Brian
Juni, 2017
Pernahkah kalian merasa menemukan rumah yang selama ini kalian cari? Terserah rumah dalam bentuk apapun, entah itu sebuah lagu , film, seseorang, buku, atau rumah yang beneran rumah sekalipun.
Gue selalu percaya akan selalu ada manusia yang sesuka itu akan sebuah lagu, mau sampai kalian muntah atau telinga kalian sakit karna terlalu sering memutar lagu tersebut entah sudah bertahun-tahun lamanya kalian mengenal lagu tersebut atau baru seharipun, kalian langsung menganggap oh begini rasanya menemukan rumah yang selama ini gue cari . Seperti malam ini, gue seperti menemukan sesuatu yang selama ini gue cari, bukan , kalian salah, bukan lagu, gue menemukan seseorang yang bisa menjadi segalanya untuk gue, seseorang itu bisa menjadi lagu , film, buku dan rumah sekalipun. Seakan akan gue bisa menemukan semuanya didalam perempuan yang sekarang sedang mentertawakan kebodohan gue dimasa kecil.
" Hahahaha "
" Dih ketawa jahat banget lo "
" Ya gimana cerita masa kecil lo itu lucu banget hahaha "
" Iya sih gue pas kecil emang mau aja dibego-begoin sama mas dimas "
Kalian pernah mengobrol dengan seseorang selama berjam-jam tapi selama berjam jam itu pernah merasa bosan dengan obrolan yang terjadi diantara kalian ? Gue sudah membicarakn banyak hal dengan perempuan yang sekarang sedang memegang perutnya karena sakit akibat tertawa sedari tadi , tapi, ada yang baru gue sadari, selama berjam-jam itupula tidak ada pembicaraan serius antara gue dan dia, hanya pembicaraan yang sesekali membuat dia tertawa bahkan sampai matanya membentuk bulan sabit bahkan lebih dari bulan sabit . Ya nyatanya gue hanya ingin membahagiakan perempuan ini tidak lebih
" Seriusan lo pernah jatuh dari pohon mangga sampe celana lo robek ? Hahaha "
" Iya iya ih lo gak percaya yah, nih liat nih " Gue menunjukan ada bekas luka dilutut gue yang memang tidak hilang semenjak kejadian itu
" Terus reaksi mas dimas gimana ? "
" Ya kagetlah gue udah kaya orang sekarat aja waktu itu "
" Lo ada ada aja sih "
" Gue pernah jatuh kesawah pas dirumah nenek gara-gara pas mau jalan ada bebek lewat yah guekan kaget "
" Kenapa sih masa kecil lo jatuh terus bri ? hahaha "
" Hehe sudah takdir kali nad "
" Masa jatuh kesawah udah takdir sih bri, lo tuh yah hahaha " Nada membenarkan duduknya " Yang namanya takdir tuh kaya kita, Lo dan gue bisa bertemu ditempat yang gak lo dugakan? Terus sekarang kita duduk disini berdua "
Nada tertawa mengingat awal pertama gue dan dia bertemu
" Lo seneng gak sih nad bisa bertemu dan kenal gue ? "
Nada melirik gue dan tersenyum . Senyuman yang berhasil membuat darah gue naik keatas kepala, maksud gue pusing
" Menurut lo gimana? " Nada merubah posisi duduknya dan memeluk kedua lututnya dengan erat " Gue sih punya 2 jawaban "
" Seneng sama seneng banget maksudnya? Hahahaa "
" Ih gue serius " Nada memukul lengan gue pelan layaknya seorang perempuan yang gemas karna pertanyaannya dijawab asal asalan
" Ah iya iya "
" Jawabannya seneng sama sedih sih bri "
Sedih? Sedih kenapa? Apakah nada menyesal telah mengenal gue
" Gue seneng ya jelas gue senang bisa kenal kalian, terutama lo bri " Nada tersenyum tapi dengan tatapan lurus kedepan " Lo selalu ada buat gue , bener-bener selalu ada "

KAMU SEDANG MEMBACA
R U Mine ?
General FictionBrian : " Bubur ayamnya jangan pake kacang yah pak , awas ketuker lagi " Nares : " Iya iya gue diperpus " Dewa : " Mas nares milonya jangan lupa" Reza : " Teh tarik tuh sebenernya terbuat dari apa sih ? " Wildan : " Bu, ini pesenanya dikirim ke sia...