“Untuk nilai ulangan harian matematika kalian, sudah ibu tempel di mading. Jadi kalian bisa melihat nilai masing-masing. Saya sudahi pelajaran hari ini, kalian boleh pulang.”
Matematika dan segala hitungan nya adalah hal terberat untuk otak Key, masih menjadi misteri kenapa Key malah bisa masuk jurusan IPA. Apa nilai nya tertukar atau bagaimana, ah dia lupa. Yang memilihkan jurusan dan membantu mengerjakan soal pemilihan jurusan kan Rey, Key hanya bisa menghekla nafas nya dan langsung tersadar akan sesuatu. Dia memasukan buku nya dan kotak pensil nya sembarangan ke dalam tas nya dan berlari keluar kelas tanpa mempedulikan teriakan Kinan.
“Woy !!! Tungguin gue !!!”“Kenapa sih tuh anak nggak sabar banget mau lihat nilai nya, paling juga nilai nya tragis lagi.” Kinan menggelengkan kepala nya.
***
“Key memang menakjubkan” Gilang bertepuk tangan sambil melihat nilai yang ada di mading. Gilang adalah teman Rey dari SMP dan juga saksi dimana Rey dan Key bisa menjadi sepasang kekasih. Gilang jarang bersama Rey karena dia sering dispensasi untuk lomba-lomba futsal antar SMA ataupun Umum.
“Kinan kenapa nggak bagi jawaban sama Key ya ? Nilai mereka jauh banget.” Farel menggaruk tengkuk nya sambil memandang nilai di mading. Farel adalah om nya Kinan, Farel adalah adik mama nya Kinan. Nenek nya Kinan mengandung Farel bersamaan dengan mama nya Kinan mengandung Kinan. Maka nya umur mereka berdua sama dan Farel adalah teman sebangku Rey.
Dari jauh Key memandang 3 murid most wanted yang di puja-puja oleh seluruh murid sekolah. Tampan, berbakat, cerdas, hampir mendekati sempurna. Key meringis ketika memikirkan nasib nya, kenapa dia tidak berpacaran dengan Farel saja. Farel itu sangat lemah lembut dan pasti nya akan mengajari Key pelajaran dengan sabar. Atau pacaran dengan Gilang, Gilang pasti tidak akan memikirkan sebodoh apapun pacar nya. Dia tetap akan memanjakan pacar nya. Dari 3 orang itu, kenapa Key harus dapat Tukang Kaktus yang galak dan suka memaksa. Sekaligus tidak sabaran jika mengajari Key, yang pasti nya akan mengeluarkan sumpah serapah nya dan berakhir dengan Key disuruh bercocok tanam dengan kaktus-kaktus kesayangan nya tersebut.
“Kenapa berdiri di situ ?!!” Key tersentak mendengar teriakan Rey.
“Nggak mau lihat nilai lo ini sayang ?” Lanjut Rey sambil mengerakkan tangan nya agar Key mendekati diri nya.
Key berjalan menuju 3 orang tersebut dan berdiri tepat di samping Rey, Key sudah menduga pasti nilai nya akan tragis seperti biasa nya.
“Kan gue sudah bilang lemah di hitungan.” Key mengucapkan pembelaan untuk diri nya sendiri.
“Itu karena lo kurang belajar.”
“Gue sudah belajar, tapi lupa.”
“Belajar jangan pas mau ulangan doang.”
“Lo enak, nggak perlu berusaha keras. Otak lo sudah cerdas dari lahir.”
“Kalau lo berusaha, lo juga bisa kayak gue. Lagian lo cuma lemah hitungan kan ? Yang lain nilai lo bagus-bagus semua, non akademik lo juga bagus. Nah lo tinggal harus tingkatkan ilmu lo di hitungan, ingat pas remedial fisika lo ? Lo bisa kan ? Karena lo berusaha keras.”
“Itu karena lo yang maksa.”
“Nah, pikirkan kalau gue maksa lo terus lah.”
“Ya capek lah…”
“Ya udah, janji kita dibatalin.”
“Kok gitu sih ?”
“Kecuali remedial nya bagus, janji nya nggak batal.”
“Tapi kan susah…”
“Ya belajar lah…Tapi kali ini tanpa bantuan gue.”
“Wah Gila !!! Gue remedial juga !!!” Teriak Kinan.
“Tapi lebih tinggi dari nilai Key kok Nan.” Celetuk Farel.
“Kalau masalah tinggi nilai, ya tinggian gue lah. Tapi nilai gue juga tragis ini.”
“Kayak nggak pernah nilai tragis aja lo.”
“Kalau hitungan nilai gue kan selalu bagus, kalau yang lain. Gue nyerah, apalagi seni budaya. Gue nyerah banget. Olahraga juga tuh, bukan style gue.”
“Remedial nanti kita harus bikin contekan.” Usul Kinan.
“Apaan lo ngajak Key bikin contekan, lo kan anak olimpiade matematika. Masa nilai lo bisa gini ? Dan ngapain bikin contekan segala hah ?” Celetuk Rey.
“Emang anak olimpiade matematika itu dewa atau peri semacam tinker bell ? Gue juga manusia biasa kali, galak banget sih. Rel, jangan teman Rey lagi.”
“Iya nggak usah teman Rey, bête gue.” Celetuk Key.
***
Beberapa hari ini, Key terus belajar matematika untuk menyiapkan remedial nya minggu depan. Sebenarnya Key malas sekali, tapi Rey selalu menyumpahi nya dan mengejek nya. Awal nya Key bodo amat dengan semua yang dikatakan Rey. Tetapi makin lama, Rey makin menyebalkan. Akhirnya Key ingin membuktikan bahwa diri nya bisa dengan usaha nya sendiri. Biar Key bisa membungkam mulut Rey dengan kertas remedial nya nanti.
“Key, kamu nggak tidur ?”
“Nggak bunda, Key masih belajar. Biar bisa sombong sama Rey.”
“Ya udah, jangan terlalu malam ya.”
“Iya bunda.”
***
“Gimana kencan lo sama Rey ?”
“Mau menghibur gue ya lo ? Kan gue batal kencan gara-gara matematika menyebalkan itu.”
“Gue lihat, lo berapa hari ini berangkat sendirian. Pulang juga sendirian, break ya ?”
“Gue aja sih yang lagi malas. Gue bilang mau belajar buat remedial, jadi dia santai aja. Dan masih setia buat menyayangi kaktus-kaktus nya. Dia bilang asal nggak minta putus aja, kalau cuma gini. Dia nggak masalah, enteng banget ya mulut si tukang kaktus.”
“Terserah lo berdua deh, gue lagi bingung.”
“Bingung kenapa ?”
“Nyimpan contekan gue nanti dimana ya ? Lo mau kerja sama nggak ?”
“Gue kirain masalah penting.”
“Ini sangat penting Key Melodi Putri !!!” Jerit Kinan.
“Iya-iya, jangan jerit-jerit lo. Nanti dikira kesurupan.”
***
“Key ada cerita sama bunda sesuatu nggak ?”
“Kata nya, kamu batalin kencan sama dia, padahal minggu ini seharusnya jadi kencan kan kalian berdua ? Key ngomel-ngomel nggak jelas setiap hari nya. Boneka kaktus pemberian kamu masa di tusuk pakai jarum pentul, biasa nya kan tidur sama boneka kaktus nyaitu. Sekarang di taruh di meja belajar.”
“Padahal cuma kencan biasa.”
“Kata dia, ini kencan pertama yang kamu janjikan nggak bawa-bawa kaktus. Jadi nya dia semangat.”
“Kamu nggak capek bantuin bunda disini terus ?” Lanjut bunda nya Key.
“Malah bahagia, habis nya bosan nggak ada yang aku ganggu bun. Yang aku ganggu lagi marah-marah mau balas dendam sama aku.”
“Bunda mohon, kamu jaga Key baik-baik ya. Kehadiran kamu dalam hidup Key adalah pengganti keberadaan ayah nya Key.”
Rey tersenyum dan mengangguk sebagai balasan, Rey kembali melanjutkan pekerjaan nya. Beberapa hari ini, Rey sering muncul di café bunda nya Key. Sekedar untuk membantu-bantu disana dan juga berguna untuk menarik pelanggan wanita.
[To Be Continue]
Update cepat nih daripada biasa nya, lagi gabut ea 😂😂😂
Terima Kasih kepada para pembaca yang berkenan muncul di cerita gue ini ❤❤❤
Makin greget kan kisah cinta Key dan Rey 😂😂
Jangan dicontoh ya kelakuan Kinan 😂
❤❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Short Story"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
