Key merebahkan diri nya di meja, sekarang kelas nya jam pelajaran kosong. Dia benar-benar malas bergerak kemana-mana, karena hari ini pembagian nilai remedial matematika kelas nya. Jika nilai nya tragis lagi, mau sampai kapan Key menjalani remedial nya.
Sebuah kertas di tempel di dahi Key, Key melotot dan langsung bangkit dan duduk di atas meja nya, bibir nya membentuk senyum lebar dan dia mengangkat kertas remedial matematika nya.
“Aaaa Sembilan Puluh !!!” Jerit Key.
“Senang banget ya lo, gue sembilan puluh lima.” Celetuk Kinan.
“Beda lima doang.”
“Beda satu aja berharga.”
“Gue pergi dulu, ini penting.”
“Mau kemana lo !!! Woyyy !!! Rey nggak sekolah !!!”
***
Key menelusuri lorong untuk mencari keberadaan Rey, tetapi kelas Rey sepi. Seperti nya mereka sedang jam olahraga.
“Kak Key…”
Key berbalik dan mendapati Wira yang berjalan ke arah nya, sebenarnya Key tidak enak untuk berdekatan dengan Wira. Key hanya malas jika Wira dan Rey bertemu, Rey pasti akan menatap adik kelas nya ini dengan sinis atau lebih buruk lagi. Tetapi Key juga tidak ingin di bilang sombong.
“Cari pacar nya yang galak ya kak ?”
Key mengangguk dan terkekeh pelan mendengar pernyataan Wira.
“Kak, minggu depan tim basket sama tim cheerleader mau hangout kata nya. Kakak ikut nggak ?”
“Mau ikut sih, tapi tanya Rey dulu.”
“Yah… Harus izin dulu ya sama bodyguard nya. Nggak asik ih…”
“Aku culik aja gimana ?” Lanjut Wira.
“Ya kalau lo mau berada di Rumah Sakit karena Rey sih nggak apa-apa.”
“Rela kok demi kakak…”
“Ngawur lo…”
“Key !!!” Teriak Gilang sambil melambaikan kedua tangan nya ke arah Key.
“Wira, gue kesana dulu ya.”
Wira hanya mengangguk sebagai balasan sedangkan Key berlari ke arah Gilang dan Farel.
“Selingkuh ya lo sama adik gemas ?”
“Mentang-mentang Rey nggak ada.” Lanjut Gilang.
“Rey kemana ?” Tanya Key.
“Lo nggak tahu ?” Tanya Farel.
Key hanya mengelengkan kepala nya dan menatap mereka berdua dengan penuh tanya.
“Pacar lo kan sakit, demam. Bisa juga tuh tukang kaktus sakit.” Celetuk Gilang.
“Dia nggak bilang sama gue, ya emang sih beberapa hari ini gue nggak berangkat sekolah sama dia lagi. Habis nya gue bête sama dia, tapi seharusnya dia bilang kalau sakit.”
“Padahal kan gue mau sombong sama dia, remedial gue dapat Sembilan puluh.”
***
“Ckleekk”
“Kompres Rey udah nggak hangat lagi ma, ganti--- Eh ? Kok lo bisa kesini ?”
Key masih tetap diam dan mengambil kompres dari dahi Rey dan bersiap untuk mengganti nya, tetapi tangan Key di tahan oleh Rey.
“Kenapa nggak bilang ?” Key membuka suara nya.
Rey hanya tersenyum dan duduk bersandar di ranjang nya, tangan nya menarik Key untuk duduk di tepi ranjang.
“Kan lagi marahan kata nya, masa bilang.”
“Masih bisa senyum lo ya.”
“Mau kencan kemana ? Gue siap-siap dulu.”
“Nggak usah…”
“Gue tahu kok nilai remedial lo bagus, janji tetap janji.”
“Nggak jadi, kapan-kapan aja.”
“Kata bunda... Lo menunggu kencan kita kali ini, ya masa nggak jadi lagi. Gue kuat kok nyetir, tadi pagi aja gue bisa ngurusin kaktus-kaktus gue.”
“Gue nggak berminat lagi kencan, gue mau ganti kompres lo ini. Jangan di tahan tangan gue nya.”
Bukan nya melepaskan tangan Key, Rey malah memeluk tubuh Key dengan erat dan menyembunyikan wajah nya di bahu Key.
“Kangen…Banget…” Ucap Rey.
“Gue juga, ternyata sepi juga nggak ada lo di dekat gue.” Jawab Key.
“Eh…Lagi temu kangen ya ?”
Key yang terkejut dengan suara mama nya Rey langsung mendorong Rey dan menyebabkan kepala Rey membentur dinding.
“Ada apa tante ?” Tanya Key.
“Mau ganti kompres Rey.”
“Biar Key aja tante.” Key langsung mengambil baskom berisi air hangat untuk kompres Rey.
“Mama ganggu aja.” Celetuk Rey.
“Iya, mama pergi nih.”
Key memukul tangan Rey , Rey hanya bisa meringis dan dibalas tatapan tajam dari Key.
***
“Eh Ball Cactus sama Mammillaria Elongata jangan di taruh di balkon, harus di tempat yang teduh.”
“Itu yang mana ?”
“Yang ada duri nya.”
“Eh bego, semua kaktus ada duri nya. Lo mau sakit atau nggak tetap bikin kesal ya.”
Rey hanya terkekeh melihat Key marah-marah karena disuruh mengurus kaktus Rey, walaupun Key marah-marah. Tetapi Key tetap mau mengurus kaktus-kaktus nya Rey.
“Lo nggak ada motivasi pasang AC di kamar lo ? Kamar lo panas, banyak setan nya ya.” Celetuk Key.
“Kaktus gue mati kalau kena suhu AC, pakai kipas angin kan ada.”
“Ya masa gue bawa kipas angin lo kemana-kemana supaya gue nggak kepanasan ?”
“Eh gila !!! Ngapain bawa gayung dari kamar mandi ? Disemprot woy !!! Jangan diguyur air segayung. Kan sudah gue peringatkan berkali-kali.”
“Gue lupa, ya maaf.”
“Dasar tukang cupcake, cuma ingat cara bikin kue doang.”
“Awas lo minta bikinin cupcake sama gue.”
“Marah-marah terus, kan gue lagi sakit.”
“Sakit nggak sakit tetap bikin susah.”
[To Be Continue]
Duhhh gemes sendiri sama Key dan Rey ❤❤❤
Oh iya mohon maaf kalau ada salah nama² kaktus nya, karena sebenarnya w juga mengandalkan mbah google untuk cari² info tentang kaktus.
Selamat Membaca ❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Short Story"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
