"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu."
-Key Melodi Putri-
"Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
Sudah hampir 3 tahun Key menjalani kehidupan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menimba ilmu. Dia senang, karena disini dia bertemu banyak hal dan orang baru tentunya. Juga ada orang lama yang mengisi hari-harinya, tanpa diduga orang tersebut yang menemani setiap kegiatannya.
"Kak Key !!!" Wira menahan senyumnya karena teriakannya membuat semua mata tertuju kepadanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Key tersenyum dan melambaikan tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Takdir yang benar-benar membingungkan. Wira mengikutinya ke Yogyakarta dengan alasan dapat beasiswa disini padahal Key tahu bukan itu alasannya. Awalnya memang asing, kehadirannya tidak diharapkan sama sekali. Kedatangan juga tidak memberi kesan dihati, tetapi seiring berjalannya waktu mulai ada rasa nyaman menyelimuti.
"Mau jalan-jalan dulu nggak ?"
"Boleh."
"Nih pakai helmnya."
Key dan Wira menyusuri jalanan Yogyakarta, mereka bersenda gurau dan menikmati sore hari yang menyegarkan. Suasana ramai dan menyenangkan, menemani perjalanan sore mereka. Pandangan Key fokus kepada penjual kaktus mini, dia kira rasa nyaman itu sudah beralih kepada yang lain. Tetapi kenangan itu sulit sekali untuk dilupakannya, rindu itu masih terasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.