"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu."
-Key Melodi Putri-
"Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
Apa yang ada dipikiran gue ketika jadi pacar nya Rey ? “Ini orang gila kenapa bisa jadi pacar gue ?” Kata-kata itu selalu teringat di kepala gue. Rey memang ganteng dan juga pintar, mendekati sempurna. Tapi sifat nya ? Bobrok banget, nggak ngerti lagi udah. Posesif gila, tapi sok cool. Tapi… Gue nyaman, gue selalu bisa jadi diri sendiri. Selalu blak-blakan sama dia dan dia adalah pengganti ayah…
Rey membuat gue bahagia dengan cara nya sendiri, walaupun kadang sangat menyebalkan. Tapi gue nyaman dengan hubungan kita saat ini. Tapi gue agak terganggu dengan sebuah nama yang diucapkan Rey di rumah nya. Rey kelihatan bahagia dengan kedatangan seseorang yang selalu menemani nya dari kecil tersebut. Gue nggak pernah cemburu sama siapa aja yang dekat sama Rey, tapi pengecualian buat cewek itu. Cewek itu terlalu berbahaya untuk hubungan gue sama Rey.
“Ngelamunin apa lo ?!” Kejut Kinan.
“Maya…” Gumam Key.
“Terakhir kali nama itu terdengar pas kelas 3 SMP dan hari itulah bendera perang dikibarkan.” Celetuk Kinan.
“Dia bakal datang lagi…”
“Hah ?! Kok bisa ?!”
“Ya bisa lah, kenapa nggak bisa. Rey senang banget Maya ada disini.”
“Pacar lo emang bego kebangetan, pusing gue.”
Key hanya bisa menghela nafas nya pelan, Key mencoba menetralkan emosi nya.
***
“Rey…”
“Hhhmmm”
“Rey !”
“Apa ?”
“Lihat sini dong ! Gue mau tanya serius !”
Rey langsung berbalik dan meletakan kaktus-kaktus mini nya di tempat nya semula. Rey menatap Key, menunggu gadis nya itu untuk melanjutkan ucapan nya.
“Lo bakalan pilih Maya atau gue ?” Rey yang tadi nya serius langsung terkekeh pelan dan melanjutkan memeriksa kaktus-kaktus mini nya.
“Aneh-aneh aja lo, gue kira serius.” Ucap Rey.
“Ini serius buat gue, apa lo nggak bisa milih ?”
“Apa lnya sih yang nggak bisa milih segala ? Jangan konyol deh, kalian berdua itu posisi nya jelas beda. Jangan jadi pendendam gini oke ? Lupain masalah lo berdua waktu dulu. Maya aja sudah lupa.”
“Gue bukan dendam, tapi… Huft, lo nggak bakalan ngerti.”
“Bagian mana yang gue nggak ngerti ? Waktu dulu kan masih labil dan wajar aja lah kalian sampai berantem, lagian yang nyerang duluan kan lo juga.”
“Lo beneran nggak ngerti apa-apa !” Bentak Key.
“Lo lagi PMS ya ? Mau apa ?”
“Mau pulang kerumah..”
“Yaudah bentar, jangan drama mau pulang sendiri. Gue beri tumpangan gratis, jangan di tolak.”
“Ya emang nungguin lo kok, enak aja gue pulang sendiri.”
Rey terkekeh melihat tingkah Key. Key memang sedang kesal, tetapi dia tidak mau drama jika di depan Rey. Dia ingin terlihat apa ada nya untuk Rey, dia nyaman menjadi diri nya sendiri jika bersama dengan Rey. Walaupun kadang mereka berdua sangat kekanak-kanakan.
[To Be Continue]
Haiiiii yuhuuuuu aku kembali untuk kaleannnn :') Padahal gak ada yang nungguin juga sih ya, emang gitu anak nya. Yaudah sih iya w ngetik apaam sih :')
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aduh Key :') Bilang Rey itu "Posesif gila" sendirinya nggak mau lepas dari Rey juga :') Bingung tau nggak sama Key.