Ainsley Felton, gadis manis yang tidak pernah percaya pada keajaiban. Hidupnya berubah terbalik ketika mengunjungi kakeknya di Kota Shea. Kota misterius yang tidak pernah terlihat di peta maupun satelit.
Awalnya, liburan akhir tahun di Kota Shea ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hidup itu tidak sesulit seperti yang dipikirkan oleh para manusia
~•¤•~
Sebuah kastil bernuansa hitam menjulang tinggi, disertai kilatan petir yang menyambar pada puncak menara. Dua ekor monster raksasa---mirip kelelawar---berterbangan di sekitar kastil, menembus awan pekat nan padat.
Setelah menyaksikan pemandangan menakjubkan itu, fokus Ainsley berpindah pada makhluk bertubuh pria dewasa, memakai setelan prajurit kerajaan tetapi kepalanya berbentuk beruang. Mereka tampak gagah sekaligus mengerikan, menjaga pintu masuk kastil seraya membawa senjata.
"Tenang Ainsley, ini hanyalah mimpi." Ainsley berusaha menenangkan diri, mendapati monster kelinci tengah membawanya masuk, menuju pintu gerbang kastil. Lantas si monster pun berhenti sejenak menunggu antrian---mengikuti rekan-rekannya yang lain---berbaris rapi memasuki gerbang seraya membawa satu karung di tangan. Ainsley kerap kali menemukan kaki manusia menyembul keluar dari dalam karung. "Apakah semua karung yang mereka bawa berisi anak-anak?"
Ainsley memasukkan kepalanya kembali ke dalam karung, ketika monster yang tengah membawanya ini sudah berhadapan dengan penjaga gerbang.
Empat sosok aneh berkepala beruang berwarna coklat berdiri tegap, berusaha mencegat si monster kelinci Dua beruang lainnya membawa tombak, menjaga pintu masuk.
"Berhenti!" perintah salah satu penjaga. "Apa isinya?!"
Wajah Ainsley memucat. Dia benar-benar takut. "Selamatkan aku Ya Tuhan."
"Trrrtt." Monster kelinci yang tengah membawanya itu bersuara nyaring, menjawab pertanyaan dari sang penjaga.
"Baiklah." Setelah berucap, kedua penjaga membuka pintu gerbang berukuran raksasa, mengizinkan monster kelinci untuk membawa Ainsley masuk.
Si Felton Kecil tidak berani mengecek keadaan di luar. Sampai pada akhirnya, karung milik Ainsley dilempar kasar ke dalam sebuah ruangan gelap. Suara jeruji besi dan borgol menyambutnya, bertepatan dengan tangisan ribuan anak. Untungnya ia terjatuh di atas jerami, sehingga tidak terkena cedera parah.
"Trrtt." Makhluk itu berusaha mengunci Ainsley dari luar.
Ainsley tersentak kaget, lantas ia bergegas keluar dari dalam karung---berusaha menahan pintu berjeruji. Sayangnya, Nona Muda ini terlambat, monster kelinci telah mengunci rapat pintunya.
Monster kelinci tetap tidak menghiraukannya dan memilih pergi meninggalkan Ainsley, membusuk di dalam penjara
"Sialan!" Ainsley memekik gila. Masih setia memegang jeruji besi, dia pun terdiam dengan tatapan kosong.
Pemandangan mencengkam di lorong penjara membuat Ainsley berdecih. Terdapat banyak sekali sel jeruji bertingkat di tempat ini, kira-kira jumlahnya ribuan. Suara tangisan dan rintihan menggema di mana-mana, meminta tolong untuk dilepaskan.