***
Bersyukur atas rahmat tuhan itu banyak bentuk, contohnya : bersama kamu dan tertawa
***
"Kita mau kemana lagi ?" tanya Karen dengan agak keras, wajar saja mereka kini sudah kembali berkendara.
"Mau nya kemana dong ?" bukannya membalas Ezra malah balik bertanya.
"Kamu berubah ya malam ini. Jadi nyebelin."
Ezra yang kini bersama nya lebih banyak tersenyum dan bicara. Berbeda dengan sebelumnya. Bahkan sekarang ia terkesan santai layaknya remaja lain, dan berlaku romantis. "Ayo dong jawab, kita mau kemana ?!"
"Kehati kamu..." gombal Ezra. Dan dibalas dengan cubitan oleh Karen dipinggang Ezra, sontak membuat motor seketika oleng. Beruntung bisa dikendalikan kembali oleh Ezra.
"Jangan gitu dong sayang..." bukannya marah, Ezra malah menjawab dengan halus.
"Sayang ? Kamu panggil aku sayang ?" Ezra mengangguk membenarkan. Pipi Karen merona seketika. Ini pertama kalinya Ezra memanggilnya seperti itu.
Ia tambah mengetatkan pelukannya pada sang pacar. Senang rasanya walau hanya diajak makan jagung bakar dan berkeliling pusat kota dengan motor hitam, yang terpenting itu bersama pacar.
Tanpa sadar motor itu telah terhenti. Karen mengedarkan pandangannya. Raut terkejut lebih dominan menghiasi wajahnya.
"Kenapa ? Gak suka ya ?"
"Bukan gitu, cuma gak nyangka aja kamu ngajak aku ketempat yang kayak gini." Ezra menaikan alisnya seolah bertanya. "Iya tempat yang berisik seperti ini, kayak bukan kamu banget gitu..."
Ezra terkekeh. "Ayo masuk !!" ucapnya dengan mengulurkan tangan ke Karen.
"Kamu beneran Ezra kan ? Pacar aku yang dingin itu ? Atau sebenernya Ezra punya saudara kembar tapi gak kasih tau aku ? Ezra yang biasanya gak pernah ajak aku ketempat yang seperti ini. Dia suka ketenangan bukan keramaian."
Ezra tertawa cukup keras melihat ekspresi Karen saat berkata panjang lebar, benar-benar kebingungan. "Tuh kan !! Kamu bukan Ezra !! Ezra mana pernah tertawa kencang."
"Hey, it's me, Ezra Pranata. Your boyfriend."
"Aku gak tau apa ini cuman perasaan aku aja atau gimana, yang jelas kamu malam ini berubah."
"Kamu yang rubah aku. Ucapan kamu beberapa minggu setelah kita pacaran itu benar. Bahwa jika kita jarang tersenyum apalagi tertawa artinya kita tidak bersyukur akan hidup. Dan aku baru keinget kata-kata kamu itu setelah aku liat..." Ezra menghentikan ucapannya ketika ia sadar bahwa ia akan membicarakan hal yang akan merusak suasana.
"Lihat apa Zra ?"
"Bukan apa-apa."
"You're lie..."
"Setelah aku lihat sesuatu yang bikin aku tersadar. Bahwa kalau aku terus diam akan ada orang lain yang bisa membuat kamu tersenyum lebar."
"Maksud kamu ?"
"Toilet sekolah, kamu dan Kanaka. I see."
***
"Ayo dong naik bianglala !! Kita udah berjam-jam disini tapi hanya keliling-keliling cari pernak-pernik sama makan." Gadis itu menarik lengan pacarnya, sambil menunjuk-nunjuk kearah antrian loket untuk bianglala. "Jangan bilang kamu takut ya ?!" Sang gadis tertawa sangat kencang saat melihat sang pacar yang langsung mendelik tidak suka.
KAMU SEDANG MEMBACA
BETWEEN
Teen Fiction"Ketika masa lalu membuka lembaran baru" Bagi Karenina, Kanaka itu hanya mantan yang sukanya merusak kebahagiaan yang kini mulai ia rasakan. Sedangkan menurut Kanaka, mengganggu sang mantan membawanya pada kesenangan. Kanaka yang sibuk mengurusi hub...
