CHAPTER 28 : YOGYAKARTA

112 23 1
                                        

Sudah hampir 3 tahun Key menjalani kehidupan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menimba ilmu. Dia senang, karena disini dia bertemu banyak hal dan orang baru tentunya. Juga ada orang lama yang mengisi hari-harinya, tanpa diduga orang tersebut yang menemani setiap kegiatannya.

"Kak Key !!!" Wira menahan senyumnya karena teriakannya membuat semua mata tertuju kepadanya.

"Kak Key !!!" Wira menahan senyumnya karena teriakannya membuat semua mata tertuju kepadanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Key tersenyum dan melambaikan tangannya.

Key tersenyum dan melambaikan tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Takdir yang benar-benar membingungkan. Wira mengikutinya ke Yogyakarta dengan alasan dapat beasiswa disini padahal Key tahu bukan itu alasannya. Awalnya memang asing, kehadirannya tidak diharapkan sama sekali. Kedatangan juga tidak memberi kesan dihati, tetapi seiring berjalannya waktu mulai ada rasa nyaman menyelimuti.

"Mau jalan-jalan dulu nggak ?"

"Boleh."

"Nih pakai helmnya."

Key dan Wira menyusuri jalanan Yogyakarta, mereka bersenda gurau dan menikmati sore hari yang menyegarkan. Suasana ramai dan menyenangkan, menemani perjalanan sore mereka. Pandangan Key fokus kepada penjual kaktus mini, dia kira rasa nyaman itu sudah beralih kepada yang lain. Tetapi kenangan itu sulit sekali untuk dilupakannya, rindu itu masih terasa.

 Tetapi kenangan itu sulit sekali untuk dilupakannya, rindu itu masih terasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wira..."

"Hah ?"

"Lo dengar nggak ?"

"Iya."

ZONA NYAMAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang