Bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling disayangi ? Dunia yang telah dibangun dengan kebahagiaanya langsung hancur begitu saja, awalnya biasa dan tidak mengerti apa-apa. Tapi saat semakin tumbuh dan berkembang, perasaan sepi itu mulai menyelimuti dirinya. Mereka hanya kasihan, tapi sekedar kasihan. Tidak membuat rasa nyaman dan malah merasa beban, tetapi dari sekian banyak orang. Tentu saja ada yang dapat membuat rasa nyaman itu terjadi, tetapi rasa nyaman yang dibuatnya juga akan pudar seiring berjalannya waktu. Awalnya hanya sebuah perasaan ingin saja, tetapi egois datang dan menghancurkan.
"Bagi dong kak."
"Jangan, nanti kalau mau. Aku belikan deh."
"Pasti diberi cewek deh."
"Iya, diberi pacar." Rey tersenyum menatap cupcake yang dibawanya dari hasil memaksa orang menjadi pacarnya.
"Kamu tahu kan ? Key Melodi Putri." Lanjut Rey.
"Ah, aku sekelas sama dia. Dia baik, dia satu-satunya dikelas yang mau ngomong sama aku."
"Dia juga pernah beri aku cupcake, katanya dia buat sendiri." Lanjut Maya.
"Aku keduluan kamu dong ?"
"Iya, enak loh cupcakenya." Goda Maya.
***
Semenjak kejadian Rey memaksa Key, Rey jadi sering ke kelas Key dan selalu membuat keributan dengan bilang jangan ada yang berani macam-macam dengan Key.
"Key---"
"Woi Key !!! Ke kantin ayo, lapar nih !!!" Teriak Kinan.
"Ayo cepat, nanti si Rey muncul duluan."
Key menarik tangan Kinan dengan cepat dan meninggalkan kelas, Maya hanya menghela nafas dan kembali ketempat duduknya dan mulai memakan bekalnya. Tetapi anak-anak laki yang nakal malah mengambil bekal Maya dan mempermainkan bekal Maya.
"Masih ada ya anak yang bawa bekal pakai kotak bekal model kartun gini ? Kayak anak SD aja."
"Balikin bekal aku..."
Anak-anak laki-laki dikelas tersebut masih saja bermain dan mengoper-oper bekal Maya, Maya berlari kesana kemari.
"Woi !!! Laki apa bukan ?! Hari gini masih aja jahilin anak cewek, naksir yaaa..."
"Apa sih ! Nggak seru ada Key !"
Anak-anak laki-laki tersebut memberikan kotak bekal Maya kepada Key, Key berjalan menuju Maya dan mengembalikan kotak bekalnya.
"Kamu nggak ke kantin ?" Tanya Maya.
"Uang aku ketinggalan. Kamu suka makan bekal ya ? Anak sehat nih pasti."
"Aku nggak punya teman ke kantin."
"Oh gitu, ayo bareng. Bawa aja bekalnya sekalian."
"Emang nggak apa-apa ? Nanti teman kamu terganggu."
"Nggak mungkin lah, Kinan baik kok walaupun kasar."
"Key Melodi Putri !!!"
"Aduh, suara Rey..." Gerutu Key.
"Ayo kekantin, kasihan Kinan ditinggal dikantin. Untung ada Gilang sama Farel yang nemanin."
"Malas banget ! Mending sama Maya."
"Bawa Maya harus izin sama aku dong."
Key langsung membawa Maya untuk bersembunyi dibelakang badannya dan melindungi Maya.
"Emangnya kamu siapa, harus izin segala."
"Kamu juga siapanya Maya ?"
"Aku temannya lah..."Maya tersenyum mendengar pernyataan Key yang mau menjadi temannya.
"Aku kakak sepupunya."
Key mengerjapkan matanya, Key memandang Rey dan Maya secara bergantian. Maya hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Takdir macam apa sih ini..."Gerutu Key.
Key tidak mempedulikan Rey dan mulai menarik Maya berjalan mendahului Key, sedangkan Rey hanya mengikuti dua wanita yang akan selalu dijaganya.
"Makasih Key, mau jadi teman aku." Gumam Maya.
"Hah ?" Dahi Key berkerut bingung.
Maya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Air mata Key bercucuran, untuk pertama kalinya Key menangis untuk Maya sampai seperti ini. Key dan Rey duduk didepan UGD, Key terus memandang kedua sepatunya dan merapalkan bermacam doa untuk Maya. Rey memegang erat tangan Key dan meyakinkan Key bahwa Maya akan baik-baik saja.
(To Be Continue)
Dimulai dari chapter ini akan memasuki masa lampaunya Maya dan Key ya teman-teman.
Jadi yang tulisannya bergaris miring itu flashback gitu deh pokoknya 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Short Story"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
