Nada
Febuari, 2017
Hari ini adalah hari kedua setelah berakhirnya liburan 3 minggu yang lalu, tapi pagi ini tiba-tiba gue mendapatkan kabar buruk , yang dimana katanya teman kelas gue sekaligus drummer dari band enamhari masuk rumah sakit tadi malam, gue kurang tau penyebabnya apa, tapi ada yang bilang katanya lambungnya bermasalah, sumpah gue antara mau nangis atau marah-marah gue bingung, kenapa gue pengen nangis? Nggak tau kenapa emang gue itu tipe manusia yang cengeng kalo udah bersangkutan sama orang yang udah gue anggep penting dikehidupan gue, dan kenapa gue mau marah? Karena gue tau, pasti penyebab lambungnya bermasalah itu pasti dia kerjaannya minum milo terus dan jarang minum air putih.
Selesai kuliah tanpa basa basi atau mampir kesana sini, gue langsung menuju rumah sakit tempat dewa dirawat, gue menghiraukan soto kantin yang padahal sebelum gue berangkat ngampus gue udah berniat makan dulu disana.
Sampainya dirumah sakit gue langsung masuk kamar dimana dewa dirawat, disana gue bisa melihat nares yang sedang duduk dengan handphone ditangannya, dan disofa sebrang gue bisa melihat seseorang sedang tertidur pulas dengan buku yang berfungsi sebagai penutup wajahnya
Gue berjalan dimana dewa sekarang tertidur lelap , gue memperhatikan tangannya yang sekarang sudah terpasang alat infusan, gue memperhatikan wajahnya, tulang pipinya sekarang lebih terlihat dibandingkan 3 minggu yang lalu. Kalo sudah melihat dewa sakit karna terlalu banyak minum susu coklat itu, pengennya rasanya gue musnahin milo dari dunia ini
Nada : " Nar, keadaan dewa gimana ? "
Nares : " Kata dokter udah cukup baikan daripada yang semalam "
Nada : " Dasar bocah , cinta sih cinta sama milo, tapi nggak sampe lupa minum air putih juga, lambung lo kotor gara-gara jarang lo bersihin " Gue mengusap punggung tangan milik dewa
Nares : " Nad, dewa lagi sakit, jangan dimarahin "
Nada : " Bodo, lagian bandel sih kalo dibilangin " Jawab gue jutek
Nares : " Lo nangis ? "
Nada : " Engga " Gue mengusap pipi gue yang sedikit basah
Nares : " Itu pipi lo basah "
Nada : " Siapa yang nangis ? ini mata gue keringetan " Nares menatap gue heran " Anak hukum mana ngerti "
Dan disofa sebrang gue bisa melihat seseorang yang sedaritadi belum bangun juga dari tidurnya, gue bisa mengenali orang itu hanya dengan melihat tangannya, iya tangan itu yang akhir-akhir ini selalu mengengam tangan gue erat. Gue mencoba merubah posisi kepalanya biar enakan, tapi tangan nares tiba-tiba memegang tangan gue
Nares : " Jangan dibangunin " Gue masih dalam posisi kaget dengan tangan nares yang sekarang masih memegang pergelangan tangan gue " Kasian "
Nada : " Tapi nar" Gue menatap nares " Gue nggak berniat bangunin brian, gue Cuma mau benerin letak kepalanya, yang menurut gue posisinya salah, dan bisa bikin lehernya sakit kalo dia kelamaan diposisi itu " Gue masih bisa merasakan tangan nares masih memegang pergelangan tangan gue " Dan tangan lo nar "
Nares : " Tangan gue ? " Nares menatap gue bingung
Nada : " Tangan lo " Gue menunjuk pergelangan tangannya
Nares : " Oh sorry" Nares dengan cepat melepaskannya
Nada : " He iya gak papa " Gue tersenyum canggung
Gue dengan hati-hati mengambil buku yang sekarang sedang menutupi wajah brian dan membenarkan posisi kepalanya. Tapi tiba-tiba tangan brian memegang tangan gue
KAMU SEDANG MEMBACA
R U Mine ?
Ficção GeralBrian : " Bubur ayamnya jangan pake kacang yah pak , awas ketuker lagi " Nares : " Iya iya gue diperpus " Dewa : " Mas nares milonya jangan lupa" Reza : " Teh tarik tuh sebenernya terbuat dari apa sih ? " Wildan : " Bu, ini pesenanya dikirim ke sia...
