Key membuka sebuah kotak yang diambil dari gudang rumahnya, didalam kotak tersebut banyak sekali barang dan barang-barang disana masih bagus. Key memegang sebuah foto dan gelang, difoto tersebut ada dirinya, Kinan dan juga Maya.
"Takdir macam apasih ini ?"
"Kalian suka ?" Kinan dan Key mengangguk semangat dan membuat Maya tersenyum senang.
"Cantik, makasih." Ucap Key.
"Makasih ya." Lanjut Kinan.
"Aku senang karena kalian mau berteman dengan aku."
"Lo anggap Rey apa, May ?"
Maya terkejut dengan pernyataan dari Kinan, sedangkan Key mengerutkan dahinya dan menunggu jawaban dari Maya.
"Ya sepupunya lah." Key langsung menjawab pertanyaan Kinan.
"Aneh aja foto didalam dompet lo, foto Rey sendirian."
"Kinan, wajar aja dong. Kan mereka berdua sepupu."
"Kalau alasan kamu dekat sama Key buat misahin Rey, mending jauhin Key dari sekarang aja. Jangan bikin sakit hati dia lebih dalam, aku ngomong kayak gini supaya pertemanan kita baik-baik."
"Aku sayang sama Rey cuma sebatas kakak adik aja kok, aku nggak mau menghancurkan pertemanan kita. Tapi kalau ditanya, apakah aku nyaman berada didekat Rey ? Tentu aja, karena kami dari kecil sama-sama semenjak orang tua ku meninggal. Aku juga sayang kalian sebagai teman, aku nggak bakalan mengkhianati kalian."
Awalnya semua memang seperti itu, tanpa ada rasa ingin memiliki lebih. Tapi ternyata, ada perasaan tidak puas dan iri. Keinginan memiliki lebih jadi bertambah, keegoisan dan kelicikan mulai muncul menghantui.
***
Key mulai terbiasa dengan hubungan cinta monyetnya bersama Rey, dia tidak seperti dahulu lagi yang kabur jika melihat Rey. Tetapi hubungan percintaan semakin baik, hubungan pertemanan mulai merenggang begitu saja tanpa disadari.
"Kak Rey, hari ini bisa antar aku les ?"
"Nggak bisa May, soalnya mau ke cafe bundanya Key."
"Oh iya..."
Awalnya biasa saja, segala situasi dan kondisinya juga terasa normal dan wajar. Tidak ada perasaan yang mengancam, hanya saja. Semua tidak semudah itu, otak dan hati seperti biasa mengajak bermain kembali.
"Kak Rey---"
"Rey, hari ini tungguin aku latihan nari ya. Jangan pergi kemana-mana..."
"Siap..."
"May, pulang aja duluan." Ucap Rey.
"Maya mau nungguin aku juga ? Kinan udah pulang duluan sama Farel, ada acara keluarga katanya."
"Nggak apa-apa kok, aku bisa pulang sendiri." Maya tersenyum dan meninggalkan dua sejoli tersebut. Tapi senyuman itu mulai luntur, ada perasaan asing yang mulai menghampiri dan perasaan itu awal dari semua keegoisan dan iri yang selama ini tersegel didalam hatinya.
(To Be Continue)
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA NYAMAN
Short Story"Berduri kayak kaktus. Kaktus nomor 1, gue nomor terakhir. Level gue lebih rendah daripada kaktus. Gue kalah saing sama kaktus nya yang penuh duri itu." -Key Melodi Putri- "Sampai kaktus gue mati gara-gara lo, gue botakin kepala lo. Bodo amat mau p...
