Wajah Key sudah seperti panda, lingkaran hitam di sekitar mata nya menghiasi wajah cantik nya. Dia kurang tidur, bukan karena belajar ataupun kelelahan memikirkan tugas dan kegiatan lain nya. Dia hanya tidak bisa tidur karena memikirkan Rey dan Maya.
"Kenapa sih jadi kurang tidur ?" Tanya Rey.
"Nggak apa-apa kok, cerewet banget sih." Jawab Key.
"Kalau sampai kayak gini itu berarti ada apa-apa nya !" Bentak Rey.
"Nggak usah bentak-bentak dong !" Balas Key.
"Tuh lapangan basket kosong, berantem aja kalian sana." Celetuk Kinan.
Key memutar bola mata nya malas dan memilih untuk meninggalkan Rey, Rey menatap Kinan tidak suka dan mendengus kesal lalu mengejar Key.
"Lah kenapa malah pada kabur sih ?"
"Mulut lo tuh kayak angsa minta kawin ya Nan, Berisik banget." Celetuk Gilang.
"Apa Lo ?!"
"Galak banget sih, PMS ya lo ?!"
"Kok lo ngegas sih !"
"Lo yang duluan !"
"Sembarangan, lo yang duluan !"
Farel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah konyol keponakan dan sahabatnya tersebut.
***
"Nan..."
"Apa ?" Mata Kinan masih tertuju kepada laptop yang ada di depan nya.
"Gue konyol ya ?" Tanya Key.
"Baru sadar lo ?"
"Gue tanya beneran nih..."
"Gue juga jawab beneran nih..."
"Gue cuma takut kayak dulu lagi..."
Kinan menghentikan jari-jari nya yang menari di atas keyboard laptop nya dan menatap sahabatnya tersebut.
"Lo nggak percaya sama Rey ? Lo takut Rey mencampakan lo kalau sampai gadis itu muncul lagi ?"
"Gue, cuma nggak percaya sama diri gue sendiri. Mungkin aja gue yang bakalan mencampakan Rey."
"Yeeee, pede banget sih lo."
"Gue serius Nan."
"Gue juga serius, lo itu sudah lama pacaran. Apasih yang lo takutkan ?"
"Justru karena hubungan kami yang sudah lama ini, yang buat gue takut."
"Kalau sampai yang lo takutkan itu muncul, gue tetap akan dukung keputusan lo."
Key hanya mengangguk pelan dan dibalas senyuman tulus oleh Kinan.
***
Key memandang heran kepada orang yang ada di depan nya, untuk apa malam-malam begini laki-laki yang sudah tidak asing lagi bagi Key ada di depan rumah nya.
"Ngapain lo kesini ?"
"Kata bunda lo nggak mau tidur lagi." Rey langsung masuk ke dalam rumah Key dan duduk di sofa ruang tamu.
"Terus ?"
"Gue kesini mau tidurin lo."
Mata Key langsung melotot dan memukul kepala Rey dengan bantal yang berada di sofa ruang tamu.
"Sembarangan kalau ngomong, jangan kebanyakan main sama Gilang deh lo. Membawa pengaruh buruk."
Rey hanya terkekeh dan langsung menarik Key untuk duduk di samping nya dan menyuapi martabak yang dibeli nya. Key ingin marah, tetapi martabak yang dibawa Rey benar-benar enak. Jadi dia mengurungkan niat nya.
"Gue kali ini mau cerita tentang kaktus..."
"Lo setiap hari cerita nya kaktus mulu, nggak ada kali ini segala."
Rey hanya terkekeh pelan dan melanjutkan cerita tentang kaktus nya, cerita yang sangat panjang bagaikan sebuah dongeng. Tanpa disadari, bahu Rey mulai terasa berat. Rey menoleh dan tersenyum melihat pemandangan yang ada di samping nya. Perlahan Rey membaringkan tubuh Key di sofa dan mengendong nya ala bridal style. Membawa Key dengan perlahan dan tenang ke kamar gadis tersebut. Rey tersenyum melihat pemandangan kamar Key yang hampir penuh dengan pernak-pernik kaktus pemberian Rey.
Rey membaringkan Key di atas ranjang nya dan menyelimuti gadis tersebut, Rey duduk dipinggir ranjang dan menatap gadis nya tersebut.
"Kaktus memang berduri, tetapi Kaktus penghantar tidur yang manis untuk lo. Gue tahu, lo cemas dengan kedatangan Maya karena kalian punya masa lalu yang buruk. Tapi gue mau, kalian perbaiki masa lalu kalian yang kelam itu. Selamat tidur Key, semoga lo mimpi indah." Rey mendekatkan bibir nya di dahi Key dan mengecup pelan dahi Key sambil mengelus rambut Key perlahan.
[To Be Continue]
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Cerpen"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
