"Lo !"
Key mengerjapkan matanya berkali-kali karena terkejut dengan jawaban dari Rey.
"Ya tapi gue juga nggak mungkin meninggalkan Maya, dia sepupu gue."
Key memutar bola matanya malas, dia kesal dengan jawaban plin plan dari Rey. Dia memukul perut Rey dengan keras, dia tidak peduli Rey kesakitan.
"Key !!! Nggak mau putus !!!"
"Dasar lelaki !!! Udah punya satu, malah pengen dua. Gila ya lo !" Teriak Key.
***
Key adalah pilihan pertama dan terakhir, tetapi ada beberapa hal yang membuat seorang Rey tidak bisa memilih. Bukan karena hatinya terbagi untuk dua orang. Hatinya untuk satu orang, hanya saja keadaanya yang membuatnya menjadi terbagi.
"Rey, beberapa hari ini kamu nggak pernah main lagi sama Key ya ?"
"Lagi break ma."
"Karena Maya lagi ?"
Rey hanya bisa menghela nafas perlahan, mamanya pasti paham betul jika sudah terjadi break antara Rey dan Key.
"Maya mungkin beneran suka sama kamu."
"Ma, jangan jadi punya pikiran kayak Key deh."
"Mama nggak asal nuduh, mama cuma berpikir. Key nggak pernah cemburu sama keluarga kita yang lain sedekat apapun kamu. Dia juga nggak cemburu kamu sama cewek lain, tetapi setiap dengan Maya dia selalu lebih waspada."
"Ya karena dia memang musuh dari SMP sama Maya."
"Logikanya kenapa dia malah musuhan dengan sepupu kamu, seharusnya dia dekatin Maya supaya diterima oleh semua keluarga kamu kan ? Apa kamu pernah tanya dengan benar permasalahan Maya dan Key ?"
"Mama satu tim sama Key ya ?"
"Mama nggak mau bilang, tapi mama tahu sesuatu yang kamu nggak tahu."
"Apa ?"
"Cari sendiri, mama nggak mau jatuhnya jadi tukang adu domba."
"Kenapa sih cewek seribet ini ?"
"Suruh Key kesini dong."
"Nah kan ada maunya, pantasan baik-baikin Key."
***
Sekarang Key sudah berada dirumah Rey, dia benar-benar kesal karena Rey berteriak-teriak didepan rumahnya untuk menjemput Key. Biasanya juga Key disuruh mandiri untuk kerumah Rey, tumben sekali sampai menjemput.
"Kamu datangin tuh Rey, biar tante aja yang nunggu kuenya matang."
"Nggak deh, Key disini aja sama tante."
"Yaudah, tante nggak jadi maksa."
"Lo kok nggak datangin gue sih ke kamar ? Kaktus gue belum mandi." Rey menghampiri kedua wanita yang disayangi itu dengan marah-marah.
"Emang gue pembantu lo apa ?"
"Emang."
Key menarik nafas, rasanya ingin sekali menjambak Rey. Dia memilih mengalah dan kekamar Rey untuk memanjakan kaktus-kaktus Rey.
***
Kamar Rey masih tetap sama, tidak ada yang baru atau berubah. Masih tetap kamar yang nyaman walaupun kaktus-kaktusnya menggangu penglihatan Key.
"Kaktus lo hilang satu, yang potnya warna pink yang gue pilihkan."
"Gue beri ke Maya, dia bilang tertarik sama Kaktus."
Key langsung berbalik dan mendorong Rey sampai terduduk dimeja belajarnya, semprotan air ditangannya langsung disemprotkan ke wajah Rey.
"Brengsek lo !"
Key berjalan keluar kamar dan Rey terdiam karena dia terkejut dengan kejadian yang menimpa dirinya.
"Eh kenapa kasar banget ngomongnya !!!" Teriak Rey.
(To Be Continue)
Rey emang benar² deh :)
Fucekboi banget susah disuruh milih 😌
Lama² Key bakalan darah tinggi ini dan aku yg nulis emosi juga :')
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Cerita Pendek"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
