Ainsley Felton, gadis manis yang tidak pernah percaya pada keajaiban. Hidupnya berubah terbalik ketika mengunjungi kakeknya di Kota Shea. Kota misterius yang tidak pernah terlihat di peta maupun satelit.
Awalnya, liburan akhir tahun di Kota Shea ada...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kejahatan tidak pernah memandang waktu dan tempat
~•¤•~
"M-Makhluk apa itu?" Ainsley bergumam pelan, nyaris terlihat kaku. "Bagaimana bisa? Kenapa sangat persis dengan di gambar?"
Gadis itu masih mencerna apa yang ia lihat dengan mata dan kepalanya sendiri. Perasaan campur aduk antara takut dan bingung menjadi satu beriringan dengan hembusan angin pagi, menambah kesan merinding. Ainsley masih tidak bisa mengalihkan pandangan matanya pada sosok pria berkepala kelinci bertubuh tegap di balik pepohonan. Makhluk itu terlihat setia menunjukkan senyuman gergajinya. Jarak antara si makhluk aneh dengan Ainsley hanya terpaut 12 meter. Dia hanya berdiri tanpa menimbulkan pergerakan sama sekali.
"Halo?" Ainsley dengan segala keberaniannya mencoba untuk berkomunikasi.
Tetap pada posisi yang sama, pria itu tidak menjawab.
"Ha ... halo permisi?"
Alih-alih menjawab, pria aneh berkepala kelinci itu sedikit kaku menggerakkan kepalanya ke samping dan bawah tanpa melepaskan tatapan matanya pada Ainsley.
"Apakah dia badut yang berusaha mengerjaiku?" pikir Ainsley. "Jika iya, kenapa gigi-gigi topeng kelinci milik paman itu terlihat sangat nyata?"
Ainsley terdiam cukup lama. Entah kenapa, Ainsley merasakan sesuatu yang aneh tengah berada di dekatnya. Lantas ia pun bergegas membereskan bukunya. "Paman, tolong jangan menakutiku. Aku bukan anak kecil lagi!"
Bukannya menjawab, si badut justru tersenyum lebar kepadanya. Ainsley sempat mengusap kedua mata berkali-kali setelah melihat sosok lain yang serupa berada di setiap pohon. Ainsley mulai bergidik. "Ada yang tidak beres."
Tanpa berpikir panjang lagi, Ainsley segera mengangkat ranselnya lalu memilih pergi dari sana. Setengah berlari menuju keramaian, Ainsley pada akhirnya berhenti sejenak di samping air mancur kota. "Astaga makhluk apa sih tadi?"
Ainsley mengecek jam tangannya. " Aku harus pulang, pasti kakek sudah ba---"
Kalimat Ainsley terhenti. Si Felton Kecil terkejut bukan kepalang mendapati semua orang bergerak sangat lambat. Layaknya slow motion. Tak hanya itu, air mancur pun jatuh ke dalam kolam dengan pelan. Sesekali berhenti mengalir. Ainsley mengecek jam tangannya sekali lagi. Jarum panjang yang menunjukan detik, bergerak sama. "S-sebenarnya, apa yang terjadi?!!"
Tiba-tiba mata Ainsley tidak sengaja menangkap sosok makhluk tadi. Tidak cuma satu, ternyata ada lima. Mereka menyoroti Ainsley lalu mengejarnya. Setengah ketakutan, ia pun berlari kencang. Sesekali Ainsley tidak sengaja menabrak kerumunan orang. Anehnya orang-orang yang ia tabrak tidak merasakan keberadaannya sama sekali. Ainsley berlari dengan sekuat tenaga menuju rumah. Sayangnya makhluk itu kembali muncul dari balik kerumunan. "Kenapa mereka jadi tambah banyak?"