"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu."
-Key Melodi Putri-
"Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
“Setiap malam gue di jejelin rumus sama tukang kaktus, datang kerumah gue terus buat belajar. Otak Rey tu benar-benar cerdas, gue akuin. Tapi kenapa kelakuan nya bikin orang darah tinggi sih. Sumpah capek banget, pulang sekolah latihan cheerleader sampai sore. Malam nya di jejelin rumus sama tukang kaktus dan pagi-pagi selalu di tanya tentang soal-soal yang dia ajarin malam nya.”
“So sweet banget ya Rey jadi pacar.” Bukan Kinan yang bicara seperti itu, tetapi Amel. Teman sekelas Kinan dan Key yang termasuk dalam perkumpulan fans Rey.
“Tikung aja mel.” Celetuk Kinan.
Key hanya mengangguk, seperti orang yang berharap di tikung.
“Ya nggak lah, kalah saing nya banyak banget. Key cantik gini, terus kapten cheerleader. Nama nya bunuh diri kalau nikung Key.”
“Kalau lo bisa bikin dia nyaman, Rey bisa kok berpaling dari gue.”
“Ctakkk” Sebuah jari mendarat di dahi Key, Key langsung memegang dahi nya dan menatap tajam si pelaku.
“Mau ngambil bekal gue, lo lupa beri tadi pas turun dari motor.”
“Nih, lo kan nanti makan di kantin juga. Ngapain sih setiap hari minta bekal terus, nyusahin.”
“Ya emang mau nyusahin lo.”
“Sialan lo !”
“Mulut nya di saring, sayang.”
“Aaa bisa pingsan nih gue.” Bukan Kinan atau Key yang bicara, melainkan Amel yang sudah kesenangan melihat Rey. Sedangkan Kinan memutar bola mata nya malas sama seperti yang dilakukan Key.
*** K
edua anak manusia sedang asik nya menikmati makanan dan minuman nya di bawah cahaya matahari yang hangat.
Rey dan Key sedang asik di teras rumah Key sambil menyantap beberapa cemilan yang ada.
“Rey…”
“Apa ?”
“Lo ngapain sih bawa kaktus-kaktus lo ke rumah gue ?”
“Mereka bilang mau ikut gue jalan-jalan, yaudah lah di bawa aja.”
“Kayak buah semangka ya kaktus nya.”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Sembarangan kayak semangka, punya nama nih. Nama nya Melocactus.”
Key hanya memutar bola mata nya malas, walaupun Rey menjelaskan tentang kaktus kepada Key. Key juga hanya memasukan perkataan Rey lewat telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri.
“Lihat sini dong, gue mau ngomong. Pilih kaktus apa gue ?”
“Kaktus.”
“Nggak pakai mikir dulu ih, putus aja sudah.”
“Nggak dengar, ketutupan kaktus.”
“Kita nggak jadi kencan ya, minggu depan.”
“Yeay, duit gue aman buat beli pot kaktus.”
“Lomba cheerleader nya di majuin.”
“Lalu ?”
“Gue berangkat minggu depan.”
“Yaudah berangkat aja sana, take care ya.”
“Eh bentar-bentar, anak basket ikut juga ?” Lanjut Rey.
“Yaiyalah, kan emang pertandingan basket sama cheerleader.”
“Si wiro sableng ikut dong ?”
“Hah ? Siapa tuh ?”
“Adik kelas yang ngejar-ngejar lo, yang sok ganteng tapi emang ganteng tapi lebih ganteng gue.”
“Oh Wira, yaiyalah ikut. Dia kan pemain basket.”
“Mana baju cheerleader lo, lihat dong.”
“Bentar, gue ambil di kamar.” Tanpa disadari, Rey mencengkram kaktus mini nya yang berduri tajam dan mengores telapak tangan nya. Darah segar perlahan keluar dari balik goresan akibat duri kaktus.
“Cowok itu…Menyebalkan.” Gumam Rey.
***
“Melamun aja lo, kesurupan baru tau lo.” Celetuk Key.
“Eh gila !!! Telapak tangan lo berdarah. Lepas tangan lo dari kaktus nya, gue ambil p3k dulu.” Teriak Key.
Key langsung melempar baju cheerleader nya tepat di wajah Rey.
Rey melepaskan telapak tangan nya dari kaktus nya, Rey memandang telapak tangan nya yang lecet. Dia benar-benar tidak sadar dengan apa yang dilakukan nya.
“Padahal kaktus ini kesayangan gue, tapi malah bikin luka. Nggak apa-apa kok, gue tetap sayang.” Gumam Rey sambil menatap kaktus nya.
“Enak banget mulut nya nyuruh ganti, ya nggak bisa lah. Ini baju yang baru khusus buat lomba.”
“Yaudah pakai legging sama hoddie.”
“Lah apaan nih anak, nggak lah. Bawel lo, yang ikut lomba siapa. Yang cerewet malah lo, urus aja kaktus kesayangan lo.”
“Kaktus nya aja jahat sama lo, tapi tetap lo sayang-sayang. Idih…”
“Ini kaktus hadiah, walaupun kaktus ini sering bikin tangan gue tergores. Tapi ini hadiah pertama dari orang yang bego.”
“Orang bego itu mau aja ya beri lo hadiah.”
“Iya ya, padahal orang bego nya selalu marah sama kaktus-kaktus gue. Tapi tetap aja dia mau nemanin gue beli barang-barang buat kaktus gue, mau bawain kaktus-kaktus gue, mau merawat kaktus gue pas gue berangkat olimpiade, dan membuatkan cupcake kaktus.”
“Eh ini dari gue ? Masih hidup sampai sekarang ?”
“Yaiyalah.”
“Wah…”
“Terharu lo ?”
“Nggak sih, gue cuma bangga. Lo memang tukang kaktus terbaik, gue kan beli nya pas SMP dan masih hidup sampai sekarang.”
“Nama nya juga sayang.”
“Kapan gue disayang kayak kaktus lo, iri gue.”
[To Be Continue]
Haiiii ❤❤❤
Sebelum nya gue mau bilang, gue nggak tahu tentang kaktus. Jadi kalau ada kesalahan gambar atau nama kaktus nya mohon di koreksi ya 😂
Pencarian gue setelah berselancar di Internet cuma itu hasil nya 😂😂
Semoga kalian suka sama cerita gue, selamat membaca ❤❤❤
Share ke teman-teman kalian juga ya, siapa tahu tertarik dengan cerita ini ❤❤❤