3 • MEMAAFKAN ?

72 37 7
                                        

Setiap kesalahan terkadang sulit untuk
Dimaafkan
Tapi bukan berarti tidak ada kesempatan
Bukan ?

***

Ketiga gadis dengan tas ransel, berdiri pinggir jalan seberang gerbang sekolah. Ketiganya sama-sama memainkan ponsel pintar nya. Sambil sesekali menoleh ke kiri dan kanan, mencari driver  ojek online yang mereka masing-masing pesan.

"Eh punya gue udah dateng nih !! Punya kalian masih lama gak ?" ucap Zulfa setelah bilang pada si driver untuk menunggu sebentar.

"Bentar lagi kok, lo duluan aja." Syifa menjawab. Zulfa pun langsung pulang. Benar rupanya, milik Syifa sudah datang.

"Punya lo gimana Ren ?" Syifa sudah memakai helm hijau khas ojek online.

"Lo duluan aja, sebener nya gue gak pesen. Hehehe. Gue mau nunggu Ezra aja pulangnya." Syifa langsung menjitak kepala Karen. "Ngeselin lo !!"

Ia memang tidak memesan ojek. Ia sengaja ingin menunggu Ezra, walau ia tahu bahwa hari ini Ezra akan pulang sedikit lebih lama karena mengurusi junior di tim futsalnya.

Karen menyetel lagu band kesukaannya, coldplay. Ia memejamkan mata menikmati suara sang vokalis yang terdengar sangat merdu. Sampai ia mendengar suara motor yang terhenti tepat dihadapannya. Karen membuka matanya dengan dahi berkerut.

Dengan jaket hitam lengkap dengan helm full face, orang itu malah terlihat menakutkan dimata Karen. Ia bangun, ingin bertanya. Tetapi orang itu lebih dulu membuka pelindung kepalanya.

Mata Karen membelak ketika melihat orang dihadapannya.

"Kaget banget muka lo. Kenapa ? Heran ? Atau malah kangen ?" kekeh pria itu.

"Apaan sih lo ? Sok kenal banget deh." jutek Karen. Rasanya ia ingin lari kencang dari sini, tapi malu.

"Jadi lo gak kenal gue nih ? Terus ke siapa lo ngomong sayang pas dua tahun lalu kalau bukan gue ? Hmm?" wajah Karen memerah seketika.

"Apaan sih, ngarang lo !! Gue ga pernah ngerasa gitu tuh !" raut wajah Karen dibuat sejutek-jetuk nya dengan mengalihkan pandangannya dari orang itu.

"Besok gue bakal sekolah disini. Jadi kita akan lebih sering ketemu dan..." jeda pria itu. "Mungkin kita bisa ngulang cerita kita dulu. Pulang bareng, misalnya."

Karen mengangkat sebelah alis nya bertanya. Ini serius Kanaka Dawala Haldis kan ? Orang yang pernah ada dimasa lalu Karen ? Dan setelah mengecewakan nya, orang ini masih mau menampakkan wajah bahkan menggoda Karen seolah tidak terjadi apa-apa ? Ini orang tidak punya malu atau gimana sih !! Karen tidak habis pikir.

"Ya elah lama banget mikir nya. Tinggal jalan beberapa langkah terus naek deh di motor gue. Jangan lupa peluk punggung gue ya Ren !" ugh, ingin rasanya Karen menonjol wajah Kanaka sampai dia meringis kesakitan. Tapi nyatanya, ia tidak mempunyai keberanian sebesar itu. "Atau lo mau gue gendong dari situ ? Kode lo keras banget sih Ren ! Jadi makin mau ngajakin lo balikan deh rasanya."

"Gak usah ngaco deh lo !! Gue udah punya pacar. Lagian ya walaupun gue jomblo gak bakal mau balikan sama cowok kayak lo. Menit ini aja lo bilang sayang sama gue, menit berikutnya lo udah jalan sama cewek lain. Omongan lo itu gak pernah ada yang bener !!"

BETWEENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang