Pusing yang melanda kepala Naya kini sudah berangsur menghilang. Sudah lama juga dirinya tertidur, sejak pagi sampai sore gadis itu baru membuka matanya kembali. Matanya sembab akibat menangis, dan juga dadanya masih sesak akibat menangis terlalu lama.
Naya meraih ponsel dan menyalakannya. Sedari tadi, ponselnya ia biarkan tergeletak tak bernyawa disudut kasurnya. Dan benar saja, setelah ponsel itu nyala, banyak notifikasi pesan dan juga panggilan masuk.
30 Misscall from Jungkook
3 Voice Message from Jungkook
25 Message from Jungkook
10 Misscall from Veranda
2 Message from Veranda
2 Message from SojiNaya mengabaikan semua pesan, panggilan masuk dan juga pesan suara dari Jungkook. Tak mau menanggapi Tuan Kelincinya yang sudah mengecewakannya. Justru sekarang, Naya malah membuka pesan singkat dari Veranda.
'Nay, Pak Dimas bilang, kamu bisa pulang ke Jakarta tanggal 10 bulan depan, atau bisa dipercepat. Pak Dimas sudah berbicara dengan CEO agensi tempatmu bekerja sekarang.'
'Jika kau tidak tahan lagi berada disana, jika masalah terus datang seperti hujan, jangan sungkan untuk bercerita padaku. Kita teman bukan?'
Naya menghapus air matanya yang jatuh saat membaca pesan Ve. Antara sedih dan senang saat tahu jika Pak Dimas mengizinkannya untuk balik ke Indonesia lagi. Setelah dipikir-pikir, lebih baik ia pulang saja ke Indonesia dan membiarkan Jungkook bahagia dengan kehidupan baru tanpanya.
Naya membuka pesan masuk dari Soji, sepertinya wanita beranak satu ini mencari dan khawatir dengan dirinya.
'Naya, kau kemana? Absen kerja hari ini?'
'Naya, kau sakit? Apa perlu aku ke tempat tinggalmu sekarang? Jangan membuatku khawatir!'
Naya tersenyum simpul, kemudian mengetikkan balasan pada Soji bahwa dirinya sungguh baik-baik saja, hanya sedang demam karena terkena jutaan hujan yang nakal.
Lalu, setelah itu, Naya juga langsung membalas pesan Ve. Minta maaf karena ia baru bisa membalas pesan dari Ve dan juga berterima kasih atas bantuan yang Ve berikan padanya.
Naya memegang perutnya yang berbunyi minta diisi, lalu gadis itu segera melangkah menuju dapurnya yang memang menyatu dengan kamarnya, mencari sebuah ramen yang bisa untuk mengganjal perut seharian penuh.
Namun sayang, tidak ada satupun makanan di kamarnya. Naya baru ingat jika hari ini adalah jadwalnya untuk membeli bahan-bahan makanan.
Naya segera kembali ke tempat tidur, membaringkan tubuhnya di kasur ringkih nan keras itu kembali. Meringkuk menghadap tembok. Tak ada niatan untuk membeli makanan, biarkan saja perutnya membuat konser sendiri hari ini. Ia malas keluar, ia malas melihat bagaimana keadaan dunia hari ini. Dan ia juga malas untuk delivery makanan.
Naya menatap tembok berwarna putih pudar itu dengan tatapan kosong. Ia memang tak berniat untuk membuka pesan dari Jungkook, tapi rasa penasaran juga membuat Naya gelisah. Apa ia harus mengambil ponselnya dan mendengar pesan suara dari Jungkook?
Ya, pesan suara saja. Lagipula Jungkook tidak tahu jika Naya sudah membuka pesan suaranya atau bahkan belum dibuka sama sekali.
Naya, percaya padaku. Semua gossip itu tidak benar. Aku sama sekali tak punya hubungan dengan gadis manapun.

KAMU SEDANG MEMBACA
FANGIRL : Stand By Me [ JJK ]
Fanfiction[ COMPLETED ] ✔ Bagaimana jika dongeng dan dunia nyata itu berbeda? Jika di dalam dongeng Alice lah yang mengejar Tuan Kelinci, tapi di dunia nyata Tuan Kelinci lah yang mencari sosok Alice. Namun, apa yang terjadi jika Tuan Kelinci salah mengira? A...