Nada
Febuari, 2017
Lama gue bermain dirumah agas, dimana gue dan agas melakukan hal-hal yang kurang berguna bagi kehidupan bangsa dan Negara, kalian tahu kegiatan apa aja yang gue lakuin kalo bareng agas ?
Seperti karaoke lagu Sheila on 7 dikamar agas sampe tenggorokan gue rasanya hampir putus atau bermain monopoli pake uang asli, sampe lupa kalo ternyata kucingnya agas kabur entah kemana, atau balapan sepedah, dimana peraturan terbalik, yang datang paling akhir dia yang menang, atau keliling komplek menggunakan motor dimana kita pake helm sepeda karena kita yang pemalas untuk buka helm bekas balapan sepeda dan disini gue dan agas sering dikatain pasangan bocah sama adek gue sendiri.
Dan intinya ketika lo nyaman akan seseorang, hal apapun yang kita lakuin bersama orang itu pasti akan jauh lebih menyenangkan dan satu yang perlu diingat, seorang teman nggak akan membiarkan temannya terlihat bodoh sendirian, dan sebenernya kegiatan ini sering gue lakukan ketika bersama dewa, ya kalian tahukan gue dan dewa sama-sama mempunyai dunia yang sama.
Ketika gue dan agas sudah pulang kerumah masing-masing dan sudah cukup puas dengan kegiatan kami, gue beranjak kekamar untuk mengecek hape , padahalkan ngecek hape buat apa coba? Pacar aja nggak punya.
Gue tersenyum melihat beberapa notif masuk setelah sekian lama salah satu dari mereka yang baru menghubungi gue
Pesan pertama yang masuk dari nares
Line
08.10
Nares : Lo nggak lupa bangun buat sarapankan ?
Nares : Makannya jangan tidur malem terus nad, jadi sering skip sarapankan ? kalo udah mag aja tau rasa
Padahalkan salah satu alasan kenapa gue tidur malem karena nares yang sering telpon atau Vcall dimalam hari hanya untuk membicarakan hal-hal yang menurut gue semua yang diobrolin nares bareng gue membuat gue sedikit pusing, karena gue beneran harus mikir karena otak gue dan nares berbanding terbalik , tapi tidak semua obrlan gue dan nares membuat gue mengerutkan dahi, terkadang kami membicarakan sesuatu yang cukup pribadi, tentang keluhan gue selama dikampus ataupun keluhan nares yang terkadang capek harus bergelut dengan pasal-pasal dan keluhan -keluhan lainnya. Sedangkan dengan brian, dimana gue dan brian bisa membicarakan hal-hal yang nggak mungkin terjadi, atau menertawakan candaan brian yang bisa membuat gue nggak tau lagi bagaimana caranya berhenti tertawa. Padahal menurut gue candaan brian receh banget, seperti
" Nad, main tebak tebakan yuk ? Mangga-mangga apa yang susah ? Manggaruk punggung pake kaki HAHAHAHA "
Ya candaan brian kurang lebih seperti itu
Line
11.31
Dewa : Betah banget dijakarta, sampe lupa sama yang dibandung
Gue sedikit heran chat dari dewa, ini kaya bukan dewa banget yang ngetik
Tiba-tiba seseorang menelpon gue dengan no yang nggak gue kenal
Call
" Hallo " Jawab gue
" ........"
Tapi penelpon nggak menjawab sama sekali, Setelah bebrapa menit tidak jawaban gue sedikit emosi disini
" EH KALO MAU ISENG JANGAN SAMA GUE DONG ! "
Dan gue hanya bisa mendengar suara tertawa yang ditahan dari sebrang sana
" GUE SUMPAHIN KESELEK BUBUR AYAM "
" HAHAHAHAHA jahat banget sih lo "
Gue mencoba memikirkan suara tadi, seperti kenal
KAMU SEDANG MEMBACA
R U Mine ?
Ficción GeneralBrian : " Bubur ayamnya jangan pake kacang yah pak , awas ketuker lagi " Nares : " Iya iya gue diperpus " Dewa : " Mas nares milonya jangan lupa" Reza : " Teh tarik tuh sebenernya terbuat dari apa sih ? " Wildan : " Bu, ini pesenanya dikirim ke sia...
