16 • DRAMA RUMAH TANGGA KAREN-EZRA

28 17 0
                                        

***

Ingin berteriak rasanya, tapi nanti
Dikira orang gila. Jika di pendam dalam jiwa, hati tersiksa. Lalu dimana peran cinta yang katanya membuat kita bahagia ?

***

"Ya gimana gue kan gak tau kalau itu cuman syuting. Jadi gue telpon polisi." celoteh gadis itu dengan menggemaskan.

"Terus polisinya dateng beneran ?" tanyanya.

Gadis itu mengangguk. "Iya, terus pak polisinya nyamperin gue yang dadah-dadah dibalik pohon. Abis itu, gue liat orang-orang ngumpul dan nanya sama si Polisi, ya pak Polisi nya ngomong kalau itu gue yang nelpon."

Ezra tertawa keras mendengar cerita Sabrina. Katanya, itu kejadian saat ia masih berumur sembilan tahun. Saat ia berlibur bersama keluarganya.

Lalu Ezra menanyakan kelanjutan ceritanya. "Ya udah, Sutradaranya minta maaf karena salah paham. Terus gue dianterin pulang sama pak Polisi baik hati itu."

Keduanya tertawa lagi, menertawakan kebodohan Sabrina. Ia kan masih kecil jadi tidak tahu apa-apa mengenai syuting atau sebagainya. Yang ia tahu, ada perempuan yang meminta pertolongan karen ingin diculik beberapa pria dengan topeng. Jadi ia tidak berfikir panjang dan langsung menghubungi polisi.

Rupanya, gadis ini cukup menyenangkan. Ia sama seperti Karen, tidak suka larut dalam kesedihan dan selalu menutupi kisahnya. Dan bagi Sabrina, ia begitu beruntung ada yang menjadi temannya dihari pertama sekolah. Disekolah sebelumnya tidak ada yang berani mendekat, karena ia begitu tidak suka diganggu. Itu pula yang membuatnya pindah ke sekolah ini.

Masih dengan tawa yang melekat dibibir keduanya, Ezra mengedarkan pandangannya. Ia langsung terdiam seketika, mematung tak percaya. Tak jauh dari tempatnya berjalan, disana berdiri Karen yang hanya diam menatap nya, dengan ditemani Kanaka tentunya.

Seperti tersadar bahwa ia tertawa sendiri, Sabrina menoleh. Ia pun berhenti berjalan dan mengikuti arah pandangan Ezra.

Itu kan gadis yang menabraknya ditaman, lengkap dengan pria yang juga ada disana.

"Karen....." sebut Ezra dengan suara pelan. Lalu ia berlari kencang kearahnya.

Karen yang menyadari itu juga berbalik dan berlari, disusul Kanaka tentu saja.

Tapi sayang, Karen kalah cepat oleh Ezra. Ia mengenggam lengan kekasihnya itu. "KAREN !! DENGERIN AKU DULU !!"

Karen menghempaskan tangan Ezra dengan kasar. Disampingnya ada Kanaka dan dibelakang Ezra, ada gadis yang menjadi biang masalah, simurid baru.

"LEPAS !!" Sentak Karen saat tenaganya kalah dengan Ezra.

"Enggak. Kamu bakal lari kan kalau dilepas." Kini Ezra mencengkram kedua bahu Karen agar melihat kearahnya.

"Dengar !! Aku yakin, Kanaka pasti cerita ke kamu tentang yang aku lakukan barusan. Aku bisa jelasin semuanya. Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa Ren, kamu juga tau kan kalau dia itu murid baru ? Jadi mana mungkin aku ada hubungan sama orang yang baru aku kenal. Kamu percaya sama aku kan ?"

BETWEENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang