CHAPTER 32 : AGRESIF KEY

98 15 0
                                        

Key menatap langit cerah yang menyinari harinya hari ini, dia berjalan membawa tas ranselnya dan beberapa tas jinjingnya. Seorang laki-laki yang sudah siap menunggu kedatangannya hanya tersenyum dan mengambil tas jinjing yang dibawanya.

"Sudah sampai ya kabar dia disini ? Makanya cepat balik lagi."

"Lo udah ketemu dia ?"

"Beberapa hari lalu..."

"Dan sama cewek baru." Lanjut Wira terkekeh.

Key hanya tersenyum sinis, dia juga tidak tahu kenapa dia kembali lagi padahal liburnya masih banyak untuk bersenang-senang di Jakarta. Tapi dia tidak bisa menahan diri dan hatinya, sudah lama dia tidak bertemu dengan seseorang yang dirindukannya.

"Apapun yang terjadi, jangan halangi gue ya."

Wira tersenyum dan mengangguk, Wira mengerti bahwa Key akan kembali kemiliknya. Wira tahu posisinya sudah tergeser lagi, ruang yang sudah dibangunnya selama 3 tahun ini akhirnya retak dan kembali ketempat aslinya.

"Tapi kak, apa yang memutuskan lo jadi ingin kembali lagi ke orang yang pernah jadi zona nyaman lo."

Key tidak menjawab dan dia hanya tersenyum, Key mengingat kisah dari Maya yang memberikan sebuah nasehat atau bilang sebuah paksaan untuk kembali lagi.

"Lo harus ambil lagi milik lo, karena kalau sampai gue punya saudara ipar kayak Arin. Gue mungkin bakalan murka aja."

"Kalau bukan jodoh, yaudah lah."

"Pasrah boleh aja, tapi usaha juga dong." Celetuk Kinan.

"Lo tahu, selama 3 tahun ini. Rey selalu digentayangi oleh lo, dia selalu mimpi lo. Tiba-tiba nangis sendiri karena rindu. Tapi nggak berani buat ketemu sama lo."

"Gue nggak yakin, gue cumat takut kalau gue muncul dia udah bahagia sama yang lain."

"Nggak mungkin lah." Sambar Kinan.

"Mungkin aja, rasa nyaman itu belum tentu hanya datang dari orang lama. Orang baru juga bisa buat kita nyaman."

"Dan orang baru juga bisa membuat kita bosan."Jawab Maya.

Setelah memantapkan hatinya, Key akhirnya menghubungi Rey dan responnya positif. Dan akhirnya mereka memutuskan bertemu disalah satu tempat makan di Yogyakarta. Hari ini Key tidak ditemani Wira karena Wira tidak ingin menganggu waktu mereka berdua dan akhirnya mencari kesibukan sendiri.

 Hari ini Key tidak ditemani Wira karena Wira tidak ingin menganggu waktu mereka berdua dan akhirnya mencari kesibukan sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tukang Cupcake !!!"

Senyum Key mengembang dan melambaikan tangannya, sudah lama mereka tidak bertemu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Senyum Key mengembang dan melambaikan tangannya, sudah lama mereka tidak bertemu. Tidak ada perubahan dari mereka, Key kira akan canggung. Tapi mendengar teriakan Rey, membuat dia tenang dan tidak perlu merasa canggung dengan situasi.

"Tambah cantik ya pas sudah jadi mahasiswa."

"Tambah gombal ya lo, pasti banyak mengoleksi kontak asrama putri nih."

"Lo juga, pasti mengoleksi kontak asrama putra."

"Gue bukan lo ya !"

"Masih aja galak."

Mereka bersenda gurau, sampai dimana tawa Key berubah saat ada perempuan yang menghampiri mereka. Perempuan itu langsung duduk disebelah Rey dan membuat Key bingung.

"Maaf ya Rey tadi ke toilet duluan."

"Key, kenalin nih teman KKN gue. Namanya Arin, kasihan dia nggak ada kegiatan. Jadi gue ajak aja sekalian."

Key memandang tajam kearah Arin, Key tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Arin yang awalnya ragu, akhirnya menyambut uluran tangan tersebut.

"Key, mantannya Rey

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Key, mantannya Rey. Tapi kalau Rey masih sayang, bisa jadi pacar lagi kok." Senyum Key mengembang.

Rey hanya tertawa dan menjitak kepala Key, Rey benar-benar menganggap bahwa itu hanya lelucon yang dilontarkan Key. Padahal Key sudah dari hati menyiapkannya.

(To Be Continue)

ZONA NYAMAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang