihkan badanku.

Setelah semua, itu dia lebih posessif terhadapku, aku senang tapi dimatanya seperti ada sesuatu yang akan terjadi.

"Apa kau akan tetap melamun?".

"Ahg,maaf".

"Makanlah,supaya tahan tubuh kuat".

"Apa kau berubah dengan tulus". Tanya ki hati-hati, terlihat diraut wajahnya berbeda dari yang tadi.

"Maksudmu?".

"Kau berubah seperti ada sesuatu".

"Aku berubah untukmu, sebab ku sadar kau segalanya bagiku".

Deg..perkataannya membuatku tak percaya, "karena ku". Pikirku lagi.

"Aku?, tapi aku tak berbuat apa-apa?".

"Memang, tapi itu dari hatimu. Hati mulah yang merubahku".

Tanpa aku minta tubuhku memeluknya," ini yang kuinginkan daniel kau berubah aku sangat senang, maaf kalau aku meragukan dirimu. Sebab, matamu berkata lain, tapi setelah kau ucapka  ini aku percaya terhadapmu".

"A-a--".

"Aku senang,aku senang. Cinta ku terbalaskan, aku menunggumu daniel sungguh aku menunggu kesan ini". Aku senang sekarang, dia membalas pelukanku mengusap pucuk kepalaku halus.

"Makasih daniel".

"Tidak perlu, sampai segitunya".

"Aku mencintaimu".

"I love you too, irina".

Hai..bagaimana di chapter ini seru gak..kayaknya tidk hehehhe...krng menarik kan?. Hahha.. maklum yh. Dan terimakasih yang sdh mau baca crita gaje ini..😊😊😊😍😍😍

Always The Alpha ( Revisi) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang