Ainsley Felton, gadis manis yang tidak pernah percaya pada keajaiban. Hidupnya berubah terbalik ketika mengunjungi kakeknya di Kota Shea. Kota misterius yang tidak pernah terlihat di peta maupun satelit.
Awalnya, liburan akhir tahun di Kota Shea ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kekalahan dalam suatu kompetisi bukan berati kalah, tetapi sebagai kunci agar kita berhasil kelak
~¤▪¤~
Lima polisi berseragam lengkap masuk ke dalam mansion Keluarga Dirgory sambil membawa senjata. Setiap derap langkah kaki mereka menghasilkan tempo bunyi yang teratur. Membuat semua tamu yang dilewati terdiam segan.
Ainsley berada di atas, berusaha mencari cara untuk turun dari sana. Gadis itu memanjat tiang per tiang balkon agar dapat menyeberang ke ruangan sebelah.
Sebenarnya, Ainsley ingin sekali memakai gorden putih tadi, namun sayang gorden itu sudah tak layak digunakan. Robek beserta tiang retak sangat beresiko terjadinya kecelakaan. Pada akhirnya Ainsley memilih untuk turun secara perlahan agar mampu menggapai tirai kedua dengan mudah.
Setelah berhasil merogoh tirai, Ainsley bergelantungan di atas sana. Dengan perlahan dan pasti ia memanjatnya lagi agar bisa sampai ke ruangan sebelah.
Untung saja sedari tadi para tamu tidak melihat ke atas langit-langit. Jika mereka sampai tahu seorang gadis berusia 13 tahun tengah melakukan trik akrobatik seperti tadi, urusannya akan berubah menjadi lebih rumit.
Setelah sesampainya di ruangan sebelah, Ainsley bergegas berlari melewati tangga samping menuju aula pesta. Berusaha mencari Tuan Felton di tengah-tengah lautan manusia, yang ia temukan justru Isabel.
Tanpa berpikir panjang lagi, Ainsley segera berlari menuju gadis serba merah muda dengan perasaan lega. "Hey!" sapanya sambil menepuk bahu Isabel.
"Ainsley? Kamu dari mana saja?" kaget Isabel yang sedari tadi tidak menemukan Ainsley sama sekali.
"Hah? Aku baru saja menemani Kakek kok," Ainsley berusaha berbohong. Toh, memang sebelumnya Ainsley tadinya bersama Tuan Felton.
Para polisi segera mengeluarkan pencuri pertama yang terperangkap di dalam lampu berbentuk kurungan. Sisanya, membawa paksa pencuri kedua yang sudah terikat rapi oleh tali ke dalam mobil.
"Sepertinya tugas kami sudah selesai. Kalau begitu---"
"Tunggu, Tuan! Kurang satu pencuri lagi!' sahut Boby seraya menunjuk. Komandan polisi memberi isyarat tangan kepada anak buahnya untuk bergegas membawa pencuri yang tertinggal.
"Oke, sepertinya tidak ada lagi. Kalau begitu kami undur diri dan selamat malam," ucap pak polisi berjalan keluar dengan gagah, diikuti anak buahnya.
Setelah bunyi sirine mobil-mobil polisi menghilang sepenuhnya, si wanita pembawa acara segera berdiri kembali menuju ke tengah aula untuk meramaikan suasana.