Desember, 2018.
"NENG SELIN! AA GANTENG DATANG NIH!" teriak Haikal.
Munculah seorang lelaki dengan baju hitam. Siapa lagi kalau bukan Haikal? Si perusuh dengan mulut toa yang bisa membuat Selin serangan jantung.
"Mbun, sembunyiin gue," ucap gadis bule.
"Terlambat neng. Mau sembunyi dari aa' hm?" tanya Haikal.
"Bangsul." Selin mendelik kesal karena Haikal mengejeknya.
Sekarang mereka sedang menginap di salah satu villa yang terletak di Lembang. Suasana sejuk membuat mereka betah berlama-lama disini. Bahkan tak ingin pulang.
Anak GANSREK mobil kedua memang baru datang, karena mereka pisah mobil dengan anak BOT.
Selinne yang memilih satu mobil dengan Jenan, Rafka, dari anak GANSREK mobil satu sudah datang terlebih dahulu dari Haikal walau perginya bersamaan.
Alasan mobil kedua telat? Karena Saddam yang kebelet membuat Juna terpaksa melipir disalah satu warung kopi.
Dan sekarang mereka sedang berkumpul di ruang kelurga.
Para gadis memilih diam di kamar karena lelah, dan juga Selin malas menanggapi kelakuan Haikal.
"Jap, gak salah lo milih ini villa," ucap Juna kepada Javier.
"Iya bener! Sejuk banget alig," timpal Dante.
Jenan menoyor kepala Saddam yang tak salah apa-apa. "Alay lo anjing."
Saddam terkejut dan hanya bisa mengusap kepalanya. "Salah server anjing," ucap Saddam protes.
"Tapi yang bayar siapa? Ghiffar juga kan," jawab Javier.
"Apaan Jap? Cuman villa, makan kan kalian yang bayar," kata Ghiffar, merendah untuk meroket.
"Ya walau makan sama jalan-jalan nanti kita yang bayar. Tetep aja ini villa lo yang bayar rich boy." Hema menanggapi ucapan Ghiffar, merasa gemas dengan temannya itu.
Semua orang yang berada di ruang tengah tertawa. Memang benar Ghiffari ini. Tidak pernah hitungan kepada temannya.
"Om lo kapan datang?" tanya Alaska.
"HAH TADI SIAPA YANG NGOMONG?" teriak Saddam.
"IYA DAM, SIAPA YA?!!" jawab Dante.
"KAYAKNYA VILLA INI ADA PENUNGGUNYA, BUAT SI ALASKA NGOMONG."
"Bangsat," umpat Alaska.
"Anjing, alay lo pada! Berisik gue lagi tidur," omel Rafka yang terganggu karena teriakan teman-temannya.
"Mampus," ucap Samuel.
"Oh iya Ka, om gue sorean datangnya. Gak sendiri kok, dia bawa istrinya," jawab Ghiffar.
Alaska hanya mengangguk saja. Juna yang menangkap Samuel hanya diam saja daritadi langsung bertanya.
"Sam, lo kenapa? Diem aja daritadi," tanya Juna.
"Ya gitu. Embun masih jadian sama Kak Lucas, kapan putus sih?" jawab Samuel kesal.
Juna hanya mengangguk. "Sabar ya."
"Eh? Bukannya Selin juga deket sama temennya Kak Lucas?"
Haikal tersedak kuaci mendengar celetukan Dante si lambe turah.
"Siapa?" tanya Jenan.
-
Di kamar satu, ada lima orang yang berkumpul. Siapa lagi kalau bukan Classy Girls?
KAMU SEDANG MEMBACA
Cabut | Revisi
Fiksi RemajaKisah para remaja ibu kota yang bersekolah di SMA Pancasila yang punya karakter dan sifat yang berbeda warning! harsh words. ©jaegeur
