N - Coklat dan Mereka

1.2K 195 25
                                        

Nada

9 Januari, 2017

Gue nggak pernah mengira jika uas kali ini akan sangat jauh dengan apa yang gue pelajari selama ini, belum lagi tugas membuat laporan berlembar lembar dengan tulis tangan, yaampun kepala gue rasanya mau pecah . memikirkan segala materi yang berhubungan dengan politik , belum lagi pagi ini gue lupa jika sarapan coklat dengan yakult dijam 7 pagi bisa membuat gue sakit perut, sehingga selama uas gue harus bolak-balik kamar mandi, ya semua ini memang gara gara dewa, kenapa harus dewa yang gue salahin ? ya yang memberi coklat itu dewa. Kata dewa jika lo mau mendapatkan keberuntungan dihari-hari penting, lo harus makan coklat dulu, dan gue dengan bodohnya mempercayai itu semua


Siang ini, selesai uas gue dan dewa duduk dimeja kantin karena uas pagi tadi ternyata menguras tenaga dari yang gue bayangkan

" Nad, lo kenapa pas uas tadi bolak balik kamar mandi mulu? Guekan jadi gak bisa tanya jawaban " Tanya dewa dengan sesekali membenarkan kancing kemejanya yang kebuka
Tapi gue hanya memberi dewa tatapan sinis " Lo kenapa sih ngeliatin gue begitu banget hih serem "

" Lo kenapa memberi gue coklat dipagi hari hah ?

" Lah? Emangnya kenapa ? "

" Tau gak? Gue dari tadi bolak balik kamar mandi sakit perut gara gara makan coklat pemberian lo "

" Ya siapa suruh makan coklat pagi-pagi ? " Tanya dewa sambil sesekali menyantap bakso miliknya

" Kan lo yang bilang, kalo kita pengen dapat keberuntungan di hari-hari penting harus makan coklat dulu " Protes gue kepada dewa

" Tapi gue gak bilang makan coklatnya pagi-pagikan ? " Dewa menatap gue dengan wajah mengejek

" Ya pada intinya itu salah lo yah " Bela gue sambil sesekali merebut milo milik dewa

" Iya iya salah gue, tapi itu milo gue jangan di embat juga nad " Dewa mengambil milo dari tangan gue yang sudah kosong itu " Yah abis deh, beli sono ih jangan minum punya gue "

" Tapi bayarin yah de ? "

" GAK  "

" Ayolah Dewa Natha temen gue terganteng sealam semesta " Bujuk gue sambil sesekali menggerak-gerakan tangannya

" Minta beliin sono sama brian "

" Loh ? kok jadi brian ? "

" Halahh itu muka lo jangan berubah warna juga kali nad hahaha "

" ...... "

" Muka lo tuh tiba-tiba merah pas gue sebut nama brian "

Gue mengecek wajah gue yang tiba-tiba memerah , tapi tiba tiba seseorang dari samping, menusuk pipi gue dengan jarinya, dan ketika gue menengok kearahnya, laki laki yang sedang berdiri disamping gue tersenyum cerah kearah gue

" Kaget yah hehe " Dia memberikan gue senyuman yang sangat cerah, sampai sampai gue menyipitkan mata untuk melihat siapa laki-laki yang berdiri disamping ini . Iya, laki laki yang menusuk pipi gue dengan jarinya itu nares.

Tadinya gue berpikir apakah ini effect dari sinar matahari atau apa yah, rasanya silau, ini gue serius bukan mengada ngada yah, jika nares tersenyum itu maka lo akan merasa disebuah lapangan disiang hari dengan menghadap keatas, silaukan ? iya rasanya seperti itu. Dan pertanyaan konyol tiba-tiba keluar dari mulut gue

" Nar, lo pake pelembab apa sih ? wardahh yah ? kok rasanya halal gitu "

Astaga, ngomong apa gue barusan? rasanya ingin sekali menghilang dari sini sekarang juga, yaampun hari ini gue butuh kain tembus pandang milik harry potter, seseorang tolong gue .
Gue bisa melihat raut wajah dewa dan nares yang tiba-tiba berubah karena pertanyaan konyol gue tadi.

R U Mine ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang