CHAPTER 7 : KESAL TAPI SAYANG

234 42 2
                                        

Rey sudah bersandar di motor sport hitam kebanggannya, motor yang selalu menemani nya kemana saja bersama Key.
Dengan santai Rey memainkan handphone nya dan memandang tangan kanan nya yang di coret-coret oleh Key tadi malam. Rey tersenyum memandang coretan dari gadis itu, walaupun ini adalah hal konyol. Tapi Rey tidak mau menghapus coretan tersebut.

“Eh, samaan… Gue ganti baju dulu deh, nggak mau samaan kayak lo.”

Rey langsung menarik tangan Key dan jarak mereka sangat dekat membuat Key mengerjapkan mata nya.

“Cepat naik, jangan cerewet.”

“Biasa nya juga lo yang cerewet.”

Key mengambil helm nya dan menaiki motor sport hitam yang sudah tidak asing lagi, motor sport yang selalu menemani mereka kemana saja.

“Pegangan.”

“Nggak mau.”

“Brrmm” Rey melajukan motor nya dan membuat Key terkejut, Key langsung memeluk perut Rey dengan erat dan berteriak.

“Bunda !!! Key di modusin !!!”

“Dasar bego !!!” Teriak Rey sambil terkekeh pelan.

***

“Lo nggak capek pakai sepatu yang hak nya kayak gitu ?”

“Kalau nggak ngerti perempuan mending diam.”

Rey hanya mengendus pelan dan melanjutkan memakan es krim nya.

“Makan nya pelan-pelan aja, gue nggak kemana-mana kok.”

“Gue takut nya kalau lo makan es krim gue kok, lo kan sering maling makanan gue.”

“Nggak pernah kok…”

“Terus yang sering habisin bakso gue di kantin itu siapa ? Setan ?”

“Mulut nya kasar.”

“Kita rukun khusus hari ini oke ? Kan mau kencan kayak pasangan pada umum nya.”

“Oke, setuju.”

“Mau kemana lagi ? Nonton udah, makan udah, belanja ?”

“Gue bisa belanja sama Kinan nanti.”

“Kenapa nggak sekalian sama gue ?”

“Bangkrut lo nanti, biar gue sama Kinan aja kalau urusan belanja kayak gini. Lo nggak bakalan sanggup nunggu cewek belanja.”

“Terus mau kemana lagi ?”

“Makan lagi lah…”

“Oke, gue suka kalau jalan sama lo. Ngajak makan terus.”

***

“Senang nggak ?”

Key hanya mengangguk dan asik memakan gulali dengan semangat. Rey langsung mengigit gulali yang sedang di makan Key, mata mereka saling bertemu. Key mengerjapkan mata nya sedangkan Rey mengedipkan satu mata nya untuk menggoda Key.

Key langsung memukul kepala Rey, Rey hanya meringis sambil memegangi kepala nya.

“Nggak usah sok romantis lo, malingin makanan gue mulu.”

“Muka lo merah itu, malu ya lo. Nggak pernah di romantisin apa ?”

Key membuang tangkai bekas gulali nya di tempat sampah dan kembali memukul Rey, Rey hanya tertawa karena melihat wajah Key sudah seperti kepiting rebus.

“Eh bentar-bentar, tali sepatu gue lepas. Gimana nih ?” Tanya Rey.

“Lo masih nggak bisa ikat tali sepatu ?”

“Sepatu sekolah gue kan nggak pakai tali, lo nggak lihat apa emang nya ?”

“Lah kenapa sekarang pakai sepatu yang ada tali nya ?”

“Ya mau nyusahin lo lah.”

“Sialan emang ya lo, nggak bisa kalau nggak bikin kesal. Duduk situ, sini gue ikat.”

Rey duduk dan memberikan kaki nya agar Key bisa mengikat tali sepatu nya, Key berjongkok agar mudah mengikat tali sepatu Rey.

“Maka nya belajar ikat tali sepatu, jangan ngurusin kaktus-kaktus lo itu terus. Masa kayak gini aja nggak bisa ? Kata nya IQ nya tinggi, masa hal gampang kayak gini nggak bisa ? Nggak malu apa sama anak SD yang bisa ngikat tali sepatu---“

 Masa kayak gini aja nggak bisa ? Kata nya IQ nya tinggi, masa hal gampang kayak gini nggak bisa ? Nggak malu apa sama anak SD yang bisa ngikat tali sepatu---“

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rey mendekatkan wajah nya ke arah Key dan memandang wajah Key sangat dekat, tangan Rey memasangkan sesuatu di leher Key dan menjauhkan tubuh nya. Key memegang leher nya dan menatap Rey yang tersenyum manis.

“Jangan ngomel terus, Happy anniversary 5 tahun babu nya Rey

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Jangan ngomel terus, Happy anniversary 5 tahun babu nya Rey.”
Key langsung duduk di jalanan dan menangis, wajah Key sudah seperti kepiting rebus.

“Eh kenapa woy ? Jangan nangis dong… Gue ganti nih, Happy anniversary 5 tahun kesayangan nya Rey.”

Bukan nya tenang, Key makin meraung menangis sejadi-jadi nya di jalanan. Rey langsung mengangkat tubuh Key dan mensejajarkan diri mereka. Key langsung memeluk Rey dengan erat.

“Ke…hiks…sal.”

“Ta..hiks..pi…sayang.”

Rey mengelus rambut Key dan terkekeh dengan kelakuan Key tanpa mempedulikan orang sekitar yang melihat mereka.

[To Be Continue]

Gemez sendiri 😂😂😂
Pasangan bobrok ini benar² ya makin menjadi² 😂😂😂

ZONA NYAMAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang